Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 12 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

BPOM memperkuat pengawasan vape untuk menekan risiko adiksi pada remaja Indonesia.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati22 Mei 2026 Kesehatan
BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar memberikan paparan dalam The 11th Indonesian Conference on Tobacco Control (ICTOH) 2026 yang digelar di Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis (21/5/2026). (Foto: BPOM)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Di balik kepulan asap tipis rokok elektronik, ancaman terhadap generasi muda disebut semakin nyata. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan Indonesia tengah menghadapi situasi serius terkait meningkatnya jumlah perokok usia dini, sehingga pengawasan terhadap produk vape diperketat untuk melindungi anak dan remaja dari zat adiktif.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan lembaganya akan meningkatkan strategi pengawasan terhadap produk tembakau dan rokok elektronik melalui penguatan standar produk, pembatasan kadar nikotin dan tar, serta pengawasan lebih ketat terhadap pelaku usaha.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya angka penggunaan vape di kalangan usia muda. Pernyataan itu disampaikan dalam The 11th Indonesian Conference on Tobacco Control (ICTOH) 2026 di Universitas Airlangga, Surabaya, Kamis (21/5/2026), dan kembali ditegaskan di Jakarta, Jumat (22/5/2026).

“Prevalensi anak dan remaja usia 10–18 tahun yang merokok aktif mencapai 7,4 persen atau setara lebih dari 5 juta anak di Indonesia,” ujar Taruna Ikrar.

Menurutnya, kenaikan penggunaan rokok elektronik tidak bisa dilepaskan dari masifnya promosi narasi harm reduction atau pengurangan risiko yang digaungkan industri vape. Namun, BPOM menegaskan belum terdapat bukti ilmiah yang benar-benar memastikan rokok elektronik lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

“Padahal tidak ada bukti konklusif yang menyatakan rokok elektronik lebih aman dibanding rokok konvensional,” tambah Taruna.

Baca Juga:
  • Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental
  • Tempe, Superfood Lokal untuk Kesehatan dan Kecantikan
  • Wacana Dokter Umum Boleh Operasi Caesar Dikritik Keras
  • Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

BPOM menilai keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Meski kerap dipromosikan sebagai alternatif, vape tetap mengandung nikotin serta sejumlah zat toksik dan karsinogenik yang berpotensi memicu ketergantungan dan gangguan kesehatan. Dalam sejumlah temuan, perangkat vape juga disalahgunakan sebagai media konsumsi new psychoactive substances (NPS) atau zat psikoaktif baru yang berbahaya.

Sebagai bagian dari penguatan pengawasan, BPOM kini menjalankan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 sebagai turunan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Pengawasan difokuskan pada kepatuhan pelaku usaha terhadap batas kandungan nikotin, larangan bahan tambahan tertentu, hingga pencantuman peringatan kesehatan bergambar pada kemasan.

“Untuk memperkuat sistem pengawasan, BPOM telah menerbitkan Peraturan BPOM Nomor 18 tentang Pengawasan Produk Tembakau dan Rokok Elektronik serta Peraturan BPOM Nomor 19 Tahun 2025 tentang Pedoman Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Obat dan Zat Adiktif,” kata Taruna.

Sepanjang 2025, BPOM juga menjalankan proyek percontohan pengawasan produk tembakau dan vape di sejumlah wilayah Indonesia. Evaluasi menunjukkan tingkat kepatuhan terhadap regulasi masih perlu diperkuat, terutama dalam aspek perlindungan anak dan remaja dari akses produk adiktif.

Untuk menunjang pengawasan yang lebih modern, BPOM mengembangkan BPOM-WATCH (Web-based Application for Tobacco Control Hub), sistem pelaporan digital yang bertujuan memperkuat pemantauan kepatuhan industri secara lebih transparan dan akuntabel.

Artikel Terkait:
  • Deklarasi Sinergi Keuskupan Agung Samarinda Melawan Stunting
  • Lanny Mulqie: Pola Hidup Sehat Kunci Kelola Hipertensi
  • Pemerintah Diminta Waspadai Defisit BPJS Kesehatan
  • Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari

Dalam forum yang sama, Kepala Pusat Laboratorium Narkotika Badan Narkotika Nasional (BNN), Supiyanto, mengingatkan bahwa perangkat vape kini juga mulai disalahgunakan sebagai

sarana konsumsi narkotika oleh jaringan ilegal yang menyasar anak muda.
“Negara wajib segera hadir untuk menghentikan eksploitasi vape sebagai alat utama penyalahgunaan narkotika dengan cara melarang total peredaran vape di Indonesia,” ujar Supiyanto.

Sementara itu, Dosen Senior Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Putu Ayu Swandewi Astuti menilai industri rokok elektronik semakin agresif membangun persepsi publik melalui desain produk, varian rasa, hingga strategi pemasaran yang dekat dengan gaya hidup generasi muda.

“Generasi muda harus diberdayakan untuk berani ‘Say No’ terhadap semua produk adiktif,” katanya.

Penguatan pengawasan terhadap vape menunjukkan pemerintah mulai menaruh perhatian lebih besar pada ancaman rokok elektronik di tengah meningkatnya angka perokok pemula. Selain regulasi ketat, edukasi berkelanjutan dinilai menjadi langkah penting agar generasi muda tidak terjebak dalam ketergantungan zat adiktif sejak usia dini.

Jangan Lewatkan:
  • Sehat dengan Konsumsi Buah-buahan, Inilah Kunci Hidup Lebih Berkualitas
  • Mitos dan Fakta Tentang Telur yang Perlu Kamu Tahu
  • Gedung Imdaad Hamid RSKD Balikpapan Siap Tangani Penyakit Infeksius dan Stroke
  • BPOM Terbitkan Izin Edar untuk Dua Obat Kanker Baru

BPOM Kesehatan Remaja Perokok Pemula Rokok Elektronik Vape
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan
Next Article Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Informasi lainnya

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Aphrodisias: Kota Dewi Cinta yang Abadi

Travel Alfi Salamah

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

Profil Alfi Salamah

Prabowo Lebih Pro pada Koruptor

Editorial Udex Mundzir

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

Refleksi Ericka

Ujian Jabatan

Refleksi Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi