Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Imam Dunia 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 28 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pemerintah Diminta Waspadai Defisit BPJS Kesehatan

Defisit Rp20 triliun BPJS Kesehatan di 2024 menimbulkan kekhawatiran soal keberlanjutan layanan kesehatan.
SilvaSilva11 Januari 2025 Kesehatan
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay (.ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah segera mengantisipasi potensi defisit BPJS Kesehatan yang diproyeksikan mencapai Rp20 triliun di tahun 2024. Menurutnya, tanpa langkah strategis, defisit ini dapat berlanjut dan bahkan memicu gagal bayar dalam jangka panjang.

Saleh menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama defisit adalah meningkatnya jumlah pasien yang memanfaatkan layanan BPJS di rumah sakit, seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap program ini. Namun, tingginya tingkat pemanfaatan tersebut tidak diimbangi dengan disiplin pembayaran iuran oleh peserta.

“Semakin banyak pasien yang datang, semakin besar pula biaya yang harus dibayarkan ke rumah sakit. Sementara itu, banyak peserta BPJS yang tidak membayar iuran secara rutin, sehingga menambah beban keuangan,” jelas Saleh di Jakarta, Sabtu (11/01/2025).

Ia juga menyebut adanya rencana pemerintah untuk menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan pada Juli 2025 sebagai solusi defisit. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah ini dapat memicu gejolak di masyarakat, terutama karena kemampuan ekonomi banyak peserta masih terbatas.

Baca Juga:
  • Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
  • Kepesertaan Aktif JKN Jadi Syarat Pemohon SIM di Sidoarjo
  • WHO Mencabut Status Pandemi Covid-19 di Tengah Meningkatnya Kasus di Indonesia
  • Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

Saat ini, iuran BPJS Kesehatan adalah Rp150.000 untuk kelas 1, Rp100.000 untuk kelas 2, dan Rp42.000 untuk kelas 3 (Rp7.000 di antaranya disubsidi pemerintah). Menurut Saleh, kenaikan iuran harus disertai dengan kajian mendalam untuk memastikan kebijakan tersebut efektif mengatasi defisit tanpa memberatkan masyarakat.

“Apakah ada jaminan bahwa kenaikan iuran ini dapat mengatasi defisit jangka panjang? Jangan sampai solusi ini malah menimbulkan masalah baru,” tambahnya.

Saleh juga mengapresiasi kinerja BPJS Kesehatan yang berhasil meningkatkan jumlah peserta hingga lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama, meskipun menghadapi kendala anggaran.

Artikel Terkait:
  • Kerja Sama Indonesia-Swedia, RS Dharmais Terima Hibah Rp15,3 Miliar
  • Bayi Tertahan di RS Karena Biaya, Jaminan Kesehatan Dipertanyakan
  • Kemendukbangga Luncurkan Akademi Keluarga di Harganas 2025
  • Dokter Wayan Pemilik Rumah Sampah di Karawang Tetap Melayani Pasien

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk menemukan solusi strategis yang dapat menjaga stabilitas program BPJS tanpa memberatkan rakyat.

“Kita harus memastikan layanan BPJS Kesehatan tetap optimal, dan ini membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah, BPJS, dan fasilitas kesehatan,” tutup Saleh.

Jangan Lewatkan:
  • Inilah 5 Cara Terapkan Self Love di Kehidupan Sehari-hari
  • Mitos dan Fakta Seputar Vape yang Perlu Kamu Tahu
  • Merokok Setelah Olahraga, Kenali Risiko dan Bahaya bagi Kesehatan Tubuh
  • Tangisan Bakar Kalori: Fakta Ilmiah di Balik Air Mata
BPJS Kesehatan Defisit Anggaran Iuran BPJS Komisi VII DPR Layanan Kesehatan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleFraksi PKS Bahas Aspirasi Rakyat Kaltim di Balikpapan
Next Article Jepang Kirim Tim Ahli untuk Dukung Program Gizi di Indonesia

Informasi lainnya

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

7 Maret 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Larangan Baju Bekas: Tegas Boleh, Serampangan Jangan

Editorial Udex Mundzir

Koperasi Desa Tanpa Arah Nyata

Editorial Lisda Lisdiawati

10 Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan

Islami Alfi Salamah

Resep Puding Karamel Kukus Hanya dengan 1 Telur

Food Alfi Salamah

Abolisi Tak Sama Dengan Keadilan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi