Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

Fokus Berlebih yang Tak Disadari

Mengapa Banyak Pikiran Bikin Lapar?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 4 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Merajut Kembali Wibawa Keraton Surakarta

Dualisme kepemimpinan membuat Keraton Surakarta menghadapi ujian legitimasi di era keterbukaan informasi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati5 Januari 2026 Daerah
Merajut Kembali Wibawa Keraton Surakarta
Ilustrasi Keraton Surakarta (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Solo – Di tengah semilir angin sejarah yang panjang, Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali berada di persimpangan jalan. Awal November 2025 semestinya menjadi babak pemulihan wibawa setelah konflik internal bertahun-tahun, namun kenyataan justru menghadirkan ironi: harapan yang dirajut rapi kembali terurai oleh dualisme kepemimpinan.

Pengukuhan KGPH Gusti Purbaya sebagai Pakubuwono XIV diharapkan menutup lembar panjang sengketa suksesi. Namun, sebagian keluarga besar keraton kemudian menobatkan KGPH Hangabehi dengan gelar yang sama.

Peristiwa ini mengulang pola lama pasca-wafatnya Pakubuwono XII pada 2004, ketika konflik tak hanya membelah keluarga, tetapi juga mengikis otoritas simbolik keraton sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Situasi tersebut kini berlangsung dalam konteks yang lebih kompleks. Media sosial dan pemberitaan daring membuat setiap gesekan internal segera menyebar luas, memunculkan ragam tafsir publik.

Dualisme kepemimpinan tak lagi berhenti di balik tembok keraton, melainkan menjadi perbincangan nasional yang memengaruhi persepsi masyarakat terhadap legitimasi adat dan tradisi.

“Legitimasi tidak lahir secara otomatis dari gelar atau garis keturunan, melainkan dari kepercayaan publik yang dibangun lewat komunikasi,” ujar seorang pengamat budaya Jawa di Solo, Senin (05/01/2026).

Baca Juga:
  • Ambulans Kena Tilang ETLE, Polda Metro Evaluasi Sistem
  • Dukung Guru Penggerak, Samarinda Wujudkan Pendidikan Berkarakter Pancasila
  • 254 Titik Panas Indikator Karhutla Di Kalimantan Timur
  • KPK Tahan Rafael Alun Trisambodo Terkait Kasus Gratifikasi dan TPPU

Ia menilai bahwa keheningan yang dahulu dimaknai sebagai laku adiluhung kini kerap dibaca sebagai ketertutupan di era keterbukaan informasi.Dalam lanskap ruang publik baru, keraton menghadapi tantangan berat. Fragmen konflik jauh lebih cepat menarik perhatian dibandingkan narasi kebudayaan.

Ketika komunikasi internal tidak solid, resonansi keraton dengan masyarakat melemah, dan institusi berisiko dipersepsikan semata sebagai simbol konflik, bukan penjaga nilai. Sejumlah akademisi menilai bahwa tradisi Jawa sejatinya bersifat dinamis. Kebudayaan hidup karena terus ditafsirkan dan dikomunikasikan lintas generasi.

Dualisme kepemimpinan mencerminkan ketegangan antara struktur adat yang mapan dengan tindakan elite internal yang tidak sejalan, sehingga arah bersama sulit dibaca publik.

Upaya penyelesaian sebenarnya telah diinisiasi. Pada Desember 2025, salah satu kubu bertemu Menteri Kebudayaan untuk menegaskan komitmen negara menjaga keraton sebagai cagar budaya.

Namun, belum terbangunnya dialog antar kubu menunjukkan bahwa persoalan ini tak cukup diselesaikan secara administratif, melainkan memerlukan rekonstruksi komunikasi yang jujur dan setara.

Artikel Terkait:
  • Rendi Solihin Berikan Alsintan untuk Meningkatkan Pertanian dan Kesejahteraan Petani
  • Hari Santri 2025, Ketua DPRD Kutim Ajak Teladani Akhlak Rasul
  • Kukar Dorong Diri Jadi Pusat Budaya Kalimantan Timur
  • Balikpapan Kerjasama dengan Kota Yokohama Jajaki di Jepang

Pengamat komunikasi budaya menilai, konflik berkepanjangan berpotensi menciptakan “entropi simbolik”, yakni kondisi ketika otoritas terbelah, makna kabur, dan kepercayaan publik perlahan terkikis. Jika energi terus dihabiskan untuk konflik internal, daya hidup keraton sebagai pusat kebudayaan akan melemah.

Karena itu, langkah ke depan dinilai harus berfokus pada penataan struktur dan komunikasi. Musyawarah keluarga perlu diarahkan pada kesepakatan mekanisme bersama yang mengikat, bukan sekadar menentukan pihak yang menang.

Di saat yang sama, komunikasi publik yang terpadu dan profesional dibutuhkan untuk menggeser perhatian masyarakat dari konflik menuju aktivitas kebudayaan.

Keraton Surakarta kini berada di titik krusial. Tantangannya bukan hanya soal siapa yang sah memimpin, melainkan bagaimana kepemimpinan dijalankan sebagai sistem makna yang hidup.

Dengan dialog, keterbukaan, dan kebijaksanaan, wibawa keraton diharapkan dapat dirajut kembali agar tetap tegak sebagai pusat kebudayaan Jawa di tengah perubahan zaman.

Jangan Lewatkan:
  • Faizal Berharap PT Kobexindo Cement Bermanfaat untuk Masyarakat
  • Wujud Kepedulian dan Kasih Sayang, Satlantas Polres Blitar Lakukan Sambang Dialogis ke Anggota
  • ARTOTEL TS Suites, One Deck Night Market Ramaikan Surabaya Selama Agustus
  • Kaltim Luncurkan Gratispol dan Jospol untuk Wujudkan Generasi Emas

Budaya Jawa Dualisme Kepemimpinan Keraton Surakarta Konflik Adat Legitimasi Budaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGambir dan Senayan Jadi Titik Demo, Lalu Lintas Terancam Padat
Next Article HAB ke-80 Kemenag Digelar Sederhana, Dana Dialihkan

Informasi lainnya

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

4 Juni 2026

Api Pancasila dari Cisayong

2 Juni 2026

ASN Tasikmalaya Naik Kuda Saat Hari Bebas BBM

6 Mei 2026

Laut Selatan Pangandaran Bergetar, BMKG Rilis Data Gempa

6 Mei 2026

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

10 April 2026

Siswa SMAN 1 Cisayong Dilarikan ke Puskesmas Malam Ini, Diduga Keracunan MBG

9 April 2026
Paling Sering Dibaca

Isra’ Mi’raj dan Problem Solving

Islami Syamril Al-Bugisyi

Membentuk Generasi Hebat, Lima Syarat Menjadi Anak Hebat

Opini Alfi Salamah

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Profil Alfi Salamah

Hikmah Idul Qurban

Islami Syamril Al-Bugisyi

Sikap dan Model Kepemimpinan dalam NU: Antara Kepentingan dan Prinsip

Gagasan Adit Musthofa
Berita Lainnya
Nasional
Ericka3 Mei 2025

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Perspektif Ulama Mengenai Waktu Tawaf Ifadah

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi