Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syekh Al-Albani, Ketekunan Menjaga Warisan Hadis

Ketika Langit Kelabu Mengubah Kehidupan

Ketika Peneliti Mengurus Kuitansi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 11 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

Polemik penilaian berbeda dalam LCC Empat Pilar Kalbar memicu sorotan publik soal keadilan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati12 Mei 2026 Politik
Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Sabtu (9/5/26) (Tangkapan layar YouTube/MPRGOID)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pontianak – Sebuah kompetisi pengetahuan sejatinya menjadi arena yang menjunjung logika, ketepatan, dan sportivitas. Namun di Kalimantan Barat, Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI justru meninggalkan tanda tanya besar. Ironinya, jawaban yang terdengar serupa memperoleh hasil penilaian berbeda, menghadirkan kesan bahwa objektivitas dalam ruang edukasi masih rentan dipertanyakan.

Polemik itu muncul dalam LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada Sabtu (9/5/2026), ketika peserta dari SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Jawaban yang disampaikan peserta dianggap tidak tepat oleh salah satu dewan juri hingga tim menerima pengurangan nilai.

Namun, ketika soal yang sama dialihkan kepada kelompok lain dengan jawaban yang dinilai publik memiliki substansi serupa, poin penuh justru diberikan. Rekaman momen tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan memicu kritik dari berbagai kalangan.

“Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan Dewan Juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” demikian keterangan resmi MPR pada Selasa (12/5/2026).

Baca Juga:
  • Penolakan Kenaikan Harga BBM dan Listrik: Awal Keruntuhan Soeharto
  • PDIP Pertanyakan Peran MKD dalam Pemanggilan Rieke Diah Pitaloka
  • PKB Orbitkan Aini Zuroh Menjadi Bupati Mojokerto 2024
  • DPR Sahkan KUHAP Baru Berlaku Awal 2026

Dalam perspektif opini, keputusan menonaktifkan juri memang menjadi langkah cepat yang patut diapresiasi. Akan tetapi, persoalan mendasar sesungguhnya tidak hanya terletak pada individu, melainkan sistem penilaian itu sendiri. Bagaimana mungkin ketidakkonsistenan dapat berlangsung di ruang kompetisi yang membawa nama pendidikan kebangsaan tanpa adanya mekanisme koreksi secara langsung?

Kompetisi seperti LCC Empat Pilar bukan hanya soal adu cepat menjawab pertanyaan, tetapi juga sarana menanamkan nilai demokrasi, kejujuran, dan keadilan kepada generasi muda. Ketika peserta menyaksikan adanya inkonsistensi secara terbuka, pesan moral yang diterima berpotensi bertolak belakang dengan semangat yang hendak diajarkan. Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan lewat teori, melainkan harus tampak nyata dalam praktik.

Menariknya, keberanian siswa SMAN 1 Pontianak menyampaikan pandangan kepada juri menunjukkan sisi positif dari pendidikan kritis. Sikap itu menunjukkan bahwa siswa tidak hanya diajarkan menerima keputusan secara pasif, tetapi juga memahami hak untuk mempertanyakan sesuatu yang dianggap tidak sesuai secara argumentatif dan santun. Dalam konteks ini, peserta justru memperlihatkan praktik demokrasi yang sesungguhnya.

“MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian dan sistem verifikasi jawaban,” tulis MPR dalam keterangannya.

Artikel Terkait:
  • PKB Surabaya Lumbung Suara Hijau yang Menggairahkan
  • Blangkon dan Selendang Khas Mojokerto Hiasi Gerindra Kabupaten Mojokerto Daftarkan 50 Bacaleg
  • Mundur dari PCO, Hasan Nasbi Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo
  • Survei Elektabilitas Jelang Pilkada Kaltim 2024: Rudy Mas’ud-Seno Aji Unggul atas Petahana

Evaluasi tersebut tentu menjadi harapan publik agar polemik serupa tidak terulang. Sebab, kepercayaan terhadap sebuah kompetisi dibangun dari transparansi dan konsistensi aturan. Jika nilai keadilan ingin benar-benar ditanamkan kepada pelajar, maka ruang kompetisi harus terlebih dahulu menghadirkan rasa adil itu sendiri.

Pada akhirnya, polemik LCC Kalbar menjadi pengingat bahwa integritas tidak lahir dari slogan semata. Anak-anak belajar tentang keadilan bukan hanya melalui materi empat pilar, melainkan dari apa yang mereka lihat langsung di depan mata. Ketika objektivitas dipertanyakan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar hasil lomba, tetapi juga kepercayaan terhadap proses pendidikan itu sendiri.

Jangan Lewatkan:
  • Golkar Sebut PDIP “Mencla-Mencle” Soal Kenaikan PPN 12 Persen
  • Wacana Pilkada via DPRD, Menkumham Tegaskan Belum Diputuskan
  • Prabowo: Koruptor Tak Rela Pemerintah Bersih-bersih
  • Mahyunadi Janji Anggaran RT Naik Lima Kali Lipat
Kalbar LCC Empat Pilar MPR RI Pendidikan Kebangsaan Pontianak
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWHO Selidiki Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar
Next Article Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Informasi lainnya

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026

Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik

4 Januari 2026

Bupati Aceh Utara Pertanyakan Absennya Presiden Saat Banjir

30 Desember 2025
Paling Sering Dibaca

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Perspektif Udex Mundzir

Tom Lembong dan Kriminalisasi Kebijakan Publik

Editorial Udex Mundzir

Meski Telah Berpura-pura jadi Jakmania, Kang Emil Tetap Kalah

Perspektif Udex Mundzir

Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar

Perspektif Udex Mundzir

Hindari Kata Kasar, Bisa Dipenjara 4 Bulan!

Daily Tips Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Temaram di Khalifa

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi