Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 12 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

Dugaan penularan antarmanusia Andes virus di MV Hondius memicu kekhawatiran baru kesehatan global.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati9 Mei 2026 Lainnya
WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar
Hantavirus di kapal pesiar bikin dunia siaga, WHO ungkap temuan baru soal penyebaran virus mematikan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Laut yang tenang belum tentu membawa kabar damai.” Kalimat itu seolah menggambarkan situasi di kapal pesiar MV Hondius yang kini menjadi sorotan dunia setelah muncul klaster Hantavirus mematikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai mengungkap tabir penyebaran virus tersebut, memunculkan dugaan bahwa penularan tidak hanya berasal dari lingkungan, melainkan kemungkinan terjadi antar penumpang selama pelayaran berlangsung.

Perkembangan terbaru kasus ini diumumkan WHO dalam laporan Disease Outbreak News (DONs) tertanggal Jumat (8/5/2026). Laporan tersebut memuat hasil investigasi awal terhadap wabah penyakit pernapasan berat (severe respiratory illness) yang dilaporkan sejak Jumat (2/5/2026).

Hingga kini, enam orang dipastikan terinfeksi Hantavirus jenis Andes virus (ANDV) berdasarkan pemeriksaan PCR dan sekuensing, sementara dua lainnya masih masuk kategori probable case. Dengan demikian, total delapan kasus terkait kapal pesiar itu tengah dipantau otoritas kesehatan internasional.

Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof. Tjandra Yoga Aditama, menyebut situasi ini menjadi perhatian serius komunitas medis global karena tingkat fatalitas penyakit tergolong tinggi.

“Per tanggal 8 Mei kemarin sudah ada enam kasus terkonfirmasi secara laboratorium dan semuanya adalah Hantavirus jenis Andes virus sesuai hasil pemeriksaan PCR atau sekuensing,” kata Tjandra dalam keterangannya pada Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga:
  • Batas Usia Pensiun Naik Jadi 59 Tahun pada 2025
  • Rutinitas Kebersihan Rumah yang Bikin Hidup Lebih Nyaman
  • Penutupan Masa Sidang I DPRD Kaltim Diselipi Tiga Refleksi Nasional
  • Prabowo Hadiri May Day, Disebut Sejarah Sejak Era Bung Karno

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan setelah tiga pasien dilaporkan meninggal dunia. Artinya, tingkat kematian kasus atau case fatality ratio mendekati 38 persen, angka yang dinilai cukup tinggi untuk penyakit infeksi dengan penyebaran yang masih ditelusuri.

“Jadi angka kematiannya hampir 40 persen. Ini tentu cukup tinggi dan mengkhawatirkan,” ujarnya.

Investigasi WHO kini mengarah pada dugaan bahwa pasien pertama kemungkinan telah terpapar virus sebelum naik ke kapal pesiar, diduga saat berada di wilayah Argentina dan Chile. Paparan lingkungan, terutama dari hewan pengerat pembawa virus, menjadi hipotesis awal yang tengah dikaji lebih lanjut.

“Kasus pertama nampaknya sangat mungkin terinfeksi Hantavirus sebelum naik ke kapal pesiar melalui paparan lingkungan saat berada di Argentina dan Chile,” katanya.

Namun, perhatian para ahli tertuju pada pola penyebaran kasus berikutnya. Andes virus diketahui sebagai salah satu varian Hantavirus langka yang dalam kondisi tertentu dapat menular antarmanusia, berbeda dari sebagian besar Hantavirus lain yang umumnya hanya berpindah dari tikus ke manusia melalui urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat.

Artikel Terkait:
  • Alam dan Ego Pembangunan
  • Benturan Kekuasaan dan Kemanusiaan
  • Biaya Haji 2026 Berpeluang Turun Lewat Kontrak Jangka Panjang
  • Bapanas Tegaskan Beras Medium dan Premium Tak Kena PPN

Kasus ini juga menjadi lebih kompleks karena pasien terkait wabah telah berpindah ke sejumlah negara. WHO mencatat beberapa pasien telah dievakuasi dari Cabo Verde menuju Belanda, sementara lainnya tersebar di Afrika Selatan, Swiss, hingga Jerman. Seorang pasien yang sempat diperiksa di Jerman dipastikan negatif setelah hasil PCR dan serologi tidak menunjukkan infeksi Hantavirus.

Di tengah investigasi tersebut, seorang awak kabin maskapai penerbangan internasional sempat menjalani observasi setelah melakukan kontak dengan pasien. Meski begitu, hasil pemeriksaan laboratorium terbaru menunjukkan hasil negatif sehingga tidak masuk kategori kasus.

Kewaspadaan regional juga mulai diperkuat mengingat terdapat warga negara ASEAN, termasuk dari Filipina dan Singapura, yang berada di kapal pesiar itu. Hingga kini memang belum ditemukan indikasi penyebaran luas di Asia Tenggara, tetapi pemantauan terhadap kontak erat tetap berlangsung sebagai langkah antisipatif.

Kasus Hantavirus di MV Hondius menjadi pengingat bahwa mobilitas global dapat mempercepat tantangan kesehatan lintas negara. Sambil menunggu hasil investigasi epidemiologi WHO, dunia kesehatan kini memusatkan perhatian pada satu pertanyaan besar: apakah Andes virus benar-benar menyebar antar manusia di tengah pelayaran panjang tersebut.

Jangan Lewatkan:
  • Kwarnas Pramuka: Sertifikasi Tenaga Pendidik di Luar Pusdiklatnas Tidak Sah
  • Xiaomi Smart Camera C400
  • Rendi Solihin Buka Takjil War Perdana di Tenggarong
  • Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah

Andes Virus Hantavirus Kesehatan Global MV Hondius WHO
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMakna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim
Next Article Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

Informasi lainnya

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Xiaomi Smart Camera C400

22 April 2026

Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah

18 April 2026

Gempa Susulan 5,2 Guncang Bitung, Total 484 Kali

3 April 2026

Ombudsman Temukan Selisih Bayar TPP Nakes Berau

9 Desember 2025

Biaya Haji 2026 Berpeluang Turun Lewat Kontrak Jangka Panjang

29 Oktober 2025
Paling Sering Dibaca

Taman di Jakarta akan Dibuka 24 Jam, Siapa yang Jaga?

Editorial Udex Mundzir

Pengalaman Naik Bus Umum Samarinda-Balikpapan: Tiket Murah, Musik Dangdut, dan Jalanan Bergelombang

Travel Udex Mundzir

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Islami Alfi Salamah

Cara Membuat Kimchi Korea Autentik

Food Alfi Salamah

Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa

Editorial Lisda Lisdiawati
Berita Lainnya
Hukum
Ericka5 Agustus 2025

Silfester Matutina Dieksekusi Terkait Fitnah Jusuf Kalla

Pelayanan Terbaik Arab Saudi untuk Jamaah Haji Indonesia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi