Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

KH Syukron Ma’mun Wafat, Warisan Dakwahnya Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 22 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

Polemik penilaian berbeda dalam LCC Empat Pilar Kalbar memicu sorotan publik soal keadilan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati12 Mei 2026 Politik
Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu (9/5/26) (Tangkapan layar YouTube/MPRGOID)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pontianak – Sebuah kompetisi pengetahuan sejatinya menjadi arena yang menjunjung logika, ketepatan, dan sportivitas. Namun di Kalimantan Barat, Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI justru meninggalkan tanda tanya besar. Ironinya, jawaban yang terdengar serupa memperoleh hasil penilaian berbeda, menghadirkan kesan bahwa objektivitas dalam ruang edukasi masih rentan dipertanyakan.

Polemik itu muncul dalam LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (9/5/2026), ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jawaban yang disampaikan peserta dianggap tidak tepat oleh salah satu dewan juri hingga tim menerima pengurangan nilai.

Namun, ketika soal yang sama dialihkan kepada kelompok lain dengan jawaban yang dinilai publik memiliki substansi serupa, poin penuh justru diberikan. Rekaman momen tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kritik dari berbagai kalangan.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” demikian keterangan resmi MPR pada Selasa (12/5/2026).

Baca Juga:
  • Anggota DPR Usulkan Denda bagi Warga yang Tak Mencoblos
  • Pemprov DKI Tegaskan Videotron Anies Tanggung Jawab Swasta
  • PKS Ingatkan Kenaikan Harga Beras Mengancam Potensi Stunting Meningkat
  • AS dan Inggris Restui Indonesia Masuk OECD

Dalam perspektif opini, keputusan menonaktifkan juri memang menjadi langkah cepat yang patut diapresiasi. Akan tetapi, persoalan mendasar sesungguhnya tidak hanya terletak pada individu, melainkan sistem penilaian itu sendiri. Bagaimana mungkin ketidakkonsistenan dapat berlangsung di ruang kompetisi yang membawa nama pendidikan kebangsaan tanpa adanya mekanisme koreksi secara langsung?

Kompetisi seperti LCC Empat Pilar bukan hanya soal adu cepat menjawab pertanyaan, tetapi juga sarana menanamkan nilai demokrasi, kejujuran, dan keadilan kepada generasi muda. Ketika peserta menyaksikan adanya inkonsistensi secara terbuka, pesan moral yang diterima berpotensi bertolak belakang dengan semangat yang hendak diajarkan. Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan lewat teori, melainkan harus tampak nyata dalam praktik.

Menariknya, keberanian siswa SMAN 1 Pontianak menyampaikan pandangan kepada juri menunjukkan sisi positif dari pendidikan kritis. Sikap itu menunjukkan bahwa siswa tidak hanya diajarkan menerima keputusan secara pasif, tetapi juga memahami hak untuk mempertanyakan sesuatu yang dianggap tidak sesuai secara argumentatif dan santun. Dalam konteks ini, peserta justru memperlihatkan praktik demokrasi yang sesungguhnya.

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian dan sistem verifikasi jawaban,” tulis MPR dalam keterangannya.

Artikel Terkait:
  • NasDem Desak Hukuman Berat bagi Oknum Korupsi Dapur MBG
  • KPU Akui Belum Siapkan Anggaran untuk Pilkada Ulang
  • Prabowo Janji Bahas RUU Perampasan Aset dan Ketenagakerjaan
  • Owner Pandu Advertising Bacaleg dari PKB Daftar Naik Vespa

Evaluasi tersebut tentu menjadi harapan publik agar polemik serupa tidak terulang. Sebab, kepercayaan terhadap sebuah kompetisi dibangun dari transparansi dan konsistensi aturan. Jika nilai keadilan ingin benar-benar ditanamkan kepada pelajar, maka ruang kompetisi harus terlebih dahulu menghadirkan rasa adil itu sendiri.

Pada akhirnya, polemik LCC Kalbar menjadi pengingat bahwa integritas tidak lahir dari slogan semata. Anak-anak belajar tentang keadilan bukan hanya melalui materi empat pilar, melainkan dari apa yang mereka lihat langsung di depan mata. Ketika objektivitas dipertanyakan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar hasil lomba, tetapi juga kepercayaan terhadap proses pendidikan itu sendiri.

Jangan Lewatkan:
  • Kemlu Cari Lokasi Alternatif Pulau Galang untuk Warga Gaza
  • Seno Aji Sebut Kaltim Masih Kekurangan 2.000 Dokter
  • Daftar Lengkap Pemenang Pilkada Serentak 2024 di Jawa Barat
  • Izin PT Gag Nikel Batal Dicabut, Eks Pejabat ESDM Duduki Kursi Komisaris
Kalbar LCC Empat Pilar MPR RI Pendidikan Kebangsaan Pontianak
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar
Next Article Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Harapan Terwujud: Jamaah Haji Tambahan Menyentuh Tanah Suci

Islami Alfi Salamah

Jejak Dapur Gratis Ottoman, Amal atau Legitimasi?

Islami Lisda Lisdiawati

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

Refleksi Assyifa

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

Perspektif Alfi Salamah

Ubox: Solusi Sewa Powerbank Praktis di Bandara

Techno Silva
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi