Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 26 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Wibawa Prabowo Dipertanyakan, Siapa Pemimpin Sebenarnya?

Ketika pemimpin baru masih berada di bawah bayang-bayang pendahulunya, kapan kepemimpinan sejati benar-benar dimulai?
Udex MundzirUdex Mundzir21 Februari 2025 Editorial
Wibawa Prabowo Dipertanyakan dalam Konflik Retret Magelang
Wibawa Prabowo Dipertanyakan dalam Konflik Retret Magelang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil) Magelang menjadi panggung baru ketegangan politik di Indonesia. Mantan Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa seluruh kepala daerah yang telah dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto wajib hadir dalam acara tersebut. Namun, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, justru menginstruksikan kepala daerah dari partainya untuk tidak hadir.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar: di mana wibawa Prabowo sebagai presiden baru? Mengapa kebijakan pemerintahan ini masih terlihat seperti perpanjangan tangan Jokowi?

Seharusnya, ketika Prabowo resmi dilantik, kepemimpinan penuh ada di tangannya. Namun, fakta bahwa Jokowi masih memberi instruksi kepada kepala daerah dan mempengaruhi jalannya pemerintahan menunjukkan bahwa bayang-bayang mantan presiden itu masih begitu kuat.

Sejak awal, publik memang melihat bahwa pemerintahan Prabowo terbentuk atas kompromi besar. Koalisi gemuk yang dibangun bukan hanya untuk mengakomodasi partai-partai pendukungnya, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan antara kekuatan lama dan baru. Dalam hal ini, loyalis Jokowi tetap mendapatkan tempat strategis di kabinet dan jalannya pemerintahan.

Namun, jika Prabowo ingin dikenal sebagai pemimpin yang mandiri dan berwibawa, saatnya mengambil alih kendali penuh.

Polemik retret Magelang semakin memperjelas bagaimana tarik-ulur kekuasaan masih terjadi. Megawati, dengan instruksinya yang melarang kepala daerah PDIP hadir, menunjukkan bahwa partai masih ingin menjaga jarak dari pemerintahan baru. Ini adalah sinyal bahwa PDIP ingin membangun oposisi yang lebih kuat setelah tidak lagi menjadi partai utama di pemerintahan.

Baca Juga:
  • Tabrani dan Jejak Madura untuk Bangsa
  • Larangan Study Tour: Solusi atau Masalah Baru?
  • Membatasi Medsos, Mendidik Generasi
  • Provokator di Balik Api Jalanan

Di sisi lain, Jokowi justru bertindak seolah masih memiliki otoritas atas kepala daerah, meskipun ia sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Ini menjadi anomali dalam sistem pemerintahan, di mana seorang mantan presiden masih memiliki pengaruh yang begitu besar dalam kebijakan eksekutif.

Dari sudut pandang politik, ini menimbulkan dilema bagi Prabowo. Jika ia terlalu tunduk pada arahan Jokowi, maka publik akan melihatnya sebagai presiden yang hanya melanjutkan agenda pemerintahan sebelumnya tanpa inovasi berarti. Sebaliknya, jika ia mengambil langkah konfrontatif, maka stabilitas politiknya bisa terganggu di awal masa pemerintahan.

Sebagai presiden yang baru saja dilantik, Prabowo memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa ia adalah pemimpin sejati, bukan sekadar penerus yang masih berada di bawah bayang-bayang Jokowi. Ada beberapa langkah yang harus ia ambil jika ingin memperkuat posisinya.

Pertama, menegaskan otoritasnya secara mandiri. Prabowo harus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil adalah hasil keputusannya sendiri, bukan sekadar melanjutkan arahan dari presiden sebelumnya. Jika retret di Magelang memang strategis bagi pemerintahan, Prabowo sendiri yang harus menjelaskan urgensinya, bukan Jokowi.

Kedua, memutus ketergantungan pada figur lama. Pemerintahan baru harus memiliki karakter dan identitasnya sendiri. Jika terlalu banyak bergantung pada pengaruh Jokowi, Prabowo akan kesulitan membangun citranya sebagai pemimpin yang kuat.

Artikel Terkait:
  • Jokowi, Mengapa Masih Ikut Campur?
  • Bersihkan Warisan Kabinet Jokowi
  • Jokowi Ingin Pegang Partai Anak?
  • Haji Ilegal, Iman yang Dimanfaatkan

Ketiga, mengelola koalisi dengan tegas. Prabowo memang memimpin koalisi besar, tetapi ia harus mampu menyeimbangkan berbagai kepentingan tanpa kehilangan kendali. Jika tidak, ia akan terus terlihat sebagai presiden yang lebih banyak mengikuti arus daripada mengendalikan arah.

Keempat, membuktikan kepemimpinan dengan kebijakan nyata. Alih-alih sibuk dengan tarik-ulur kekuasaan antara Jokowi dan Megawati, Prabowo seharusnya fokus pada kebijakan-kebijakan yang membuktikan bahwa ia memiliki visi sendiri untuk Indonesia.

Saat ini, Prabowo berada di persimpangan sejarah. Ia bisa memilih untuk menjadi pemimpin yang kuat dan mandiri, atau terus berada dalam orbit kekuasaan lama.

Jika ia terus membiarkan Jokowi mengambil peran dominan dalam kebijakan pemerintahan, maka wibawanya sebagai presiden akan terus dipertanyakan. Masyarakat tidak hanya ingin melihat kontinuitas pemerintahan, tetapi juga kepemimpinan yang tegas dan jelas arahnya.

Jangan Lewatkan:
  • Harga BBM Turun, Asal Bukan Oplosan
  • Narasi Globalis dan Politik Ketakutan
  • Jamnas Bukan Ajang Si Punya Uang
  • Negara Diam, Judi Online Merajalela

Pada akhirnya, pertanyaan terbesar yang muncul dari polemik ini bukanlah apakah kepala daerah harus menghadiri retret di Magelang atau tidak. Pertanyaan sebenarnya adalah: siapa yang benar-benar memimpin Indonesia saat ini?

Jokowi Kepemimpinan Nasional Megawati Soekarnoputri Prabowo Subianto Retret Magelang
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBupati Kukar: Posyandu Jadi Garda Terdepan Cegah Stunting
Next Article Menjaga Privasi: Kunci Hidup Damai dan Bebas Drama

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Donny Ermawan, Nahkoda Pertama Universitas Republik Indonesia

23 Juli 2026

Mengapa Universitas Republik Indonesia Jadi Sorotan?

23 Juli 2026

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Kuliner Viral 2026, Sekadar Gaya?

Food Alfi Salamah

Sikap PDIP: Antara Prinsip dan Kepentingan

Editorial Udex Mundzir

Inilah Seputar Mental Illness yang Perlu Anda Ketahui!

Perspektif Alfi Salamah

Indosat Transformasi Jadi TechCo, Fokus Kembangkan AI dan Jangkau Daerah Rural

Techno Assyifa

Rp10 Ribu, Antara Anggaran dan Harapan

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi