Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

Fokus Berlebih yang Tak Disadari

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 7 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Fenomena menurunnya kondisi tubuh menjelang akhir Ramadan sering dikaitkan dengan kelelahan fisik, perubahan pola tidur, dan aktivitas ibadah yang meningkat.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati14 Maret 2026 Kesehatan 346 Views
Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?
Ilustrasi membaca Alquran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bagi sebagian umat Islam, sepuluh hari terakhir Ramadan ibarat garis akhir sebuah maraton spiritual. Ibadah semakin intens, malam semakin panjang, tetapi justru pada fase inilah banyak orang mengeluhkan tubuh mulai melemah, demam, atau sakit kepala.

Fenomena meningkatnya keluhan kesehatan di penghujung Ramadan kerap terjadi karena perubahan pola hidup yang cukup drastis selama bulan puasa. Aktivitas ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan iktikaf membuat waktu istirahat berkurang. Pada saat yang sama, tubuh tetap menjalankan rutinitas harian seperti bekerja, belajar, atau mengurus rumah tangga.

Selain itu, perubahan pola makan juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Banyak orang mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka atau sahur, namun tidak selalu memperhatikan keseimbangan nutrisi. Kurangnya asupan air dan vitamin juga dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap kelelahan dan penyakit ringan.

“Di sepuluh hari terakhir Ramadan, aktivitas ibadah biasanya meningkat sementara waktu tidur berkurang. Kondisi ini bisa menurunkan daya tahan tubuh jika tidak diimbangi dengan pola makan dan istirahat yang cukup,” ujar seorang praktisi kesehatan yang menyoroti fenomena tersebut.

Baca Juga:
  • Dugaan Pemotongan Anggaran MBG, Apakah Cukup untuk Gizi Anak?
  • IDAI Imbau Orang Tua: Vaksinasi Anak Sebelum Mudik Lebaran
  • Sehat dengan Konsumsi Buah-buahan, Inilah Kunci Hidup Lebih Berkualitas
  • Inilah 5 Cara Terapkan Self Love di Kehidupan Sehari-hari

Meski demikian, dalam perspektif Islam, sakit yang dialami seorang mukmin memiliki makna spiritual tersendiri. Beberapa hadis menyebutkan bahwa penyakit dapat menjadi sarana penghapus dosa sekaligus peningkatan derajat seseorang di sisi Allah, terutama jika dijalani dengan kesabaran.

Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa ketika seorang hamba beriman sakit, Allah memerintahkan malaikat untuk tetap mencatat pahala sebagaimana amal yang biasa ia lakukan ketika sehat. Dengan demikian, kondisi sakit tidak selalu berarti kehilangan pahala ibadah yang biasa dikerjakan.

Pada saat yang sama, umat Islam tetap dianjurkan untuk menjalankan amalan utama pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an terutama pada akhir malam, serta melaksanakan iktikaf di masjid untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Para ulama juga menjelaskan bahwa kesempatan meraih malam Lailatul Qadar tetap terbuka bagi semua orang, termasuk perempuan yang sedang haid. Meskipun tidak dapat menjalankan salat atau puasa, mereka tetap bisa memperbanyak zikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, atau memberikan makanan bagi orang yang berbuka puasa.

Artikel Terkait:
  • Waspadai Gejala Alergi, Kenali Pemicunya dan Lindungi Diri!
  • Pentingnya Mengonsumsi Sayuran untuk Kesehatan
  • Daun Kelor, Superfood Alami dengan Beragam Manfaat Kesehatan
  • Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri menjelaskan bahwa seseorang yang terhalang melakukan ibadah karena alasan syar’i tetap bisa memperoleh pahala apabila niat ibadahnya kuat. Ia mencontohkan hadis Nabi yang menyebutkan bahwa orang yang tidak bisa ikut suatu amal karena halangan tetap memperoleh pahala yang sama karena niatnya.

Fenomena banyak orang sakit menjelang akhir Ramadan akhirnya dapat dipahami dari dua sisi: faktor fisik akibat perubahan gaya hidup selama puasa, serta makna spiritual yang mengajarkan kesabaran dan keikhlasan. Dengan menjaga pola makan, cukup istirahat, dan mengatur aktivitas ibadah secara seimbang, umat Islam diharapkan tetap dapat memaksimalkan ibadah di penghujung Ramadan tanpa mengabaikan kesehatan tubuh.

Jangan Lewatkan:
  • Deklarasi Sinergi Keuskupan Agung Samarinda Melawan Stunting
  • Sehat Mental di Tengah Serbuan Digital
  • Kemenkes Kirim Dokter Belajar Penanganan Jantung ke Luar Negeri
  • Cara Mudah Mengurangi Gula dan Garam untuk Hidup Sehat
10 Hari Terakhir Ramadan Ibadah Ramadan Kesehatan Saat Puasa Lailatul Qadar Ramadan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik
Next Article ESDM Siapkan Konversi PLTD ke PLTS di Daerah 3T

Informasi lainnya

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026

Rahasia Lari, Kunci Hidup Lebih Panjang dan Sehat

12 April 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

19 Maret 2026

Mengeluh Lapar dan Haus Saat Puasa, Ini Hukumnya

15 Maret 2026

Istana Gelar Nuzulul Quran, Prabowo Ajak Tokoh Agama Bersatu

11 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Koperasi Desa atau Alat Kuasa?

Editorial Udex Mundzir

Ephesus: Kota Legendaris yang Tak Pernah Mati

Travel Alfi Salamah

Membangun Keterampilan Sosial untuk Mengurangi Insecure

Opini Alfi Salamah

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Editorial Udex Mundzir

Mengenal IHSG: Indeks Utama Pasar Saham Indonesia

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Nasional
Ericka3 Mei 2025

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Perspektif Ulama Mengenai Waktu Tawaf Ifadah

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi