Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 8 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pakar ITB Soroti IKN, Cermin Krisis Perencanaan

Megaproyek IKN dan Kertajati dinilai mencerminkan lemahnya budaya perencanaan pembangunan nasional jangka panjang.
Alfi SalamahAlfi Salamah18 April 2026 Nasional
IKN
IKN (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bandung – Megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN) hingga operasional Bandara Kertajati yang belum optimal dinilai menjadi tanda adanya krisis dalam budaya perencanaan nasional yang sehat.

Kritik tersebut disampaikan Guru Besar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB), Harun Al Rasyid Lubis, pada Sabtu (18/04/2026). Ia menilai terdapat kesenjangan antara ambisi besar yang dirancang di atas kertas dengan realitas teknis di lapangan.

Menurutnya, perencanaan pembangunan seharusnya bertumpu pada studi kelayakan yang matang serta visi jangka panjang, namun dalam praktiknya hal tersebut belum sepenuhnya terjadi, termasuk pada proyek IKN yang dinilai muncul tanpa perencanaan urban yang komprehensif dalam kerangka pembangunan nasional.

“Kita bicara kota tapi kita tidak punya undang-undang perkotaan. Mestinya kita punya undang-undang kota, IKN itu sebagai salah satu strategi perencanaan kota,” tegas Harun Al Rasyid Lubis.

Ia menjelaskan, pembangunan IKN semestinya menjadi bagian dari strategi urbanisasi nasional yang terintegrasi, bukan proyek yang berdiri sendiri. Ketiadaan payung hukum yang kuat terkait tata kota dinilai membuat arah pembangunan menjadi tidak konsisten dan berisiko menimbulkan masalah di masa depan.

Baca Juga:
  • Malam Anugerah JMSI Kaltim Award 2024, Menteri HAM: Media Harus Pancarkan Kebenaran
  • Pesona dan Berkah, Pesan Khusus untuk Jamaah Haji Lagos
  • Bandara NYIA Mengalami Peningkatan Pergerakan Pesawat dan Penumpang
  • MTQN XXX 2024 di Kaltim Hadirkan Lomba Seni Kaligrafi Digital

Fenomena serupa, lanjut Harun, juga terlihat pada Bandara Kertajati di Jawa Barat. Sepinya aktivitas di bandara tersebut disebut bukan sekadar persoalan operasional, melainkan dampak dari studi kelayakan yang kurang matang sejak awal pembangunan. Akibatnya, terjadi ketidaksesuaian antara kapasitas infrastruktur yang dibangun dengan kebutuhan riil masyarakat dan pasar.

Selain itu, Harun menyoroti lemahnya koordinasi antar lembaga sebagai faktor yang memperparah kondisi ini. Menurutnya, pembangunan nasional masih kerap terjebak dalam ego sektoral antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga rencana besar sering kali tidak berjalan efektif.

“Satu yang mengatur, melihat masa depan, rencana. Satu lagi yang mengoperasi. Jangan digabung,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya kehadiran lembaga independen yang berperan sebagai pengawas atau wasit dalam pembangunan, guna memastikan setiap proyek berjalan sesuai rencana dan prinsip akuntabilitas. Tanpa mekanisme tersebut, masterplan pembangunan berpotensi hanya menjadi dokumen tanpa implementasi nyata.

Artikel Terkait:
  • KH Miftachul Akhyar Desak Gus Yahya Mundur dari PBNU
  • Pemerintah Siapkan Rencana ASN Bekerja Sambil Mudik Lebaran
  • Analisis Bosscha: Hilal Lebaran 2026 Sulit Terlihat
  • OIKN Bantah Isu Pembangunan IKN Terhenti Akibat Pemangkasan Anggaran

Dalam konteks yang lebih luas, Harun juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki berbagai target ambisius seperti Net Zero Emission 2060 dan peningkatan penggunaan transportasi umum di perkotaan. Namun, tanpa perubahan mendasar dalam budaya perencanaan dan eksekusi, target-target tersebut berisiko sulit tercapai.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur seharusnya tidak hanya menjadi simbol ambisi politik jangka pendek, tetapi harus berlandaskan konsistensi, evaluasi teknis yang transparan, serta komitmen terhadap rencana jangka panjang.

Pada akhirnya, kritik ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh megahnya proyek, tetapi oleh kuatnya fondasi perencanaan yang menopangnya.

Jangan Lewatkan:
  • Pimpinan DPR Sidak dan Sosialisasi Sub Pangkalan Gas Melon di Jakarta Barat
  • KPU RI Tegaskan Teknis Debat Kelima Pilpres Tidak Berubah
  • Politisi PDIP DKI Meminta Kejaksaan Menginvestigasi Masalah Halte Transjakarta Revitalisasi Era Anies
  • Jaksa Agung Dorong Peningkatan Kepercayaan Publik terhadap Kejaksaan

IKN ITB Kertajati Pembangunan Nasional Perencanaan Infrastruktur
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru
Next Article Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

Informasi lainnya

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

4 November 2026

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

31 Oktober 2026

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

27 Oktober 2026

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

26 Oktober 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

19 Oktober 2026

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

17 Oktober 2026
Paling Sering Dibaca

Populer, Bukan Baik: Demokrasi yang Terjebak

Editorial Udex Mundzir

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Perspektif Udex Mundzir

BRImo: Solusi Keuangan untuk Kuliah di Luar Negeri

Bisnis Ericka

Hindari Jebakan Kehidupan

Refleksi Syamril Al-Bugisyi

Cara Efektif Menghitung Dana Pensiun di Indonesia

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi