Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 8 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Garuda Diselamatkan, Tapi Sampai Kapan?

Suntikan dana jumbo tak akan cukup jika akar masalah dibiarkan tumbuh dalam senyap.
Udex MundzirUdex Mundzir24 Juni 2025 Editorial
Garuda Indonesia (.inet)
Garuda Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Rp6,65 triliun kembali mengalir ke tubuh Garuda Indonesia. Uang itu bukan dari kas negara, melainkan pinjaman pemegang saham dari PT Danantara Asset Management (Persero).

Meski ini dianggap tonggak penting bagi transformasi Garuda, pertanyaan mendasarnya tetap menggantung: akankah ini jadi solusi jangka panjang, atau sekadar suntikan adrenalin sebelum kolaps berikutnya?

Dana tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan dan kesiapan armada Garuda dan Citilink. Total dukungan pendanaan mencapai 1 miliar dolar AS.

Namun, angka besar ini tak otomatis menjamin perubahan mendasar. Sebab akar persoalan Garuda bukan hanya pada kekurangan dana.

Masalahnya terletak pada tata kelola, inefisiensi, dan ketergantungan pada kebijakan tambal sulam yang tak pernah menyentuh inti persoalan.

Danantara berjanji mendampingi proses transformasi secara profesional dan terukur. Mereka menyebut pendekatan institusional, evaluasi berkala, dan prinsip tata kelola yang baik.

Itu terdengar menjanjikan. Tapi sejarah membuktikan, janji reformasi sering kandas jika tak menyentuh struktur internal yang bermasalah.

Krisis Garuda bukan baru terjadi. Maskapai ini pernah mengajukan PKPU, terlilit utang besar, dan hampir bangkrut.

Baca Juga:
  • Trump Berlagak Pahlawan Tapi Kesiangan
  • Larangan Study Tour: Solusi atau Masalah Baru?
  • Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan
  • PKS dan Strategi Politik yang Memukul Balik

Langkah-langkah efisiensi pasca-COVID-19 masih menyisakan beban. Kini, Garuda kembali diselamatkan—kali ini dalam format baru: investor negara lewat Danantara.

Kita juga tak bisa menutup mata terhadap potensi politisasi. Jika tak diawasi, suntikan ini bisa mengulang pola lama: proyek penyehatan mahal tanpa pembenahan substansial.

Apalagi dalam kultur BUMN, reformasi sering jadi jargon. Keberanian menyentuh zona nyaman elite pengelola masih sangat minim.

Kepemimpinan Garuda kini memikul tanggung jawab besar. Mereka harus membuktikan bahwa transformasi bukan sekadar manuver keuangan.

Tapi perubahan budaya kerja, efisiensi operasi, dan optimalisasi layanan harus jadi fokus utama. Jika tidak, triliunan rupiah hanya akan jadi napas buatan.

Segmentasi Garuda dan Citilink—sebagai FSC dan LCC—memang langkah logis. Tapi tantangannya terletak pada efisiensi biaya dan manajemen rute.

Pengelolaan SDM, aset, serta kontrak jangka panjang yang boros harus dibenahi. Danantara harus punya kuasa untuk mengatur ulang semuanya.

Publik berhak tahu ke mana dana ini akan digunakan. Tak cukup hanya klaim “untuk perawatan dan operasional”.

Artikel Terkait:
  • Generasi Emas, Fondasi Kelas Kacau
  • Pendidikan Tersedot Program MBG
  • Prabowo Tak Berani Pecat Bahlil: Stabilitas Koalisi Mengalahkan Kepentingan Rakyat
  • Koperasi Rasa Franchise

Setiap rupiah, langsung maupun tidak dari negara, wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka dan terperinci.

Transparansi bukan hanya laporan keuangan. Tapi juga menyangkut strategi bisnis dan siapa saja aktor di balik pengambilan keputusan penting.

Transformasi sejati tak cukup dengan dana. Arah baru harus ditetapkan dengan tegas dan konsisten.

Keputusan sulit seperti restrukturisasi rute, efisiensi pegawai, dan pelepasan aset non-produktif tak bisa ditunda.

Jika tidak dilakukan, suntikan ini hanya akan jadi penundaan dari krisis berikutnya—bukan penyembuhan.

Pemerintah dan publik harus aktif mengawasi. Jangan sampai Garuda hanya “sembuh” di atas kertas.

Reformasi harus menyentuh akar: manajemen, sistem gaji, hingga mentalitas “too big to fail” yang kerap jadi dalih kegagalan.

Jangan Lewatkan:
  • UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN
  • Regulasi Pers Tanpa Arah
  • Ijazah Asli (KataPolisi), Proses Masih Abu-Abu
  • Ilmu yang Terasing di Negeri Sendiri

Nasib Garuda bukan soal dana saja. Tapi soal keberanian berubah.

Dan keberanian itu hanya muncul jika tekanan dari pemegang saham, publik, dan sistem berjalan bersamaan.

Dana Negara Garuda Indonesia Restrukturisasi Maskapai Tata Kelola Keuangan Transformasi BUMN
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTrump Berlagak Pahlawan Tapi Kesiangan
Next Article Daya Saing Indonesia Merosot 13 Peringkat, Efisiensi Pemerintah Jadi Sorotan

Informasi lainnya

Demi Maskapai Nasional, Jemaah Umrah Diminta Beralih

27 Oktober 2026

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Rencanakan Liburan: Jadwal Cuti Bersama Desember 2023

Travel Alfi Salamah

Makin Canggih, Ini Alasan Warga Indonesia Pilih HP dengan Fitur AI

Techno Assyifa

XL dan Smartfren Merger, Bagaimana ‘Nasib’ Pelanggan?

Techno Silva

Menggali Kearifan Ramadan, Meningkatkan Akhlak dan Kepedulian

Islami Alfi Salamah

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi