Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Fenomena menurunnya kondisi tubuh menjelang akhir Ramadan sering dikaitkan dengan kelelahan fisik, perubahan pola tidur, dan aktivitas ibadah yang meningkat.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati14 Maret 2026 Kesehatan 384 Views
Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?
Ilustrasi membaca Alquran
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bagi sebagian umat Islam, sepuluh hari terakhir Ramadan ibarat garis akhir sebuah maraton spiritual. Ibadah semakin intens, malam semakin panjang, tetapi justru pada fase inilah banyak orang mengeluhkan tubuh mulai melemah, demam, atau sakit kepala.

Fenomena meningkatnya keluhan kesehatan di penghujung Ramadan kerap terjadi karena perubahan pola hidup yang cukup drastis selama bulan puasa. Aktivitas ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, dan iktikaf membuat waktu istirahat berkurang. Pada saat yang sama, tubuh tetap menjalankan rutinitas harian seperti bekerja, belajar, atau mengurus rumah tangga.

Selain itu, perubahan pola makan juga berpengaruh terhadap daya tahan tubuh. Banyak orang mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat berbuka atau sahur, namun tidak selalu memperhatikan keseimbangan nutrisi. Kurangnya asupan air dan vitamin juga dapat membuat tubuh lebih rentan terhadap kelelahan dan penyakit ringan.

“Di sepuluh hari terakhir Ramadan, aktivitas ibadah biasanya meningkat sementara waktu tidur berkurang. Kondisi ini bisa menurunkan daya tahan tubuh jika tidak diimbangi dengan pola makan dan istirahat yang cukup,” ujar seorang praktisi kesehatan yang menyoroti fenomena tersebut.

Baca Juga:
  • Prabowo Gratiskan Pemeriksaan Kesehatan bagi yang Ulang Tahun
  • Gedung Imdaad Hamid RSKD Balikpapan Siap Tangani Penyakit Infeksius dan Stroke
  • Menguatkan Jiwa, Pentingnya Self-Care dalam Kesehatan Holistik
  • Meluruskan Konsep Self Love, Cinta Diri yang Sehat dan Seimbang

Meski demikian, dalam perspektif Islam, sakit yang dialami seorang mukmin memiliki makna spiritual tersendiri. Beberapa hadis menyebutkan bahwa penyakit dapat menjadi sarana penghapus dosa sekaligus peningkatan derajat seseorang di sisi Allah, terutama jika dijalani dengan kesabaran.

Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa ketika seorang hamba beriman sakit, Allah memerintahkan malaikat untuk tetap mencatat pahala sebagaimana amal yang biasa ia lakukan ketika sehat. Dengan demikian, kondisi sakit tidak selalu berarti kehilangan pahala ibadah yang biasa dikerjakan.

Pada saat yang sama, umat Islam tetap dianjurkan untuk menjalankan amalan utama pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an terutama pada akhir malam, serta melaksanakan iktikaf di masjid untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Para ulama juga menjelaskan bahwa kesempatan meraih malam Lailatul Qadar tetap terbuka bagi semua orang, termasuk perempuan yang sedang haid. Meskipun tidak dapat menjalankan salat atau puasa, mereka tetap bisa memperbanyak zikir, sedekah, membaca Al-Qur’an, atau memberikan makanan bagi orang yang berbuka puasa.

Artikel Terkait:
  • 12 Manfaat Mengonsumsi Air Putih untuk Kesehatan Tubuh Manusia
  • Dokter Wayan Pemilik Rumah Sampah di Karawang Tetap Melayani Pasien
  • Manfaat Sehat Biji Selasih untuk Tubuh dan Kulit
  • Kelas 1-3 Dihapus, Iuran BPJS Kesehatan Berubah Juli 2025

Ustaz Muhammad Nuzul Dzikri menjelaskan bahwa seseorang yang terhalang melakukan ibadah karena alasan syar’i tetap bisa memperoleh pahala apabila niat ibadahnya kuat. Ia mencontohkan hadis Nabi yang menyebutkan bahwa orang yang tidak bisa ikut suatu amal karena halangan tetap memperoleh pahala yang sama karena niatnya.

Fenomena banyak orang sakit menjelang akhir Ramadan akhirnya dapat dipahami dari dua sisi: faktor fisik akibat perubahan gaya hidup selama puasa, serta makna spiritual yang mengajarkan kesabaran dan keikhlasan. Dengan menjaga pola makan, cukup istirahat, dan mengatur aktivitas ibadah secara seimbang, umat Islam diharapkan tetap dapat memaksimalkan ibadah di penghujung Ramadan tanpa mengabaikan kesehatan tubuh.

Jangan Lewatkan:
  • Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?
  • Tanda-Tanda Tubuh Butuh Bantuan yang Sering Diabaikan
  • Inilah 5 Cara Terapkan Self Love di Kehidupan Sehari-hari
  • Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan
10 Hari Terakhir Ramadan Ibadah Ramadan Kesehatan Saat Puasa Lailatul Qadar Ramadan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleMenag Larang ASN Kemenag Pakai Mobil Dinas Saat Mudik
Next Article ESDM Siapkan Konversi PLTD ke PLTS di Daerah 3T

Informasi lainnya

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

25 September 2026

Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan

11 September 2026

Benarkah Mikroplastik Sudah Masuk ke Tubuh Manusia? Ini Fakta Ilmiahnya

11 Juli 2026

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

22 Mei 2026

WHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar

9 Mei 2026

Benarkah Apel dan Wortel Paling Tinggi Kandungan Mikroplastiknya?

19 April 2026
Paling Sering Dibaca

TikTok & Konten Viral

Perspektif Alfi Salamah

Perjalanan Spiritual, Sunnah-Sunnah Wukuf di Arafah

Islami Alfi Salamah

Bukan Sekadar Angka Kemiskinan

Editorial Udex Mundzir

Ketika Dilempari Batu, Bangunlah Istana: Pelajaran Bijak Menghadapi Kritik

Perspektif Udex Mundzir

Kisah Hafshah: Kesetiaan, Ilmu, dan Pengamanan Alquran

Islami Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi