Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

Sidang Isbat Kemenag Putuskan Iduladha 1447 H Jatuh 27 Mei

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 18 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Larangan Study Tour: Solusi atau Masalah Baru?

Ketika kebijakan dibuat untuk meringankan beban masyarakat, apakah sudah benar-benar memperhitungkan dampak luasnya?
Udex MundzirUdex Mundzir27 Februari 2025 Editorial
Dampak Larangan Study Tour bagi Pendidikan dan Ekonomi
Dampak Larangan Study Tour (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi resmi melarang kegiatan study tour bagi sekolah-sekolah di wilayahnya. Alasan utamanya adalah untuk menghindari beban finansial yang sering kali memberatkan orang tua siswa.

Dedi menegaskan bahwa banyak sekolah menjadikan study tour sebagai kegiatan wisata belaka, tanpa unsur edukasi yang jelas. Ia ingin memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama, bukan sekadar perjalanan yang berpotensi mengalihkan fokus belajar siswa.

Namun, kebijakan ini memunculkan reaksi keras dari pelaku industri pariwisata dan UMKM di Jawa Barat. Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas) Jawa Barat menilai bahwa larangan ini dapat mengancam pendapatan masyarakat yang bergantung pada sektor wisata. Study tour selama ini menjadi salah satu kontributor utama dalam kunjungan wisata domestik, yang secara langsung menghidupi banyak pelaku usaha kecil, mulai dari pemandu wisata, pengelola tempat wisata, hingga pedagang makanan dan suvenir.

Di satu sisi, larangan ini dapat melindungi orang tua dari pengeluaran yang tidak perlu. Tidak sedikit laporan tentang sekolah yang mewajibkan biaya study tour hingga jutaan rupiah, padahal tidak semua orang tua mampu membayar. Bahkan, ada kasus di mana siswa terpaksa berutang hanya agar bisa mengikuti perjalanan ini.

Baca Juga:
  • Sekolah Jam 6, Jam Malam Jam 9
  • Garuda Diselamatkan, Tapi Sampai Kapan?
  • Kebakaran di Kementerian ATR/BPN: Asap Padam, Kecurigaan Membara
  • Prabowo Akan Kehilangan Kesempatan Emas

Namun, di sisi lain, keputusan ini juga berpotensi melemahkan sektor ekonomi lokal. Jika larangan ini berlaku sepenuhnya, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Barat bisa menurun drastis. Hal ini bertentangan dengan target 100 juta kunjungan wisatawan lokal dan 1 juta wisatawan mancanegara yang telah dicanangkan oleh pemerintah daerah.

Seharusnya, kebijakan yang diambil tidak bersifat hitam-putih. Pemerintah bisa mengatur ulang mekanisme study tour agar tetap bisa berjalan tanpa menjadi beban bagi orang tua. Misalnya, dengan menetapkan batas biaya maksimal, memperketat pengawasan terhadap sekolah yang menjadikannya ajang komersialisasi, atau membatasi destinasi wisata hanya di lingkungan Jawa Barat agar lebih terjangkau dan tetap mendukung ekonomi lokal.

Dedi Mulyadi berencana mengeluarkan surat edaran resmi dan memberlakukan sanksi bagi sekolah yang melanggar. Namun, alih-alih langsung menerapkan larangan total, dialog dengan pelaku industri pariwisata, UMKM, dan pihak sekolah seharusnya menjadi langkah awal.

Artikel Terkait:
  • Tarif Trump: Senjata Makan Tuan
  • Korupsi Kuota Haji Tak Boleh Dimaafkan
  • Jangan Lempar Beban ke Rakyat
  • Rupiah Terjun Bebas, Ekonomi ke Mana?

Sebagai pemimpin daerah, Dedi memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya melindungi rakyatnya dari beban ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak menciptakan masalah baru bagi sektor lainnya. Jika tidak ada solusi yang seimbang, kebijakan ini justru bisa menjadi bumerang yang merugikan banyak pihak.

Pada akhirnya, kebijakan publik yang baik bukan hanya yang terlihat benar di atas kertas, tetapi yang mampu menyeimbangkan antara kepentingan pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Jangan Lewatkan:
  • Sikap PDIP: Antara Prinsip dan Kepentingan
  • Demokrasi Tak Boleh Kalah Oleh Lumpur
  • Revisi Dam: Ibadah atau Administrasi?
  • Di Balik Kegelapan yang Diteriakkan
Dedi Mulyadi Kebijakan pendidikan Pariwisata Jawa Barat Study Tour UMKM
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSertijab Kepala LPKA Tenggarong, Husni Thamrin Purna Bakti
Next Article Gelar Akademik dan Integritas Pejabat Publik

Informasi lainnya

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026

Pendidikan Tersedot Program MBG

2 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Inilah Seputar Mental Illness yang Perlu Anda Ketahui!

Opini Alfi Salamah

DeepSeek AI: Alternatif AI Murah dari Cina yang Saingi ChatGPT

Techno Assyifa

Tri Mumpuni, Penyulut Cahaya dari Desa Terpencil

Biografi Alfi Salamah

Jangan-Jangan Semua Kampus Seperti UI?

Opini Assyifa

Tips Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi