Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?

Ketika kebijakan ekonomi dijalankan tanpa transparansi, peluang pemberdayaan rakyat bisa berubah menjadi lahan korupsi baru.
AssyifaAssyifa4 Maret 2025 Editorial
Risiko Korupsi dalam Koperasi Desa
Prabowo mendirikan Koperasi Desa Merah Putih dengan pendanaan berasal dari Dana Desa (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pemerintah kembali meluncurkan program besar. Kali ini, Presiden Prabowo Subianto menggagas Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang akan dibentuk di 70.000 desa. Dana untuk program ini diambil dari alokasi dana desa, dengan setiap desa mendapatkan Rp 3-5 miliar dalam lima tahun. Pemerintah mengklaim koperasi ini akan menjadi pusat ekonomi desa dan memutus rantai distribusi yang merugikan produsen dan konsumen.

Namun, pertanyaan mendasar muncul: Apakah ini benar-benar untuk kesejahteraan rakyat, atau justru membuka peluang bagi praktik korupsi terselubung?

Konsep koperasi sebagai wadah ekonomi masyarakat memang menarik. Tetapi sejarah menunjukkan bahwa tidak semua koperasi dikelola dengan baik. Banyak koperasi akhirnya hanya menguntungkan segelintir orang, dengan pengelolaan keuangan yang tidak transparan. Jika koperasi ini mendapatkan kucuran dana besar tanpa mekanisme kontrol yang jelas, risiko kebocoran anggaran sangat tinggi.

Selain itu, keterlibatan Danantara—holding BUMN baru yang dibentuk untuk mengelola aset nasional—juga patut dicermati. Apakah koperasi ini akan mendapat suntikan dana dari Danantara? Jika iya, maka ada potensi besar tumpang tindih kebijakan antara koperasi rakyat dan bisnis BUMN. Ini bisa menciptakan persaingan yang tidak sehat dan mengaburkan tujuan awal koperasi, yang seharusnya berbasis pada pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga:
  • Di Balik Kegelapan yang Diteriakkan
  • Lebih 12 Persen Tidak Mau Andi Harun Jadi Wali Kota!
  • Pilkada Sampang 2024: Situasi Ketat, Mandat Diunggulkan
  • Dari Memalukan ke Menakutkan

Dari sisi implementasi, program ini menghadapi tantangan besar dalam hal efektivitas. Jika koperasi ini benar-benar menjadi pusat ekonomi desa, maka siapa yang akan mengelolanya? Apakah ada jaminan bahwa pengurus koperasi dipilih secara demokratis dan bukan hanya orang-orang titipan? Salah kelola dapat membuat koperasi ini menjadi alat politik atau bisnis elite tertentu.

Tanpa mekanisme pengawasan yang kuat, Kopdes Merah Putih berisiko menjadi lahan korupsi baru, dengan modus mengalihkan dana desa ke proyek-proyek yang dikendalikan oleh pejabat dan kroninya. Dalam banyak kasus, dana desa sering kali bocor dalam bentuk proyek fiktif, mark-up anggaran, dan pembagian keuntungan yang tidak adil.

Jika pemerintah benar-benar ingin program ini berhasil, maka transparansi total dalam pengelolaan dana menjadi keharusan. Semua pemasukan dan pengeluaran harus terbuka untuk publik, dengan audit berkala oleh lembaga independen. Partisipasi aktif masyarakat desa juga harus diperkuat agar pengurus koperasi dipilih secara demokratis, bukan ditunjuk oleh pemerintah atau elite lokal.

Artikel Terkait:
  • Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi
  • Mindset Penghambat Investasi
  • Lumbung Korupsi dalam Demokrasi yang Terganjal
  • Politik Sengketa, Demokrasi yang Tercederai

Jaminan bahwa koperasi ini benar-benar untuk rakyat juga menjadi hal krusial. Jika ada intervensi dari Danantara atau BUMN lainnya, harus dipastikan bahwa keuntungan tetap kembali ke masyarakat desa, bukan ke kantong investor atau pejabat.

Koperasi desa bisa menjadi solusi atau justru masalah baru. Jika pengelolaannya tidak transparan dan akuntabel, maka Kopdes Merah Putih bisa berubah dari program pemberdayaan menjadi alat eksploitasi ekonomi desa.

Jangan Lewatkan:
  • Bukan Sekadar Angka Kemiskinan
  • Orde Baru Jauh Lebih Baik
  • Sahabat AI dan Ilusi Kedaulatan Digital
  • Coba Vaksin? Wakil Rakyat Dulu!
Dana Desa Danantara Ekonomi Desa Koperasi Desa Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDPR Soroti Kepailitan Sritex: Tragedi Nasional
Next Article Run Street Ramadhan Kukar Dorong Gaya Hidup Positif Pemuda

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Makna Kiai dalam Tradisi Jawa: Antara Simbol dan Ilmu

Islami Lisda Lisdiawati

Celah Curang Layanan Rumah Sakit

Editorial Udex Mundzir

Asal-Usul Tradisi Memberi Takjil di Bulan Ramadan

Islami Ericka

Musik AI Tanpa Hak Cipta

Refleksi Udex Mundzir

Nafkah dalam Islam: Penjelasan, Pelanggaran, dan Kewajiban terhadap Anak Yatim

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi