Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cak Sholeh Wafat, Tinggalkan Jejak Advokasi Warga

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Ketua Dewan Racana Pesantren Khalifa Dilantik

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 11 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Daya Saing Indonesia Merosot 13 Peringkat, Efisiensi Pemerintah Jadi Sorotan

Penurunan daya saing Indonesia disorot sebagai dampak perang tarif dan lemahnya dukungan struktural nasional.
ErickaEricka25 Juni 2025 Ekonomi
Penurunan daya saing Indonesia 2025
Penurunan daya saing Indonesia 2025 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Posisi daya saing Indonesia dalam riset World Competitiveness Ranking (WCR) 2025 yang dirilis Institut Internasional untuk Pengembangan Manajemen (IMD) mengalami penurunan tajam. Indonesia turun 13 peringkat ke posisi 40 dari 69 negara yang disurvei secara global, dengan perang tarif disebut sebagai faktor pemicu utama.

Penurunan ini menjadi ironi mengingat Indonesia sebelumnya mencatat tren peningkatan selama tiga tahun berturut-turut. Dari posisi 44 pada 2022, Indonesia sempat melesat ke posisi 27 pada 2024. Namun, dalam laporan terbaru IMD, tren tersebut berbalik arah akibat meningkatnya ketegangan perdagangan internasional, terutama yang menyasar kawasan Asia Tenggara.

Arturo Bris, Direktur World Competitive Center (WCC) IMD, menjelaskan bahwa performa pasca-pandemi Indonesia yang sempat menanjak ditopang oleh lonjakan ekspor migas dan komoditas. Namun kini, struktur ekonomi yang belum cukup kuat membuat Indonesia terdampak lebih dalam dari tekanan eksternal.

“Efisiensi pemerintah tidak cukup hanya menjadi visi, tetapi harus dijalankan untuk memperkuat daya tarik investasi dan membangun ketahanan ekonomi,” ungkap Bris dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Baca Juga:
  • BNI Salurkan KUR ke Petani Tebu untuk Dukung Swasembada Gula 2028
  • The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Global Stabil Meski Investasi Melemah
  • Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026
  • Belajar dari UEA, Prabowo Ingin Besarkan INA

Penurunan ini tidak hanya terjadi pada sisi makro. Efisiensi pemerintah juga merosot drastis dari peringkat 25 menjadi 51. Beberapa indikator yang melemah antara lain kelembagaan, prosedur pembentukan usaha baru, serta cadangan devisa per kapita. Kekuatan pemerintah yang masih bertahan terletak pada pengelolaan pajak dan pendapatan negara.

Kinerja investasi internasional ke Indonesia juga menunjukkan tren negatif, turun dari posisi 36 ke 42. Nilai ekspor layanan komersial pun masih tertinggal di posisi 63 dari 69 negara. Kinerja ekonomi Indonesia kini bergantung pada pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita dan riil, yang masih menjadi pilar utama kekuatan.

Efisiensi bisnis pun tidak luput dari tekanan. Peringkatnya turun dari posisi 14 ke 26. Faktor penyebabnya meliputi keterbatasan tenaga kerja asing, akses ke layanan keuangan, serta rendahnya produktivitas secara keseluruhan.

Artikel Terkait:
  • Diskon Tiket Pesawat Dongkrak Jumlah Pemudik Udara 2025
  • Daftar 10 Terkaya Pejabat RI: Menteri dan Bupati Termasuk
  • Kemenpar Gandeng Prancis Genjot Kunjungan Wisatawan
  • IHSG dan Rupiah Terus Melemah Usai Sri Mulyani Lengser

Di sisi infrastruktur, posisi Indonesia juga mengalami kemunduran. Infrastruktur teknologi turun dari posisi 32 ke 46. Rendahnya alokasi belanja pemerintah di sektor kesehatan (peringkat 68) dan pendidikan (peringkat 66) menjadi sorotan, ditambah dengan kecepatan bandwidth internet yang tertinggal jauh dari rata-rata global.

Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang menjadi mitra WCC dalam riset ini menyarankan perlunya perbaikan struktural dari hulu ke hilir. Fokus pada pengembangan SDM produktif dan peningkatan kualitas kebijakan publik menjadi kunci dalam memperbaiki daya saing nasional.

Dengan tantangan global dan domestik yang terus berkembang, pemerintah Indonesia diharapkan segera melakukan konsolidasi strategi ekonomi nasional. Perbaikan pada sektor kelembagaan, digitalisasi infrastruktur, serta iklim investasi menjadi agenda penting untuk mengembalikan posisi Indonesia dalam peta persaingan ekonomi global.

Jangan Lewatkan:
  • Google Tampilkan Rupiah Rp8.170 per Dolar AS, Bank Indonesia Bantah
  • Jutaan Kelas Menengah Indonesia Turun Kasta
  • Industri Hotel Tertekan, Okupansi Merosot dan PHK Mengancam
  • Batalnya Diskon Listrik, DPR Nilai Pemerintah Beri Harapan Palsu
Daya Saing Ekonomi Efisiensi Pemerintah IMD World Competitiveness Investasi Indonesia Perang Tarif Asia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleGaruda Diselamatkan, Tapi Sampai Kapan?
Next Article Konflik Timur Tengah Mereda, IHSG Naik ke 6.900

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Puasa dan Pemberantasan Korupsi

Islami Syamril Al-Bugisyi

Mubarok dan Amanah Sejati: Pelajaran Jujur dari Seorang Hamba Sahaya

Islami Ericka

Omong Kosong Industri Kreatif

Editorial Udex Mundzir

Gunung Andong, Primadona Pendaki Pemula

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Nasional
Alfi Salamah15 April 2026

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Curi Start, Mugus PP Khalifa Langsung Eksekusi SK Kwarnas Terbaru

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

PP Khalifa Matangkan Adaptasi SK Kwarnas Terbaru Menjelang Mugus

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi