Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 1 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

Dugaan penularan antarmanusia Andes virus di MV Hondius memicu kekhawatiran baru kesehatan global.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati9 Mei 2026 Kesehatan
WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar
Hantavirus di kapal pesiar bikin dunia siaga, WHO ungkap temuan baru soal penyebaran virus mematikan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Laut yang tenang belum tentu membawa kabar damai.” Kalimat itu seolah menggambarkan situasi di kapal pesiar MV Hondius yang kini menjadi sorotan dunia setelah muncul klaster Hantavirus mematikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai mengungkap tabir penyebaran virus tersebut, memunculkan dugaan bahwa penularan tidak hanya berasal dari lingkungan, melainkan kemungkinan terjadi antar penumpang selama pelayaran berlangsung.

Perkembangan terbaru kasus ini diumumkan WHO dalam laporan Disease Outbreak News (DONs) tertanggal Jumat (8/5/2026). Laporan tersebut memuat hasil investigasi awal terhadap wabah penyakit pernapasan berat (severe respiratory illness) yang dilaporkan sejak Jumat (2/5/2026).

Hingga kini, enam orang dipastikan terinfeksi Hantavirus jenis Andes virus (ANDV) berdasarkan pemeriksaan PCR dan sekuensing, sementara dua lainnya masih masuk kategori probable case. Dengan demikian, total delapan kasus terkait kapal pesiar itu tengah dipantau otoritas kesehatan internasional.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, menyebut situasi ini menjadi perhatian serius komunitas medis global karena tingkat fatalitas penyakit tergolong tinggi.

“Per tanggal 8 Mei kemarin sudah ada enam kasus terkonfirmasi secara laboratorium dan semuanya adalah Hantavirus jenis Andes virus sesuai hasil pemeriksaan PCR atau sekuensing,” kata Tjandra dalam keterangannya pada Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga:
  • Waspadai Gejala Alergi, Kenali Pemicunya dan Lindungi Diri!
  • Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?
  • Wacana Dokter Umum Boleh Operasi Caesar Dikritik Keras
  • Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan setelah tiga pasien dilaporkan meninggal dunia. Artinya, tingkat kematian kasus atau case fatality ratio mendekati 38 persen, angka yang dinilai cukup tinggi untuk penyakit infeksi dengan penyebaran yang masih ditelusuri.

“Jadi angka kematiannya hampir 40 persen. Ini tentu cukup tinggi dan mengkhawatirkan,” ujarnya.

Investigasi WHO kini mengarah pada dugaan bahwa pasien pertama kemungkinan telah terpapar virus sebelum naik ke kapal pesiar, diduga saat berada di wilayah Argentina dan Chile. Paparan lingkungan, terutama dari hewan pengerat pembawa virus, menjadi hipotesis awal yang tengah dikaji lebih lanjut.

“Kasus pertama nampaknya sangat mungkin terinfeksi Hantavirus sebelum naik ke kapal pesiar melalui paparan lingkungan saat berada di Argentina dan Chile,” katanya.

Namun, perhatian para ahli tertuju pada pola penyebaran kasus berikutnya. Andes virus diketahui sebagai salah satu varian Hantavirus langka yang dalam kondisi tertentu dapat menular antarmanusia, berbeda dari sebagian besar Hantavirus lain yang umumnya hanya berpindah dari tikus ke manusia melalui urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat.

Artikel Terkait:
  • Tetap Sehat saat Traveling
  • Samarinda Sehat: BPOM Verifikasi 11 Kantin Sekolah Aman untuk Siswa
  • Menu MBG Ramadan Diganti Instan, Ahli Gizi: Berisiko Sesat Pikir
  • Pentingnya Mengonsumsi Sayuran untuk Kesehatan

Kasus ini juga menjadi lebih kompleks karena pasien terkait wabah telah berpindah ke sejumlah negara. WHO mencatat beberapa pasien telah dievakuasi dari Cabo Verde menuju Belanda, sementara lainnya tersebar di Afrika Selatan, Swiss, hingga Jerman. Seorang pasien yang sempat diperiksa di Jerman dipastikan negatif setelah hasil PCR dan serologi tidak menunjukkan infeksi Hantavirus.

Di tengah investigasi tersebut, seorang awak kabin maskapai penerbangan internasional sempat menjalani observasi setelah melakukan kontak dengan pasien. Meski begitu, hasil pemeriksaan laboratorium terbaru menunjukkan hasil negatif sehingga tidak masuk kategori kasus.

Kewaspadaan regional juga mulai diperkuat mengingat terdapat warga negara ASEAN, termasuk dari Filipina dan Singapura, yang berada di kapal pesiar itu. Hingga kini memang belum ditemukan indikasi penyebaran luas di Asia Tenggara, tetapi pemantauan terhadap kontak erat tetap berlangsung sebagai langkah antisipatif.

Kasus Hantavirus di MV Hondius menjadi pengingat bahwa mobilitas global dapat mempercepat tantangan kesehatan lintas negara. Sambil menunggu hasil investigasi epidemiologi WHO, dunia kesehatan kini memusatkan perhatian pada satu pertanyaan besar: apakah Andes virus benar-benar menyebar antar manusia di tengah pelayaran panjang tersebut.

Jangan Lewatkan:
  • IDAI Imbau Orang Tua: Vaksinasi Anak Sebelum Mudik Lebaran
  • Program Cek Kesehatan Gratis Sasar 53,8 Juta Siswa Mulai 4 Agustus
  • Mulai Juli 2025, Cek Kesehatan Gratis Diperluas ke Sekolah dan Pesantren
  • Kerja Sama Indonesia-Swedia, RS Dharmais Terima Hibah Rp15,3 Miliar

Andes Virus Hantavirus Kesehatan Global MV Hondius WHO
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMakna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim
Next Article Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

Informasi lainnya

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

25 September 2026

Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan

11 September 2026

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’

Editorial Udex Mundzir

Keindahan Ranu Kumbolo, Surga Tersembunyi di Punggung Semeru

Travel Alfi Salamah

Panduan Lengkap Berpakaian untuk Wanita Muslimah Menurut Islam

Islami Udex Mundzir

Mau Upgrade Diri? Inilah 5 Buku yang Wajib Kamu Baca di Awal Tahun

Daily Tips Alfi Salamah

Pemblokiran Rekening Tanpa Akal

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Hamangkunegoro Dinobatkan sebagai Pakubuwono XIV di Surakarta

UNESCO Akui 5 Arsip Indonesia Sebagai Warisan Dunia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi