Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 20 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pemerintah Diminta Waspadai Defisit BPJS Kesehatan

Defisit Rp20 triliun BPJS Kesehatan di 2024 menimbulkan kekhawatiran soal keberlanjutan layanan kesehatan.
SilvaSilva11 Januari 2025 Kesehatan
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay (.ant)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah segera mengantisipasi potensi defisit BPJS Kesehatan yang diproyeksikan mencapai Rp20 triliun di tahun 2024. Menurutnya, tanpa langkah strategis, defisit ini dapat berlanjut dan bahkan memicu gagal bayar dalam jangka panjang.

Saleh menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama defisit adalah meningkatnya jumlah pasien yang memanfaatkan layanan BPJS di rumah sakit, seiring dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap program ini. Namun, tingginya tingkat pemanfaatan tersebut tidak diimbangi dengan disiplin pembayaran iuran oleh peserta.

“Semakin banyak pasien yang datang, semakin besar pula biaya yang harus dibayarkan ke rumah sakit. Sementara itu, banyak peserta BPJS yang tidak membayar iuran secara rutin, sehingga menambah beban keuangan,” jelas Saleh di Jakarta, Sabtu (11/01/2025).

Ia juga menyebut adanya rencana pemerintah untuk menaikkan iuran peserta BPJS Kesehatan pada Juli 2025 sebagai solusi defisit. Namun, ia mengingatkan bahwa langkah ini dapat memicu gejolak di masyarakat, terutama karena kemampuan ekonomi banyak peserta masih terbatas.

Baca Juga:
  • Tetap Sehat saat Traveling
  • Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental
  • Prabowo Gratiskan Pemeriksaan Kesehatan bagi yang Ulang Tahun
  • Meluruskan Konsep Self Love, Cinta Diri yang Sehat dan Seimbang

Saat ini, iuran BPJS Kesehatan adalah Rp150.000 untuk kelas 1, Rp100.000 untuk kelas 2, dan Rp42.000 untuk kelas 3 (Rp7.000 di antaranya disubsidi pemerintah). Menurut Saleh, kenaikan iuran harus disertai dengan kajian mendalam untuk memastikan kebijakan tersebut efektif mengatasi defisit tanpa memberatkan masyarakat.

“Apakah ada jaminan bahwa kenaikan iuran ini dapat mengatasi defisit jangka panjang? Jangan sampai solusi ini malah menimbulkan masalah baru,” tambahnya.

Saleh juga mengapresiasi kinerja BPJS Kesehatan yang berhasil meningkatkan jumlah peserta hingga lebih dari 98 persen penduduk Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama, meskipun menghadapi kendala anggaran.

Artikel Terkait:
  • Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit
  • Cara Mudah Mengurangi Gula dan Garam untuk Hidup Sehat
  • Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat
  • Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk menemukan solusi strategis yang dapat menjaga stabilitas program BPJS tanpa memberatkan rakyat.

“Kita harus memastikan layanan BPJS Kesehatan tetap optimal, dan ini membutuhkan koordinasi yang baik antara pemerintah, BPJS, dan fasilitas kesehatan,” tutup Saleh.

Jangan Lewatkan:
  • Dugaan Pemotongan Anggaran MBG, Apakah Cukup untuk Gizi Anak?
  • Dinas Kesehatan Jakarta Catat 79 Kasus Virus HMPV Selama 2025
  • Deklarasi Sinergi Keuskupan Agung Samarinda Melawan Stunting
  • Rahasia Alami Membersihkan Usus Secara Efektif
BPJS Kesehatan Defisit Anggaran Iuran BPJS Komisi VII DPR Layanan Kesehatan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleFraksi PKS Bahas Aspirasi Rakyat Kaltim di Balikpapan
Next Article Jepang Kirim Tim Ahli untuk Dukung Program Gizi di Indonesia

Informasi lainnya

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Ibnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia

Profil Alfi Salamah

Belajar dari Kegagalan, Tips Bangkit dari Kekalahan dengan Penuh Semangat

Opini Alfi Salamah

Keistimewaan Haji Lansia: Ihram Pengganti di Gelombang Kedua

Islami Alfi Salamah

Barang yang Jarang Dipakai Akan Dihisab di Akhirat

Islami Ericka

Keberkahan Jamaah Haji Merasa Senang Dekat Masjid Nabawi

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi