Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kenapa Gen Z Cepat Bosan Ngobrol Langsung?

Di balik layar, ada jarak yang makin terasa dalam percakapan nyata.
Lina MarlinaLina Marlina14 April 2025 Daily Tips
alasan Gen Z cepat bosan ngobrol tatap muka
Ilustrasi Gen Z cepat bosan ngobrol tatap muka (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Percakapan tatap muka kini menjadi tantangan baru bagi Gen Z. Generasi yang tumbuh bersama teknologi ini ternyata cenderung lebih cepat merasa bosan saat ngobrol langsung, bahkan tak sedikit yang mulai mengecek ponsel hanya dalam dua menit pertama.

Sebuah studi oleh AXA UK melalui Mind Health Report mengungkap, sebanyak 75% dari 2.000 responden Gen Z (usia 18–28 tahun) mengaku sulit mempertahankan fokus saat ngobrol. Sebanyak 39% di antaranya merasa punya dorongan kuat untuk memeriksa ponsel, utamanya demi mengecek pesan atau notifikasi media sosial.

Psikolog Dr. Linda Papadopoulos mengatakan, generasi ini “lebih terkoneksi dari sebelumnya, tapi juga lebih kesepian dan cemas.”

Ia menambahkan, “notifikasi yang terus-menerus dan scrolling tanpa akhir membuat sistem saraf mereka terlalu terstimulasi, mengganggu fokus dan memperburuk kualitas interaksi.”

Baca Juga:
  • 10 Tips Penting Dalam Memilih Calon Presiden
  • Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari
  • 3 SMA Seni Favorit Para Idol K-Pop Korea Selatan
  • Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

Hasilnya? Sebanyak 38% responden menganggap percakapan langsung membosankan, dan 63% lainnya merasa kesulitan menjalani interaksi tatap muka. Ponsel pun menjadi pelarian—bahkan saat berbincang dengan keluarga atau saat berkumpul bersama teman.

Yang mengejutkan, 28% Gen Z dilaporkan mengalami kecemasan serius ketika tak memegang ponsel mereka. Ini menunjukkan adanya ketergantungan emosional yang semakin menguat terhadap perangkat digital.

Dampak lainnya menyentuh sisi mental. Lebih dari separuh Gen Z merasa tertekan untuk segera merespons pesan, meski hati tak ingin. Bahkan ada yang terbangun tengah malam hanya demi memeriksa notifikasi.

Satu dari lima anak muda mengaku sulit fokus dan produktif karena terlalu banyak bermain ponsel. Sebanyak 33% mengaku sering membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, yang berujung pada turunnya rasa percaya diri.

Artikel Terkait:
  • Tips Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif
  • Etika Batuk yang Benar untuk Mencegah Penyebaran Penyakit
  • Hindari Kata Kasar, Bisa Dipenjara 4 Bulan!
  • Panduan Lengkap Memilih Helm yang Tepat untuk Keselamatan Berkendara

Namun tak semua gelap. Ada 56% responden yang mulai menyadari pentingnya istirahat dari media sosial dan mengambil jeda digital demi kesehatan mental mereka. Menurut Dr. Papadopoulos, solusinya bukan menghilangkan ponsel, melainkan menciptakan struktur dan kebiasaan digital yang lebih sehat.

“Kita perlu bantu anak muda mengelola hubungan mereka dengan teknologi,” ujar Tara Foley, CEO AXA UK & Ireland.

Ia berharap hasil riset ini mendorong kerja sama untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung kesehatan mental anak muda.Karena sejatinya, manusia butuh koneksi nyata. Dan meski layar mendekatkan, suara dan tatapan mata tetap tak tergantikan.

Jangan Lewatkan:
  • Tetap Personal Branding, Tapi Jaga Privasi
  • Tips Hindari FOMO Agar Tetap Kalem dan Bahagia
  • 3 Cara Efektif Lunasi Utang dengan Cepat
  • Rahasia Minyak Zaitun untuk Kulit dan Rambut Sehat
Gen Z dan Ponsel Kebiasaan Media Sosial Kesehatan Mental Digital Studi AXA Mind Health Report Tips Komunikasi Tatap Muka
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKaltim Maksimalkan Peternak Lokal untuk Dukung Program MBG
Next Article Amplang Balet dari Teluk Dalam Tembus Pasar Asia Tenggara

Informasi lainnya

Rumah Berantakan, Ternyata Cerminkan Kepribadian

18 April 2026

Meal Prep, Solusi Orang Sibuk

14 Februari 2026

5 Cara Atasi Overthinking

13 Februari 2026

Digital Nomad, Hidup atau Ilusi?

20 Januari 2026

Film Korea Komedi Pilihan untuk Malam Tahun Baru 2026

31 Desember 2025

Etika Toilet Umum, Cermin Kesadaran Sosial Sehari-hari

30 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Sembilan Tips Menjaga Kebersamaan Rombongan di Masjid Nabawi

Islami Alfi Salamah

Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula

Travel Alfi Salamah

Self Healing, Tren atau Pelarian?

Happy Alfi Salamah

Memisah Pemilu, Memecah Stabilitas

Editorial Udex Mundzir

Ketika Umar Menangis di Tengah Malam

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi