Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 7 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Waspadai, Purbaya Anak Buah Luhut

Ketika wajah baru di kursi penting ternyata berasal dari lingkaran lama, publik wajib cermat membaca arah kuasa yang sesungguhnya.
Udex MundzirUdex Mundzir9 September 2025 Editorial
Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Purbaya Yudhi Sadewa resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025. Ia menggantikan Sri Mulyani Indrawati yang selama hampir satu dekade menjadi simbol stabilitas fiskal dan kredibilitas internasional.

Perubahan ini mengejutkan banyak pihak. Pasar modal langsung bergejolak, IHSG sempat melemah, sementara pelaku usaha menunggu arah kebijakan fiskal yang akan dijalankan oleh Purbaya.

Namun di balik pergantian itu, muncul pertanyaan besar: siapa sebenarnya Purbaya? Jawaban ini penting, sebab posisi Menteri Keuangan bukan sekadar teknis, melainkan strategis dalam menjaga kepercayaan publik dan investor.

Jejak karier Purbaya menunjukkan bahwa ia bukan nama asing di lingkar kekuasaan. Ia pernah menjadi Deputi di Kantor Staf Presiden, lalu Staf Khusus Bidang Ekonomi ketika Luhut Binsar Pandjaitan menjabat Menko Polhukam.

Tidak berhenti di situ, saat Luhut menjabat Menko Kemaritiman, Purbaya ikut serta sebagai staf khusus, kemudian naik menjadi Deputi Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi. Baru setelah itu ia dipercaya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Artinya, karier Purbaya bertumbuh dalam orbit koordinasi langsung Luhut. Fakta inilah yang menimbulkan kesan kuat bahwa ia merupakan salah satu “anak buah” kepercayaan sang Menko senior.

Publik tentu masih ingat, Luhut Binsar Pandjaitan dikenal sebagai tokoh paling berpengaruh di era Presiden Jokowi. Dari isu energi, investasi asing, hingga urusan maritim, peran Luhut nyaris tak tergantikan.

Baca Juga:
  • Peluang Usaha di Balik Batas Medsos
  • Politik Warisan yang Membelit
  • Mindset Penghambat Investasi
  • Stop Putar Lagu atau Musik Lokal Indonesia

Kini, ketika Prabowo mulai membersihkan kabinet dari menteri-menteri warisan Jokowi, justru muncul wajah lama yang punya jejak dekat dengan Luhut. Di titik inilah publik patut waspada.

Kritiknya sederhana: apakah reshuffle benar-benar bertujuan membersihkan pengaruh lama, atau hanya sekadar mengganti figur tanpa mengubah jejaring kekuasaan?

Secara politik, langkah ini bisa dibaca sebagai kompromi. Prabowo memang perlu menata kabinet dengan orang-orang loyal. Namun memilih sosok dengan jejak erat bersama Luhut bisa membuka ruang spekulasi bahwa bayang-bayang lama masih bercokol.

Dari sisi hukum dan tata kelola, risiko lain juga mengintai. Jika kementerian kunci seperti Keuangan kembali berada dalam kendali figur yang terhubung dengan jaringan lama, maka konsolidasi kekuasaan Prabowo bisa terganggu.

Bukan tidak mungkin, langkah kebijakan ke depan masih akan dipengaruhi kompromi politik yang justru melemahkan agenda reformasi fiskal. Padahal publik menanti arah baru yang lebih bersih dan tegas.

Dari aspek sosial, publik berhak khawatir. Sri Mulyani selama ini dianggap sebagai simbol integritas. Menggantinya dengan figur yang lekat dengan lingkaran politik menimbulkan tanda tanya besar: apakah kepentingan rakyat masih menjadi prioritas utama?

Dari sisi ekonomi, pertaruhan lebih nyata. Pasar internasional menilai kredibilitas Indonesia banyak ditopang reputasi Sri Mulyani. Hilangnya figur itu, diganti oleh orang yang lebih dikenal karena koneksi politik ketimbang prestasi teknokrat, bisa menggerus kepercayaan.

Artikel Terkait:
  • Ketika Moral Publik Mati
  • Membatasi Medsos, Mendidik Generasi
  • Mengakhiri Bayang Jokowi
  • Bersih-Bersih Kabinet Prabowo Dimulai

Ketika kredibilitas melemah, biaya utang bisa meningkat, investasi asing bisa tertahan, dan tekanan pada rupiah semakin besar. Semua itu ujungnya akan dirasakan rakyat dalam bentuk harga mahal dan lapangan kerja yang terbatas.

Dalam konteks budaya politik, penunjukan Purbaya memperlihatkan pola lama yang terus berulang: jabatan publik diisi berdasarkan jejaring kekuasaan, bukan meritokrasi murni. Fenomena “anak buah” menjadi kata kunci yang membatasi ruang regenerasi kepemimpinan nasional.

Lalu apa yang seharusnya dilakukan? Pertama, Prabowo harus memastikan Purbaya bekerja dengan transparansi penuh. Setiap kebijakan fiskal harus dipublikasikan secara jelas, termasuk asumsi dan basis perhitungannya.

Kedua, DPR dan BPK harus meningkatkan fungsi pengawasan. Menteri Keuangan adalah posisi krusial, sehingga perlu ada sistem check and balance yang lebih ketat.

Ketiga, masyarakat sipil dan media harus lebih kritis. Jangan berhenti pada narasi personal, tetapi kawal langsung setiap kebijakan pajak, subsidi, dan utang negara yang diambil.

Keberhasilan Prabowo dalam reshuffle kabinet ini bukan diukur dari berapa banyak loyalis yang ia masukkan. Melainkan dari apakah orang-orang baru mampu bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan untuk melanggengkan jejaring kuasa lama.

Jangan Lewatkan:
  • PKS dan Strategi Politik yang Memukul Balik
  • Fakta Sebenernya, Inflasi Pejabat
  • Narasi Dizalimi, Strategi Politik
  • Sentralisasi Berkedok Nasionalisme

Editorial ini menegaskan: publik harus waspada. Purbaya boleh saja dilantik sebagai Menteri Keuangan, tetapi fakta bahwa ia tumbuh dari orbit Luhut tidak bisa diabaikan.

Jika bersih-bersih kabinet hanya menghasilkan lingkaran lama dengan wajah baru, maka arah perubahan akan kembali macet.

Ekonomi Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan Politik Nasional Purbaya Yudhi Sadewa Reshuffle Kabinet
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBersih-Bersih Kabinet Prabowo Dimulai
Next Article Purbaya Tuai Kontroversi, Sebut Tuntutan 17+8 Hanya Suara Kecil

Informasi lainnya

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Editorial Udex Mundzir

Mengemudi Visi, Bukan Hanya Mobil Listrik

Opini Udex Mundzir

Menjelajahi Dunia Cookies yang Tak Bisa Ditolak

Food Alfi Salamah

Mengenal IHSG: Indeks Utama Pasar Saham Indonesia

Bisnis Ericka

Rutinitas Kebersihan Rumah yang Bikin Hidup Lebih Nyaman

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi