Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

Wulla Poddu, Bulan Sakral yang Hidup di Sumba

Mengenal Suku Kajang, Penjaga Hutan Adat Bulukumba

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 8 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Waspadai Tanda Masalah Usus Sejak Dini

Usus sehat, hidup lebih kuat. Semua berawal dari pencernaan yang seimbang.
Alfi SalamahAlfi Salamah4 Agustus 2025 Kesehatan
Waspadai Tanda Masalah Usus
Ilistrasi Waspadai Tanda Masalah Usus (IST)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Kesehatan usus kerap kali dianggap sepele, padahal fungsinya sangat penting bagi sistem imun, metabolisme, hingga kestabilan emosi. Ketika terjadi ketidakseimbangan mikrobiota dalam usus atau adanya inflamasi di saluran cerna, dampaknya bisa menjalar ke berbagai bagian tubuh.

Gangguan yang muncul pun sering tidak langsung dikaitkan dengan usus, seperti jerawat, mood swing, bahkan gangguan autoimun. Berikut ini berbagai tanda umum yang bisa menunjukkan bahwa ada masalah di saluran cerna atau usus yang perlu diperhatikan.

Masalah Pencernaan: Kembung, Kentut, Diare

Tanda paling umum dari gangguan usus adalah masalah pencernaan. Kembung yang sering, buang gas berlebihan, serta diare yang berulang bisa menjadi sinyal bahwa mikroba di usus sedang tidak seimbang. Ini bisa disebabkan oleh konsumsi makanan tidak sehat, stres, infeksi bakteri atau virus, atau efek samping obat tertentu seperti antibiotik.

Ketika sistem pencernaan terganggu, tubuh tidak dapat menyerap nutrisi secara optimal. Ini berpengaruh langsung pada sistem kekebalan, energi, dan kesehatan organ lainnya.

Sensitivitas terhadap Makanan

Jika tubuh sering menunjukkan reaksi negatif setelah mengonsumsi makanan tertentu—seperti kram perut, mual, gatal-gatal, atau diare—kemungkinan besar ada ketidakseimbangan mikrobiota atau lapisan usus yang mulai melemah. Kondisi ini biasa dikenal sebagai leaky gut syndrome, di mana lapisan usus menjadi lebih permeabel dari normal, sehingga memungkinkan zat asing masuk ke dalam aliran darah.

Sensitivitas makanan ini berbeda dari alergi. Reaksinya bisa tertunda dan tidak selalu parah, tetapi jika terus-menerus diabaikan, dapat menimbulkan peradangan sistemik yang lebih luas.

Sering Lelah, Mudah Mengantuk

Rasa lelah yang tidak kunjung hilang walau sudah cukup tidur bisa menjadi indikator adanya masalah di sistem pencernaan. Usus yang terganggu akan sulit menyerap nutrisi penting seperti zat besi, vitamin B12, dan magnesium. Ketiganya penting untuk produksi energi dan fungsi sistem saraf.

Baca Juga:
  • Sehat Mental di Tengah Serbuan Digital
  • Lanny Mulqie: Pola Hidup Sehat Kunci Kelola Hipertensi
  • Menu MBG Ramadan Diganti Instan, Ahli Gizi: Berisiko Sesat Pikir
  • Tetap Sehat saat Traveling

Selain itu, usus juga berperan dalam produksi hormon serotonin dan melatonin, yang berhubungan langsung dengan kualitas tidur dan suasana hati. Jika keseimbangan terganggu, maka rasa lelah akan menjadi keluhan harian.

Perubahan Mood dan Emosi Tidak Stabil

Usus sering disebut sebagai “otak kedua” karena mengandung lebih dari 100 juta neuron dan menghasilkan hingga 90% serotonin tubuh. Ketika mikrobiota usus terganggu, proses produksi serotonin juga ikut terpengaruh. Hasilnya bisa berupa perubahan mood, mudah marah, cemas, hingga gangguan depresi ringan.

Studi juga menunjukkan hubungan langsung antara ketidakseimbangan flora usus dengan kondisi seperti gangguan kecemasan dan bipolar. Ini menunjukkan bahwa kesehatan mental tak lepas dari kondisi saluran cerna.

Masalah Kulit Seperti Jerawat, Eksim, Rosacea

Kulit bisa menjadi cerminan dari kondisi dalam tubuh. Ketika usus mengalami peradangan atau tidak berfungsi optimal dalam detoksifikasi, racun akan mencari jalan keluar lain—salah satunya lewat kulit. Akibatnya, muncul breakout, eksim, rosacea, atau jerawat yang tidak kunjung sembuh.

Pola makan tinggi gula, lemak jenuh, dan rendah serat sangat berkontribusi pada rusaknya flora usus. Membersihkan pola makan dan menyeimbangkan kembali mikrobiota usus dapat memperbaiki kondisi kulit dari dalam.

Penyakit Autoimun

Dalam banyak kasus, gangguan autoimun seperti lupus, rheumatoid arthritis, atau Hashimoto’s thyroiditis memiliki kaitan dengan usus yang bocor atau leaky gut. Ketika dinding usus tidak dapat menyaring zat asing dengan baik, sistem imun akan menyerang sel-sel tubuh sendiri karena keliru mengenali ancaman.

Oleh karena itu, menjaga integritas usus sangat penting untuk mencegah atau mengelola penyakit autoimun. Langkah utamanya adalah menghindari pemicu peradangan, memperbaiki pola makan, dan mengonsumsi makanan yang memperkuat lapisan usus.

Artikel Terkait:
  • Mengenali Anjing Rabies: Ciri-Ciri dan Langkah Cegah Penularannya
  • Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh
  • BPOM Terbitkan Izin Edar untuk Dua Obat Kanker Baru
  • Self Love, Kunci Kesehatan Mental dan Kebahagiaan Diri

Sulit Buang Air Besar

Masalah konstipasi juga merupakan salah satu gejala gangguan usus yang umum. Sering sembelit bisa mengindikasikan kekurangan serat, dehidrasi, atau kurangnya bakteri baik dalam usus. Jika feses tertahan terlalu lama, racun bisa terserap kembali ke dalam tubuh dan menimbulkan gejala lain seperti bau mulut, sakit kepala, dan kulit kusam.

Untuk mengatasi hal ini, penting untuk meningkatkan konsumsi serat dari sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan memperbanyak air putih. Probiotik dari sumber alami juga bisa membantu memperlancar pencernaan.

Mudah Lupa dan Sulit Konsentrasi

Gangguan fokus dan ingatan ternyata juga berkaitan dengan usus. Hal ini disebabkan oleh peradangan sistemik dan gangguan penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan otak. Mikroba usus berperan dalam produksi asam amino dan vitamin B yang penting untuk fungsi kognitif.

Jika kamu sering merasa linglung, sulit konsentrasi, atau mudah lupa, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan zat gizi karena gangguan di sistem cerna.

Infeksi atau Peradangan yang Berulang

Sistem imun sangat bergantung pada kondisi mikrobiota usus. Ketika flora usus rusak, tubuh lebih mudah terkena infeksi dan peradangan. Ini bisa berupa flu yang sering kambuh, sariawan, radang tenggorokan, atau masalah kulit yang tidak kunjung sembuh.

Mengonsumsi makanan tinggi antioksidan, menghindari antibiotik yang tidak perlu, dan menjaga keseimbangan bakteri usus sangat dianjurkan untuk menguatkan daya tahan tubuh secara alami.

Jangan Lewatkan:
  • Prabowo Gratiskan Pemeriksaan Kesehatan bagi yang Ulang Tahun
  • Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?
  • Gedung Imdaad Hamid RSKD Balikpapan Siap Tangani Penyakit Infeksius dan Stroke
  • Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

Waktu Tepat Periksa Kesehatan Usus

Jika kamu mengalami dua atau lebih gejala di atas secara bersamaan dan berlangsung terus-menerus, ada baiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Pemeriksaan sederhana seperti uji sensitivitas makanan, analisa mikrobiota usus, atau tes darah bisa membantu menemukan penyebab masalah secara lebih akurat.

Mengatur pola makan dengan prinsip anti-inflamasi, cukup tidur, aktif bergerak, dan mengurangi stres adalah fondasi utama untuk menjaga usus tetap sehat dan seimbang.

Kesehatan Holistik Kesehatan Usus Masalah Pencernaan Mikrobiota Usus Tanda Usus Tidak Sehat
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh
Next Article Pemerintah Gunakan DNA untuk Lacak Tiga Jemaah Haji Hilang

Informasi lainnya

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Literasi Digital untuk Remaja, Pentingnya Menguasai Keterampilan di Era Informasi

Refleksi Alfi Salamah

Adab dan Sunnah Menyambut Ibadah Qurban

Islami Udex Mundzir

Siswa SMA di Kebumen Patungan untuk Teman

Happy Assyifa

Anne Avantie, Dari Dua Mesin Jahit ke Panggung Dunia

Biografi Alfi Salamah

LPDP: Hibah atau Pinjaman?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi