Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 18 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Garuda Diselamatkan, Tapi Sampai Kapan?

Suntikan dana jumbo tak akan cukup jika akar masalah dibiarkan tumbuh dalam senyap.
Udex MundzirUdex Mundzir24 Juni 2025 Editorial
Garuda Indonesia (.inet)
Garuda Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Rp6,65 triliun kembali mengalir ke tubuh Garuda Indonesia. Uang itu bukan dari kas negara, melainkan pinjaman pemegang saham dari PT Danantara Asset Management (Persero).

Meski ini dianggap tonggak penting bagi transformasi Garuda, pertanyaan mendasarnya tetap menggantung: akankah ini jadi solusi jangka panjang, atau sekadar suntikan adrenalin sebelum kolaps berikutnya?

Dana tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan dan kesiapan armada Garuda dan Citilink. Total dukungan pendanaan mencapai 1 miliar dolar AS.

Namun, angka besar ini tak otomatis menjamin perubahan mendasar. Sebab akar persoalan Garuda bukan hanya pada kekurangan dana.

Masalahnya terletak pada tata kelola, inefisiensi, dan ketergantungan pada kebijakan tambal sulam yang tak pernah menyentuh inti persoalan.

Danantara berjanji mendampingi proses transformasi secara profesional dan terukur. Mereka menyebut pendekatan institusional, evaluasi berkala, dan prinsip tata kelola yang baik.

Itu terdengar menjanjikan. Tapi sejarah membuktikan, janji reformasi sering kandas jika tak menyentuh struktur internal yang bermasalah.

Krisis Garuda bukan baru terjadi. Maskapai ini pernah mengajukan PKPU, terlilit utang besar, dan hampir bangkrut.

Baca Juga:
  • Jamnas Bukan Ajang Si Punya Uang
  • Golkar di Persimpangan Jalan
  • Trump Berlagak Pahlawan Tapi Kesiangan
  • Pemblokiran Rekening Tanpa Akal

Langkah-langkah efisiensi pasca-COVID-19 masih menyisakan beban. Kini, Garuda kembali diselamatkan—kali ini dalam format baru: investor negara lewat Danantara.

Kita juga tak bisa menutup mata terhadap potensi politisasi. Jika tak diawasi, suntikan ini bisa mengulang pola lama: proyek penyehatan mahal tanpa pembenahan substansial.

Apalagi dalam kultur BUMN, reformasi sering jadi jargon. Keberanian menyentuh zona nyaman elite pengelola masih sangat minim.

Kepemimpinan Garuda kini memikul tanggung jawab besar. Mereka harus membuktikan bahwa transformasi bukan sekadar manuver keuangan.

Tapi perubahan budaya kerja, efisiensi operasi, dan optimalisasi layanan harus jadi fokus utama. Jika tidak, triliunan rupiah hanya akan jadi napas buatan.

Segmentasi Garuda dan Citilink—sebagai FSC dan LCC—memang langkah logis. Tapi tantangannya terletak pada efisiensi biaya dan manajemen rute.

Pengelolaan SDM, aset, serta kontrak jangka panjang yang boros harus dibenahi. Danantara harus punya kuasa untuk mengatur ulang semuanya.

Publik berhak tahu ke mana dana ini akan digunakan. Tak cukup hanya klaim “untuk perawatan dan operasional”.

Artikel Terkait:
  • Membatasi Medsos, Mendidik Generasi
  • Negara Diam, Judi Online Merajalela
  • Kesenjangan di Balik Ketentuan Gaji Dosen PTS
  • Populer, Bukan Baik: Demokrasi yang Terjebak

Setiap rupiah, langsung maupun tidak dari negara, wajib dipertanggungjawabkan secara terbuka dan terperinci.

Transparansi bukan hanya laporan keuangan. Tapi juga menyangkut strategi bisnis dan siapa saja aktor di balik pengambilan keputusan penting.

Transformasi sejati tak cukup dengan dana. Arah baru harus ditetapkan dengan tegas dan konsisten.

Keputusan sulit seperti restrukturisasi rute, efisiensi pegawai, dan pelepasan aset non-produktif tak bisa ditunda.

Jika tidak dilakukan, suntikan ini hanya akan jadi penundaan dari krisis berikutnya—bukan penyembuhan.

Pemerintah dan publik harus aktif mengawasi. Jangan sampai Garuda hanya “sembuh” di atas kertas.

Reformasi harus menyentuh akar: manajemen, sistem gaji, hingga mentalitas “too big to fail” yang kerap jadi dalih kegagalan.

Jangan Lewatkan:
  • Pemerintahan Indonesia Masih Menggunakan Manajemen Penjajah
  • Langkah Utang Pemerintah di Akhir 2024
  • UI di Puncak Ranking, Tercoreng Predator Tambang
  • Dosen: Akademisi atau Aparatur?

Nasib Garuda bukan soal dana saja. Tapi soal keberanian berubah.

Dan keberanian itu hanya muncul jika tekanan dari pemegang saham, publik, dan sistem berjalan bersamaan.

Dana Negara Garuda Indonesia Restrukturisasi Maskapai Tata Kelola Keuangan Transformasi BUMN
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleTrump Berlagak Pahlawan Tapi Kesiangan
Next Article Daya Saing Indonesia Merosot 13 Peringkat, Efisiensi Pemerintah Jadi Sorotan

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Mike Tyson vs Jake Paul, Duel Fenomenal untuk Konten YouTube!

Editorial Udex Mundzir

Temukan 3 Jam Produktif dalam Seharimu!

Daily Tips Assyifa

Tren Fashion Terbaru 2026

Perspektif Alfi Salamah

Keindahan Gunung Fuji di Jepang, Pesona Alam yang Tak Tertandingi

Travel Alfi Salamah

Prabowo-Gibran dan Propaganda 78% Publik Puas

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi