Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 10 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pakar ITB Soroti IKN, Cermin Krisis Perencanaan

Megaproyek IKN dan Kertajati dinilai mencerminkan lemahnya budaya perencanaan pembangunan nasional jangka panjang.
Alfi SalamahAlfi Salamah18 April 2026 Nasional
IKN
IKN (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga operasional Bandara Kertajati yang belum optimal dinilai menjadi tanda adanya krisis dalam budaya perencanaan nasional yang sehat.

Kritik tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), Harun Al Rasyid Lubis, pada Sabtu (18/04/2026). Ia menilai terdapat kesenjangan antara ambisi besar yang dirancang di atas kertas dengan realitas teknis di lapangan.

Menurutnya, perencanaan pembangunan seharusnya bertumpu pada studi kelayakan yang matang serta visi jangka panjang, namun dalam praktiknya hal tersebut belum sepenuhnya terjadi, termasuk pada proyek IKN yang dinilai muncul tanpa perencanaan urban yang komprehensif dalam kerangka pembangunan nasional.

“Kita bicara kota tapi kita tidak punya undang-undang perkotaan. Mestinya kita punya undang-undang kota, IKN itu sebagai salah satu strategi perencanaan kota,” tegas Harun Al Rasyid Lubis.

Ia menjelaskan, pembangunan IKN semestinya menjadi bagian dari strategi urbanisasi nasional yang terintegrasi, bukan proyek yang berdiri sendiri. Ketiadaan payung hukum yang kuat terkait tata kota dinilai membuat arah pembangunan menjadi tidak konsisten dan berisiko menimbulkan masalah di masa depan.

Baca Juga:
  • Transisi Energi yang Adil, Bukan Sekedar Menurunkan Emisi Karbon
  • Politisi PDIP DKI Meminta Kejaksaan Menginvestigasi Masalah Halte Transjakarta Revitalisasi Era Anies
  • BPH Migas Dapat Wewenang Baru Awasi Distribusi Elpiji 3 Kg
  • Bus Pariwisata Terperosok di Guci: Isu Anak Menarik Tuas Rem?

Fenomena serupa, lanjut Harun, juga terlihat pada Bandara Kertajati di Jawa Barat. Sepinya aktivitas di bandara tersebut disebut bukan sekadar persoalan operasional, melainkan dampak dari studi kelayakan yang kurang matang sejak awal pembangunan. Akibatnya, terjadi ketidaksesuaian antara kapasitas infrastruktur yang dibangun dengan kebutuhan riil masyarakat dan pasar.

Selain itu, Harun menyoroti lemahnya koordinasi antar lembaga sebagai faktor yang memperparah kondisi ini. Menurutnya, pembangunan nasional masih kerap terjebak dalam ego sektoral antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga rencana besar sering kali tidak berjalan efektif.

“Satu yang mengatur, melihat masa depan, rencana. Satu lagi yang mengoperasi. Jangan digabung,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kehadiran lembaga independen yang berperan sebagai pengawas atau wasit dalam pembangunan, guna memastikan setiap proyek berjalan sesuai rencana dan prinsip akuntabilitas. Tanpa mekanisme tersebut, masterplan pembangunan berpotensi hanya menjadi dokumen tanpa implementasi nyata.

Artikel Terkait:
  • Komdigi Bekukan Worldcoin karena Diduga Langgar Regulasi PSE
  • Ketapanrame, Wisata Desa Terbaik di Indonesia
  • Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026
  • Kejaksaan Agung Terima Penghargaan Sebagai Pengelola Rekening Pemerintah dalam Bentuk Virtual Account

Dalam konteks yang lebih luas, Harun juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki berbagai target ambisius seperti Net Zero Emission 2060 dan peningkatan penggunaan transportasi umum di perkotaan. Namun, tanpa perubahan mendasar dalam budaya perencanaan dan eksekusi, target-target tersebut berisiko sulit tercapai.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur seharusnya tidak hanya menjadi simbol ambisi politik jangka pendek, tetapi harus berlandaskan konsistensi, evaluasi teknis yang transparan, serta komitmen terhadap rencana jangka panjang.

Pada akhirnya, kritik ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh megahnya proyek, tetapi oleh kuatnya fondasi perencanaan yang menopangnya.

Jangan Lewatkan:
  • Kementan Sidak Gudang Daging Impor
  • Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali
  • Atasi Defisit Beras, Pemerintah Impor 3 Juta Ton Beras
  • Pelaku UMKM Kesulitan Jadi Mitra MBG, Syarat Dinilai Berat

IKN ITB Kertajati Pembangunan Nasional Perencanaan Infrastruktur
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru
Next Article Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

Informasi lainnya

Gempa M 6,7 Guncang Palu, BMKG Pastikan Tak Picu Tsunami

16 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

4.151 Personel Gabungan Kawal Aksi Mahasiswa di Jakarta

12 Juni 2026

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

8 Juni 2026

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

18 Mei 2026

Dandhy Laksono Soroti Dugaan Pembajakan Film

18 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik

Opini Udex Mundzir

Modal Waktu

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Sikap dan Model Kepemimpinan dalam NU: Antara Kepentingan dan Prinsip

Gagasan Adit Musthofa

Sejarah Perjalanan Haji Masa Kerajaan Nusantara

Islami Ericka

Ladang Ganja di Bromo: Polisi Tidak Tahu atau Tutup Mata?

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah15 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Android Siapkan Mode Desktop Pintar untuk Lawan DeX

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi