Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mengapa Cokelat Bisa Naikkan Mood?

Bentor Dimusnahkan, Pengemudi Terima Becak Listrik

Fokus Berlebih yang Tak Disadari

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 6 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Demokrasi Tak Boleh Kalah Oleh Lumpur

Jika satu suara gugur di jalan rusak dan hujan deras, maka negara gagal menjaga martabat pemilu yang setara.
Udex MundzirUdex Mundzir18 April 2025 Editorial
PSU
Ilustrasi Pemungutan Suara Ulang (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tasikmalaya kembali menjadi cermin buram wajah demokrasi kita. Di tiga desa terpencil—Ciheuras, Pameutingan, dan Parentas—proses distribusi logistik bukan hanya soal teknis. Ini soal keseriusan negara memastikan bahwa hak pilih tidak kandas di tikungan curam dan jalan licin.

KPU Kabupaten Tasikmalaya menyebutkan bahwa akses ke beberapa TPS hanya bisa ditempuh dengan motor trail atau kendaraan 4×4. Bukan karena kita hidup di abad ke-19. Tapi karena infrastruktur kita masih tertinggal, bahkan di pulau Jawa yang katanya paling maju.

Warga pun paham bahwa pemilu bukan sekadar hari coblos. Tapi mereka juga tahu, dari masa ke masa, suara yang mereka berikan belum pernah betul-betul mengubah hidup mereka.

“Kalau musim hujan mah, jalannya licin pisan. Tapi mun logistik kudu diangkut, urang siap ngabantu,” kata Eman, warga Kampung Buligir. Nada bicaranya optimis, meski nada itu tak bisa menutupi getir ketertinggalan.

Tapi tidak semua punya semangat serupa. Di Cisayong, Rohayati, seorang ibu rumah tangga, menyampaikan nada yang kontras.

“Hayu weh nyoblos, da ti baheula ogé taya parobahan. Urang mah biasa bae,” ujarnya lirih.

Inilah realitas yang sering diabaikan. Di balik jargon partisipasi, ada kejenuhan. Di balik semangat demokrasi, ada keraguan. Bukan karena warga tidak cinta tanah air, tapi karena negara terlalu sering menjanjikan, dan terlalu jarang menepati.

Baca Juga:
  • Politik Sengketa, Demokrasi yang Tercederai
  • Prabowo Akan Kehilangan Kesempatan Emas
  • Membatasi Medsos, Mendidik Generasi
  • UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN

Distribusi logistik pemilu seharusnya bukan perkara improvisasi musiman. Ini adalah indikator dasar kapasitas negara. Bila satu TPS gagal menerima logistik tepat waktu, maka konsekuensinya bukan hanya administratif, tapi politis.

Publik bisa curiga. Sengketa bisa muncul. Dan lebih buruk, legitimasi hasil pemilu bisa terganggu.

KPU memang sudah menyiapkan skenario alternatif. Termasuk antisipasi cuaca ekstrem, perubahan lokasi TPS, hingga pelaporan manual di wilayah blank spot. Tapi sampai kapan solusi darurat terus jadi andalan?

Masalah jaringan, medan ekstrem, dan kendaraan khusus seharusnya bukan lagi berita. Sudah lebih dari dua dekade kita menyelenggarakan pemilu demokratis. Tapi medan yang sama, tantangan yang sama, selalu berulang.

Apakah ini kekurangan dana? Atau kekurangan perhatian?

Jangan lupa, PSU ini digelar karena Pilkada sebelumnya dibatalkan Mahkamah Konstitusi. Artinya, daerah ini sudah terluka oleh kesalahan sistem. Maka PSU bukan hanya soal mengulang teknis. Tapi soal mengembalikan kepercayaan.

Jika warga di kota besar bisa mencoblos dengan nyaman, maka warga di bukit terpencil pun berhak atas kenyamanan yang sama.

Artikel Terkait:
  • Celah Curang Layanan Rumah Sakit
  • Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan
  • Ketika Moral Publik Mati
  • Batas Kuasa, Uji Demokrasi

Seorang tokoh masyarakat di Desa Parentas mengungkapkan hal senada. “Kami ini orang kampung, tapi kami juga manusia. Jangan karena kami jauh, jadi diperlakukan seperti nomor dua,” ujarnya dengan nada pelan, namun tajam.

Ironisnya, elite politik yang haus suara di musim kampanye, nyaris tak bersuara soal PSU. Mereka sibuk menyusun strategi pemenangan nasional, sementara warga desa harus menapak lumpur agar suaranya dihitung.

Kita tidak bisa berharap kepercayaan publik akan tumbuh dari proses yang setengah hati. Ketika satu suara bisa menyelamatkan atau menjatuhkan calon, maka satu TPS pun tak boleh dianggap remeh.

Distribusi logistik adalah tulang punggung demokrasi. Gagal di sini, runtuhlah keadilan pemilu.

Pemerintah pusat dan daerah harus menaruh perhatian serius. Bukan hanya untuk PSU di Tasikmalaya, tapi untuk semua wilayah terpencil. Infrastruktur demokrasi harus setara. Jika tidak, maka suara desa akan terus tenggelam di balik hiruk pikuk kota.

PSU ini adalah panggung ujian, bukan hanya bagi KPU. Tapi juga bagi negara.

Jangan Lewatkan:
  • Jangan Goyang Pemerintah Sah
  • Siapa Kenyang dari Proyek Makan Bergizi?
  • Ketika Putra Mahkota Solo ‘Menyesal’ Bergabung dengan Republik
  • Hukum yang Dikebut, Rakyat yang Terjebak

Apakah negara masih mau melindungi suara warganya hingga pelosok terakhir?

Ataukah demokrasi hanya slogan yang berhenti di jalan beraspal?

Demokrasi Desa Terpencil Distribusi Logistik Hak Pilih Warga KPU Kabupaten Tasikmalaya PSU Tasikmalaya
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBupati Kukar Dorong Pemuda KNPI Berinovasi di Sektor Pertanian
Next Article Indonesia Jadi Negara Pertama yang Diterima AS Bahas Tarif Impor

Informasi lainnya

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026

Pendidikan Tersedot Program MBG

2 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

B.J. Habibie: Arsitek Kebebasan Pers Indonesia

Profil Ericka

Generasi Muda dan Tren Slow Living di Era Digital

Opini Alfi Salamah

Harun Ar Rasyid: Al Qur’an dan Kuam Muslimin Ibarat Ikan dengan Air

Profil Dexpert Corp

Rahmah El Yunusiah, Perintis Diniyah Putri

Profil Alfi Salamah

Mengenal IHSG: Indeks Utama Pasar Saham Indonesia

Bisnis Ericka
Berita Lainnya
Nasional
Ericka3 Mei 2025

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Generasi Muda dan Pertaruhan Masa Depan Cianjur

Perspektif Ulama Mengenai Waktu Tawaf Ifadah

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi