Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 29 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

MPR Soroti Bencana Sumatera sebagai Sinyal Kuat Krisis Iklim Nasional

Peringatan lantang soal krisis iklim kembali digaungkan setelah rangkaian bencana mengguncang Sumatera.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati30 November 2025 Politik
MPR Soroti Bencana Sumatera sebagai Sinyal Kuat Krisis Iklim Nasional
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti gema yang tak kunjung padam, bencana yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara kembali menjadi pengingat keras bahwa alam sedang “berbicara”. Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyebut rangkaian banjir, longsor, dan cuaca tak menentu itu sebagai alarm nyata krisis iklim yang tak boleh lagi diabaikan.

Dalam pernyataannya seusai menghadiri Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 di Jakarta pada Minggu (30/11/2025), Eddy menegaskan bahwa perubahan pola cuaca dan kenaikan temperatur di berbagai kota besar telah menunjukkan tanda-tanda yang tak bisa dipungkiri. Ia menyebut perilaku manusia terutama pembalakan liar dan pengambilan pasir besar-besaran sebagai faktor yang memperburuk situasi.

“Indikasi krisis iklim makin jelas saat bencana terus terjadi di berbagai daerah,” ujarnya. Eddy menambahkan bahwa kecenderungan banjir bandang, tanah longsor, hingga hujan deras di musim kemarau merupakan konsekuensi dari kerusakan lingkungan yang dibiarkan berlarut-larut.

Menurut Eddy, kejadian yang menimpa sejumlah wilayah Sumatera dalam beberapa pekan terakhir harus menjadi momentum bagi pemerintah pusat dan daerah untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan lingkungan. Ia menilai alih fungsi lahan yang kian masif untuk permukiman dan industri berkontribusi besar dalam mengubah keseimbangan ekologis.

Baca Juga:
  • Demonstrasi Tolak Revisi UU TNI, Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Padati DPR
  • LSI: Publik Dukung Program Prabowo, Pilkada DPRD Ditolak
  • Pramono-Rano Unggul 50,07%, Pilgub DKI Berpotensi Satu Putaran
  • Antisipasi Tak Lolos ke Senayan, Kaesang Tingkatkan Kinerja PSI

“Kita tak bisa lagi menutup mata terhadap dampaknya. Kerusakan hutan dan tata ruang yang tak tertib membuat banyak wilayah kehilangan pelindung alaminya,” katanya.

Ia secara khusus menyoroti viralnya potongan kayu gelondongan yang terseret arus banjir bandang di Sumatera. Temuan tersebut memunculkan dugaan kuat adanya praktik illegal logging di kawasan hutan. Dalam menanggapi itu, Eddy menegaskan perlunya penegakan hukum yang lebih berani dan tak pandang bulu.

“Adanya kayu gelondongan yang terlihat jelas di depan mata kita harus ditelusuri. Jika sumbernya legal, lihat izinnya. Jika tidak, harus ada penegakan hukum yang kuat dan konsekuen agar ada efek jera,” tegasnya dalam pernyataan terpisah.

Ia juga mengapresiasi sikap Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya telah menunjukkan komitmen mengambil tindakan tegas terhadap individu maupun perusahaan yang terbukti merusak lingkungan, mulai dari pembalak liar hingga pelaku pencemaran tanah dan air. Eddy berharap penyelidikan terhadap asal-usul kayu-kayu yang hanyut itu dilakukan secepat mungkin demi mencegah munculnya korban-korban baru akibat kerusakan hutan.

Artikel Terkait:
  • Partisipasi Pilkada Jabar 2024 Turun, KPU Siap Evaluasi
  • RUU TNI Disepakati DPR, Selangkah Lagi Jadi Undang-Undang
  • Prabowo Dinilai Berhasil Main Halus, PDIP Tak Jadi Oposisi
  • RUU Perampasan Aset Masuk Prolegnas Prioritas 2025

Lebih jauh, Eddy mengingatkan bahwa mitigasi bencana harus berjalan berdampingan dengan penataan ulang tata kelola lingkungan. Ia menilai respons cepat diperlukan bukan hanya untuk menanggulangi dampak bencana saat ini, tetapi juga untuk mengurangi potensi krisis serupa di masa mendatang.

Situasi ini, tambahnya, harus menjadi refleksi sekaligus titik balik dalam memperbaiki relasi manusia dengan alam. “Kita menghadapi fakta bahwa krisis iklim bukan ancaman masa depan ia sudah terjadi sekarang,” katanya.

Dengan meningkatnya intensitas bencana di berbagai wilayah, Eddy menegaskan perlunya tindakan komprehensif yang menyentuh aspek penegakan hukum, konservasi, dan pengawasan tata ruang. Ia berharap pemerintah dan masyarakat dapat bergerak lebih sigap demi menekan dampak bencana yang kian sering terjadi.

Jangan Lewatkan:
  • Pasal Penghinaan Presiden Dinilai Rentan Bungkam Kritik
  • PSI Kabupaten Mojokerto Menyaring 18 Bacaleg Potensial, Siap Tarung
  • Deadline 17+8, Mahasiswa Unpad Turun ke DPR Sore Ini
  • MK Hapus Presidential Threshold, Berikan 5 Pedoman Baru
Bencana Sumatera Illegal Logging Krisis Iklim MPR RI Penegakan Hukum Lingkungan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBNPB Sebut 303 Korban Jiwa dalam Banjir dan Longsor Sumatra
Next Article Menkeu Purbaya Siap Cairkan Dana Darurat untuk Bencana Sumatra

Informasi lainnya

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

Menteri LH: Indonesia Dikepung Tiga Krisis

15 Februari 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Dating Tanpa Alkohol, Tren Baru Generasi Muda

Happy Alfi Salamah

Langkah Skuad Muda yang Tertatih

Perspektif Assyifa

Kisah Pengusaha Lokal Kalahkan Raksasa Dunia dalam Sengketa Merek

Bisnis Assyifa

Imam Lupa Baca Al-Fatihah, Apakah Sholatnya Sah?

Islami Udex Mundzir

Rhenald Kasali: Merantau, Sekolah Kehidupan yang Sesungguhnya

Profil Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi