Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Bencana Mengubah Cara Kita Bepergian

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 13 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Merajut Kembali Wibawa Keraton Surakarta

Dualisme kepemimpinan membuat Keraton Surakarta menghadapi ujian legitimasi di era keterbukaan informasi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati5 Januari 2026 Daerah
Merajut Kembali Wibawa Keraton Surakarta
Ilustrasi Keraton Surakarta (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Solo – Di tengah semilir angin sejarah yang panjang, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali berada di persimpangan jalan. Awal November 2025 semestinya menjadi babak pemulihan wibawa setelah konflik internal bertahun-tahun, namun kenyataan justru menghadirkan ironi: harapan yang dirajut rapi kembali terurai oleh dualisme kepemimpinan.

Pengukuhan KGPH Gusti Purbaya sebagai Pakubuwono XIV diharapkan menutup lembar panjang sengketa suksesi. Namun, sebagian keluarga besar keraton kemudian menobatkan KGPH Hangabehi dengan gelar yang sama.

Peristiwa ini mengulang pola lama pasca-wafatnya Pakubuwono XII pada 2004, ketika konflik tak hanya membelah keluarga, tetapi juga mengikis otoritas simbolik keraton sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Situasi tersebut kini berlangsung dalam konteks yang lebih kompleks. Media sosial dan pemberitaan daring membuat setiap gesekan internal segera menyebar luas, memunculkan ragam tafsir publik.

Dualisme kepemimpinan tak lagi berhenti di balik tembok keraton, melainkan menjadi perbincangan nasional yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap legitimasi adat dan tradisi.

“Legitimasi tidak lahir secara otomatis dari gelar atau garis keturunan, melainkan dari kepercayaan publik yang dibangun lewat komunikasi,” ujar seorang pengamat budaya Jawa di Solo, Senin (05/01/2026).

Baca Juga:
  • Lemahnya Pengawasan Tambang, DPRD Kaltim Desak Penambahan Inspektur
  • 254 Titik Panas Indikator Karhutla Di Kalimantan Timur
  • Ombudsman Temukan Selisih Bayar TPP Nakes Berau
  • Bupati Ikfina Bangga Spirit HUT ke-78 Tumbuh dari Desa

Ia menilai bahwa keheningan yang dahulu dimaknai sebagai laku adiluhung kini kerap dibaca sebagai ketertutupan di era keterbukaan informasi.Dalam lanskap ruang publik baru, keraton menghadapi tantangan berat. Fragmen konflik jauh lebih cepat menarik perhatian dibandingkan narasi kebudayaan.

Ketika komunikasi internal tidak solid, resonansi keraton dengan masyarakat melemah, dan institusi berisiko dipersepsikan semata sebagai simbol konflik, bukan penjaga nilai. Sejumlah akademisi menilai bahwa tradisi Jawa sejatinya bersifat dinamis. Kebudayaan hidup karena terus ditafsirkan dan dikomunikasikan lintas generasi.

Dualisme kepemimpinan mencerminkan ketegangan antara struktur adat yang mapan dengan tindakan elite internal yang tidak sejalan, sehingga arah bersama sulit dibaca publik.

Upaya penyelesaian sebenarnya telah diinisiasi. Pada Desember 2025, salah satu kubu bertemu Menteri Kebudayaan untuk menegaskan komitmen negara menjaga keraton sebagai cagar budaya.

Namun, belum terbangunnya dialog antar kubu menunjukkan bahwa persoalan ini tak cukup diselesaikan secara administratif, melainkan memerlukan rekonstruksi komunikasi yang jujur dan setara.

Artikel Terkait:
  • Pemprov Kaltim Gandeng UINSI Dukung Gratispol dan SDM Berkualitas
  • Silaturahmi Lebaran Jadi Wadah Kedekatan Seno Aji dan Warga Kaltim
  • 11 Serdik Sespimmen Angkatan 63 Belajar Art Policing di Mojokerto
  • Laut Selatan Pangandaran Bergetar, BMKG Rilis Data Gempa

Pengamat komunikasi budaya menilai, konflik berkepanjangan berpotensi menciptakan “entropi simbolik”, yakni kondisi ketika otoritas terbelah, makna kabur, dan kepercayaan publik perlahan terkikis. Jika energi terus dihabiskan untuk konflik internal, daya hidup keraton sebagai pusat kebudayaan akan melemah.

Karena itu, langkah ke depan dinilai harus berfokus pada penataan struktur dan komunikasi. Musyawarah keluarga perlu diarahkan pada kesepakatan mekanisme bersama yang mengikat, bukan sekadar menentukan pihak yang menang.

Di saat yang sama, komunikasi publik yang terpadu dan profesional dibutuhkan untuk menggeser perhatian masyarakat dari konflik menuju aktivitas kebudayaan.

Keraton Surakarta kini berada di titik krusial. Tantangannya bukan hanya soal siapa yang sah memimpin, melainkan bagaimana kepemimpinan dijalankan sebagai sistem makna yang hidup.

Dengan dialog, keterbukaan, dan kebijaksanaan, wibawa keraton diharapkan dapat dirajut kembali agar tetap tegak sebagai pusat kebudayaan Jawa di tengah perubahan zaman.

Jangan Lewatkan:
  • Patung Sudirman Akan Dipindah demi Proyek TOD Dukuh Atas
  • Dedy Cahyadi Kalapas Mojokerto : Kantor Kabarterdepan.com Konsep Yang Visioner
  • DPC Pospera Kendari Dukung Asmawa Tosepu Kembali Jabat Pj Wali kota kendari
  • BPBD Penajam Dorong Penyusunan Payung Hukum Bantuan Korban Bencana

Budaya Jawa Dualisme Kepemimpinan Keraton Surakarta Konflik Adat Legitimasi Budaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat
Next Article HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

Informasi lainnya

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

KMD Pramuka Penggalang Resmi Dibuka di PGSD Bone

25 Juli 2026

Kebakaran Landa Kasepuhan Cipta Mulya Sukabumi

25 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

19 Juli 2026

Genset Sound Horeg Terbakar, Respons Warganet Mengemuka

16 Juni 2026

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

4 Juni 2026
Paling Sering Dibaca

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

Islami Lisda Lisdiawati

Tri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil

Biografi Alfi Salamah

WNI Bisa Kunjungi 42 Negara Ini Tanpa Visa

Travel Ericka

Kastil Neuschwanstein, Dongeng Itu Nyata

Travel Alfi Salamah

Harta Ilmu di Perpustakaan Masjid Nabawi Menanti Eksplorasi

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi