Pati – Kobaran api yang melahap sebuah genset penggerak Sound Horeg di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin malam, menghadirkan ironi tersendiri. Di media sosial, kabar kebakaran itu bukan hanya menjadi informasi peristiwa, tetapi juga memunculkan gelombang respons yang mencerminkan perdebatan panjang mengenai keberadaan Sound Horeg di tengah masyarakat.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat perangkat Sound Horeg sedang beroperasi menggunakan genset sebagai sumber listrik utama. Berdasarkan keterangan yang beredar, sebelum kebakaran terjadi sejumlah saksi mendengar percikan dari instalasi kabel yang terhubung ke genset.
Tak lama kemudian terdengar ledakan yang disusul munculnya api dari bagian mesin genset. Kobaran api dengan cepat membakar perangkat tersebut beserta kabel-kabel penyalur daya yang digunakan untuk mengoperasikan sistem suara berdaya besar itu.
Kru yang berada di lokasi sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sambil menyelamatkan kendaraan dan perlengkapan lain di sekitar lokasi. Namun besarnya kobaran membuat bantuan pemadam kebakaran tetap dibutuhkan.
Dua unit mobil pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas berhasil mengendalikan api sebelum merambat ke area yang lebih luas dan mengancam permukiman warga di sekitar lokasi acara.
Kapolsek Wedarijaksa AKP Suntoro menjelaskan operator sempat diminta mematikan perangkat suara setelah terdengar percikan listrik dari instalasi yang terhubung ke genset. Namun beberapa saat kemudian ledakan terjadi dan memicu kebakaran. (Pati, 15/6/26)
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material masih dalam proses pendataan, sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Dugaan awal mengarah pada gangguan instalasi listrik yang terhubung dengan sumber daya genset.
Peristiwa ini kembali menempatkan Sound Horeg dalam ruang perdebatan publik. Dalam beberapa bulan terakhir, keberadaan sistem audio berdaya sangat besar tersebut menjadi pembahasan di berbagai daerah, terutama terkait tingkat kebisingan, gangguan terhadap aktivitas masyarakat, hingga persoalan keselamatan penggunaan peralatan berkapasitas tinggi.
Menariknya, reaksi yang muncul di media sosial justru lebih banyak membahas fenomena Sound Horeg dibanding kebakaran itu sendiri. Sejumlah komentar yang terlihat pada unggahan media sosial memperlihatkan ekspresi syukur, sindiran, hingga dukungan terhadap berkurangnya aktivitas Sound Horeg di lingkungan mereka.
Beberapa akun menuliskan komentar seperti “Alhamdulillah”, “Lagi, lagi, lagi,” hingga “Ada doa orang teraniaya yang terkabul?”. Komentar lain menyebut bahwa sebagian warga merasa terganggu oleh suara keras yang selama ini dihasilkan perangkat tersebut.
Di sisi lain, terdapat pula pengguna media sosial yang mengingatkan agar peristiwa kebakaran tidak dijadikan bahan perayaan. Mereka menilai keselamatan manusia dan potensi kerugian yang ditimbulkan tetap harus menjadi perhatian utama, terlepas dari perdebatan mengenai Sound Horeg.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Sound Horeg kini tidak lagi sekadar perangkat hiburan keliling. Ia telah berkembang menjadi isu sosial dan budaya yang memunculkan beragam pandangan di masyarakat. Sebagian kelompok melihatnya sebagai ekspresi kreativitas dan hiburan rakyat, sementara kelompok lain menganggapnya mengganggu ketertiban lingkungan.
Bagi masyarakat, kejadian di Pati menjadi pengingat penting mengenai aspek keselamatan dalam penggunaan perangkat listrik berdaya besar. Instalasi kabel, kapasitas genset, serta standar keamanan operasional menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan ketika acara melibatkan sistem suara berkapasitas tinggi.
Kebakaran genset Sound Horeg di Desa Pasucen akhirnya berhasil diatasi tanpa menimbulkan korban. Namun peristiwa itu meninggalkan dua cerita sekaligus: soal pentingnya keselamatan teknis dalam penyelenggaraan hiburan masyarakat dan tentang perdebatan yang masih berlangsung mengenai posisi Sound Horeg di ruang publik. Di tengah berkembangnya budaya hiburan berbasis audio berdaya besar, tantangan berikutnya adalah menemukan titik temu antara kreativitas, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat.
