Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Daya Saing Indonesia Merosot 13 Peringkat, Efisiensi Pemerintah Jadi Sorotan

Penurunan daya saing Indonesia disorot sebagai dampak perang tarif dan lemahnya dukungan struktural nasional.
ErickaEricka25 Juni 2025 Ekonomi
Penurunan daya saing Indonesia 2025
Penurunan daya saing Indonesia 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Posisi daya saing Indonesia dalam riset World Competitiveness Ranking (WCR) 2025 yang dirilis Institut Internasional untuk Pengembangan Manajemen (IMD) mengalami penurunan tajam. Indonesia turun 13 peringkat ke posisi 40 dari 69 negara yang disurvei secara global, dengan perang tarif disebut sebagai faktor pemicu utama.

Penurunan ini menjadi ironi mengingat Indonesia sebelumnya mencatat tren peningkatan selama tiga tahun berturut-turut. Dari posisi 44 pada 2022, Indonesia sempat melesat ke posisi 27 pada 2024. Namun, dalam laporan terbaru IMD, tren tersebut berbalik arah akibat meningkatnya ketegangan perdagangan internasional, terutama yang menyasar kawasan Asia Tenggara.

Arturo Bris, Direktur World Competitive Center (WCC) IMD, menjelaskan bahwa performa pasca-pandemi Indonesia yang sempat menanjak ditopang oleh lonjakan ekspor migas dan komoditas. Namun kini, struktur ekonomi yang belum cukup kuat membuat Indonesia terdampak lebih dalam dari tekanan eksternal.

“Efisiensi pemerintah tidak cukup hanya menjadi visi, tetapi harus dijalankan untuk memperkuat daya tarik investasi dan membangun ketahanan ekonomi,” ungkap Bris dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Baca Juga:
  • UMKM Tembus Pasar Arab Saudi Lewat Pameran
  • Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026
  • Turun Tajam! Produksi Industri Jerman Anjlok pada Maret
  • Kemenperin Genjot Parfum Halal Masuki Lima Besar Dunia

Penurunan ini tidak hanya terjadi pada sisi makro. Efisiensi pemerintah juga merosot drastis dari peringkat 25 menjadi 51. Beberapa indikator yang melemah antara lain kelembagaan, prosedur pembentukan usaha baru, serta cadangan devisa per kapita. Kekuatan pemerintah yang masih bertahan terletak pada pengelolaan pajak dan pendapatan negara.

Kinerja investasi internasional ke Indonesia juga menunjukkan tren negatif, turun dari posisi 36 ke 42. Nilai ekspor layanan komersial pun masih tertinggal di posisi 63 dari 69 negara. Kinerja ekonomi Indonesia kini bergantung pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dan riil, yang masih menjadi pilar utama kekuatan.

Efisiensi bisnis pun tidak luput dari tekanan. Peringkatnya turun dari posisi 14 ke 26. Faktor penyebabnya meliputi keterbatasan tenaga kerja asing, akses ke layanan keuangan, serta rendahnya produktivitas secara keseluruhan.

Artikel Terkait:
  • Harga Distributor Stabil, Spekulan Dongkrak Harga Bawang Putih di Pasaran
  • Dato Sri Tahir: Purbaya Sosok Tepat Atasi Tantangan Ekonomi Nasional
  • LPG 3 Kg Tak Lagi Dijual Pengecer, Pemerintah Pastikan Distribusi Tepat Sasaran
  • Diskon Listrik 50 Persen Berlaku, Begini Cara Mendapatkannya

Di sisi infrastruktur, posisi Indonesia juga mengalami kemunduran. Infrastruktur teknologi turun dari posisi 32 ke 46. Rendahnya alokasi belanja pemerintah di sektor kesehatan (peringkat 68) dan pendidikan (peringkat 66) menjadi sorotan, ditambah dengan kecepatan bandwidth internet yang tertinggal jauh dari rata-rata global.

Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang menjadi mitra WCC dalam riset ini menyarankan perlunya perbaikan struktural dari hulu ke hilir. Fokus pada pengembangan SDM produktif dan peningkatan kualitas kebijakan publik menjadi kunci dalam memperbaiki daya saing nasional.

Dengan tantangan global dan domestik yang terus berkembang, pemerintah Indonesia diharapkan segera melakukan konsolidasi strategi ekonomi nasional. Perbaikan pada sektor kelembagaan, digitalisasi infrastruktur, serta iklim investasi menjadi agenda penting untuk mengembalikan posisi Indonesia dalam peta persaingan ekonomi global.

Jangan Lewatkan:
  • Wamentan Targetkan 2 Juta Sapi Tekan Impor Daging dan Susu
  • BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,5 Persen
  • Pembangunan Pipa Gas Cisem II Capai 64 Persen
  • Bansos Tak Dipangkas Meski Anggaran Kementerian Ditekan
Daya Saing Ekonomi Efisiensi Pemerintah IMD World Competitiveness Investasi Indonesia Perang Tarif Asia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGaruda Diselamatkan, Tapi Sampai Kapan?
Next Article Konflik Timur Tengah Mereda, IHSG Naik ke 6.900

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa

Bank Digital Ubah Cara Kita Mengelola Uang

Bisnis Ericka

Refleksi Kemenangan dan Kekalahan dalam Pilkada 2024

Editorial Udex Mundzir

10 Tips Penting Dalam Memilih Calon Presiden

Daily Tips Alfi Salamah

Yang Bukan Termasuk Ghibah dalam Islam

Islami Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi