Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Menu MBG Ramadan Diganti Instan, Ahli Gizi: Berisiko Sesat Pikir

Perubahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat Ramadan memicu kritik, ahli gizi khawatir anak-anak terbiasa dengan makanan ultraproses.
AssyifaAssyifa10 Maret 2025 Kesehatan
Perubahan menu MBG Ramadan makanan instan
Perubahan menu MBG Ramadan makanan instan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) menuai kritik setelah mengganti menu berbasis makanan segar dengan produk instan seperti roti dan sereal. Perubahan ini dianggap berisiko menanamkan pola pikir keliru kepada anak-anak tentang makanan sehat.

Ahli gizi masyarakat, dr. Tan Shot Yen, menilai bahwa pembagian makanan ultraproses (UPF) di sekolah dapat membuat anak-anak menganggap produk instan sebagai pilihan sehat.

“Jika produk ultraproses dibagikan di sekolah, anak akan berpikir ini adalah asupan sehat. Mereka bisa menganggapnya sebagai pengganti sarapan, padahal jauh dari konsep makanan bergizi berbasis kearifan lokal,” ujarnya dalam unggahan di media sosial, dikutip Senin (10/3/2025).

Dr. Tan menekankan bahwa konsumsi makanan kemasan secara rutin dapat membentuk kebiasaan jangka panjang yang tidak sehat. Ia khawatir anak-anak akan mengabaikan makanan segar seperti telur atau buah karena lebih terbiasa dengan rasa makanan olahan yang cenderung lebih adiktif.

Baca Juga:
  • Sehat dengan Konsumsi Buah-buahan, Inilah Kunci Hidup Lebih Berkualitas
  • Dokter Wayan Pemilik Rumah Sampah di Karawang Tetap Melayani Pasien
  • Babi di Pulau Bulan, Batam Terdampak Wabah Demam Babi Afrika
  • Jalan Kaki Sehat, Tubuh jadi Kuat

“Kandungan gula dan bahan tambahan dalam makanan ultraproses membuat rasanya lebih kuat. Jika terus dikonsumsi, anak-anak bisa kehilangan ketertarikan pada makanan alami yang lebih sehat,” tambahnya.

Tak hanya berdampak pada anak, dr. Tan juga mengingatkan bahwa perubahan menu ini dapat membingungkan masyarakat secara luas.

“Publik bisa jadi sesat pikir. Mereka akan mengira produk ultraproses baik-baik saja, padahal banyak penelitian menunjukkan keterkaitannya dengan berbagai masalah kesehatan,” tegasnya.

Artikel Terkait:
  • Dinas Kesehatan Jakarta Catat 79 Kasus Virus HMPV Selama 2025
  • Pengetahuan Minim Hambat Pengendalian TBC Nasional
  • Inilah Gaya Hidup yang Memengaruhi Kesehatan Mata
  • Self Love, Kunci Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Diri

Sebagai solusi, dr. Tan menyarankan agar dapur MBG yang dikelola langsung oleh BGN tetap menyajikan makanan berbasis bahan segar dan kearifan lokal.

“Daripada memberikan makanan kemasan, dapur MBG bisa menyediakan menu berbuka yang lebih sehat seperti lemper, arem-arem, semar mendem, atau kroket. Ini lebih bernutrisi, halal, dan thayib tanpa bahan tambahan pabrikan,” ujarnya.

Kritik terhadap perubahan menu MBG ini semakin kuat seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan dampak negatif makanan ultraproses. BGN diharapkan dapat mengevaluasi kembali kebijakan ini agar tidak mengorbankan kesehatan anak-anak dalam jangka panjang.

Jangan Lewatkan:
  • Rebusan Seledri untuk Vitalitas Sehari-hari
  • Pemerintah Diminta Waspadai Defisit BPJS Kesehatan
  • Tanda-Tanda Tubuh Butuh Bantuan yang Sering Diabaikan
  • Minuman Ini Redakan Nyeri Haid
Badan Gizi Nasional Kesehatan Anak Makanan Instan MBG Ramadan Pola Makan Sehat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSistem “Si Mata Pejuang” Perkuat Daya Tarik Wisata Sangasanga
Next Article Kemenhub: Indonesia Airlines Belum Ajukan Izin Operasi

Informasi lainnya

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Libur Lebaran, Program MBG Hemat Rp5 Triliun

17 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Ketika Narkoba Dilindungi Oknum

Editorial Udex Mundzir

Hindari Jebakan Kehidupan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Kesehatan Tubuh: Kunci Kesuksesan Jamaah Haji Lansia dan Risti

Islami Alfi Salamah

ASN BKN Boleh WFA 2 Hari Seminggu, Efisiensi Anggaran dan Uji Kinerja Digital

Bisnis Assyifa

Pramuka Cisayong, Saatnya Bergerak

Opini Silva
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi