Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 9 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

Penelitian terbaru mengungkap buah dan sayur yang sering dikonsumsi mengandung mikroplastik dalam jumlah tinggi.
Alfi SalamahAlfi Salamah19 April 2026 Kesehatan
Buah-buahan
Buah-buahan dan sayuran yang menggandung mikroplastik
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Sejumlah penelitian terbaru mengungkap bahwa buah dan sayuran yang umum dikonsumsi masyarakat mengandung partikel mikroplastik dalam jumlah signifikan. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi dampaknya terhadap kesehatan manusia.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research pada Februari 2024 menunjukkan bahwa hampir 90 persen sampel protein yang diteliti, termasuk daging, makanan laut, dan alternatif nabati, mengandung mikroplastik. Selain itu, penelitian lain juga menyoroti kontaminasi mikroplastik pada buah dan sayuran.

Studi yang terbit pada Agustus 2020 menemukan bahwa berbagai jenis buah dan sayur mengandung sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer. Mikroplastik ini dapat masuk ke dalam jaringan tanaman melalui air dan tanah yang telah terkontaminasi.

Apel dan wortel tercatat sebagai komoditas dengan tingkat kontaminasi tertinggi. Apel mengandung rata-rata 195.500 partikel mikroplastik per gram, sementara pir sekitar 189.500 partikel per gram. Pada kelompok sayuran, brokoli dan wortel juga menunjukkan angka lebih dari 100.000 partikel per gram.

Baca Juga:
  • Sarapan Sehat, Hidup Lebih Kuat
  • Kemenkes Imbau Waspada Covid-19 Meski Kasus di Indonesia Turun
  • Menu MBG Ramadan Diganti Instan, Ahli Gizi: Berisiko Sesat Pikir
  • Program Cek Kesehatan Gratis Sasar 53,8 Juta Siswa Mulai 4 Agustus

“Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga mengonsumsi mikroplastik,” ujar Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur yang berbasis di Hong Kong.

Penelitian lain dari Universitas Catania, Italia, juga menemukan keberadaan mikroplastik dalam buah dan sayuran seperti apel, pir, wortel, dan selada. Partikel plastik terkecil ditemukan pada wortel, sementara ukuran terbesar ditemukan pada selada.

Para peneliti menjelaskan bahwa mikroplastik dapat diserap oleh akar tanaman, kemudian terakumulasi dalam jaringan yang dikonsumsi manusia. Hal ini menunjukkan bahwa kontaminasi tidak hanya terjadi di permukaan, tetapi juga di bagian dalam bahan pangan.

Artikel Terkait:
  • Tempe, Superfood Lokal untuk Kesehatan dan Kecantikan
  • Burnout Diam-Diam di Anak Muda
  • Cara Mudah Mengurangi Gula dan Garam untuk Hidup Sehat
  • Babi di Pulau Bulan, Batam Terdampak Wabah Demam Babi Afrika

Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yang tidak terlihat oleh mata. Partikel ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan, minuman, maupun udara yang terhirup.
Para ahli menilai diperlukan upaya pengendalian pencemaran plastik, terutama pada sektor pertanian dan lingkungan.

Pengawasan terhadap kualitas air dan tanah menjadi penting untuk mengurangi risiko kontaminasi pada bahan pangan.
Temuan ini menjadi perhatian karena buah dan sayur merupakan bagian penting dari pola makan sehat masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Dugaan Pemotongan Anggaran MBG, Apakah Cukup untuk Gizi Anak?
  • Sehat Mental di Tengah Serbuan Digital
  • Kemenkes Kirim Dokter Belajar Penanganan Jantung ke Luar Negeri
  • Waspadai Gejala Alergi, Kenali Pemicunya dan Lindungi Diri!
Kesehatan Mikroplastik Pangan Penelitian Tercemar Plastik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePakar ITB Soroti IKN, Cermin Krisis Perencanaan
Next Article Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Informasi lainnya

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

14 Maret 2026

Kemenkes Ingatkan Risiko Sentuh Bayi Saat Lebaran

7 Maret 2026

Burnout Diam-Diam di Anak Muda

12 Februari 2026

Detoks Digital: Jaga Kesehatan Mental

11 Februari 2026
Paling Sering Dibaca

Beban Mental dalam Pernikahan

Happy Alfi Salamah

Menakar Usia Ideal Penggunaan HP bagi Anak

Editorial Udex Mundzir

Jejak Warisan dan Peluang di Desa Krampon

Editorial Udex Mundzir

Roehana Koeddoes: Jejak Emansipasi Sang Pionir Pers

Biografi Alfi Salamah

Senyum di Tengah Derita

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi