Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

Efisiensi anggaran besar-besaran disebut sebagai langkah strategis mencegah kebocoran dan potensi korupsi belanja negara.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati20 Maret 2026 Politik
Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN
Prabowo Subianto (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bogor – “Uang rakyat itu seperti air di wadah bocor,” menjadi gambaran yang tersirat dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat mengungkapkan keberhasilan pemerintahannya menghemat ratusan triliun rupiah dari anggaran negara melalui kebijakan efisiensi yang ketat.

Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut pemerintah telah mengamankan sekitar Rp308 triliun dari belanja negara setelah melakukan pemangkasan pada berbagai pos pengeluaran.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum diskusi bersama jurnalis senior dan pengamat di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat (20/03/2026). Ia menilai langkah tersebut penting untuk menutup celah pemborosan yang berpotensi mengarah pada praktik korupsi, sekaligus memperbaiki tata kelola fiskal nasional.

“Waktu pertama melakukan efisiensi, kita menghemat Rp 308 triliun dari pemerintah pusat. Dari mana itu? Dari semua pengeluaran yang akal-akalan. Keyakinan saya, itu semua Rp 308 triliun ini jika tidak dipotong, ini ke arah korupsi,” ujar Prabowo.

Baca Juga:
  • Bahlil Temui Prabowo di Hambalang, Spekulasi Rapat KMP Menguat
  • Sekda Jabar Pastikan PSU Tasik Siap Tanpa Kendala
  • KPU Tetapkan Pramono Anung-Rano Karno Jadi Pemimpin Jakarta Awal Januari
  • Jokowi Ditegur Anies: Jangan Intervensi Pemilu, Kekuasaan Tak Penting

Ia juga mengaitkan kebijakan efisiensi ini dengan indikator ekonomi Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yang mencerminkan tingkat efisiensi investasi suatu negara. Menurutnya, angka ICOR Indonesia masih berada di kisaran 6,5, lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia yang berada di angka 4, serta Vietnam sekitar 3,6.

Tingginya ICOR menandakan bahwa Indonesia membutuhkan modal lebih besar untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sama, sehingga efisiensi menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam konteks tersebut, Prabowo memperkirakan adanya ketidakefisienan hingga sekitar 30 persen dari total anggaran negara yang mendekati Rp3.700 triliun. Jika dikonversikan, nilai inefisiensi tersebut setara dengan sekitar US$75 miliar. Kondisi ini dinilai sebagai indikator perlunya reformasi belanja negara agar lebih tepat sasaran dan produktif.

Selain itu, pemerintah disebut telah memangkas sejumlah pengeluaran yang dianggap tidak prioritas, seperti kegiatan seremonial, pembelian alat tulis kantor, hingga rapat dan seminar yang dinilai tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Prabowo juga menyoroti kebiasaan pengadaan barang tahunan, termasuk perangkat teknologi, yang dinilai tidak efisien jika tidak didasarkan pada kebutuhan riil.

Artikel Terkait:
  • Nomor Urut Sudah Ditetapkan, Siapa ‘Raja’ Kaltim 2024?
  • Pemprov DKI Tegaskan Videotron Anies Tanggung Jawab Swasta
  • Survei: 74 Persen Publik Tak Percaya Wakil Rakyat
  • Optimisme Ketua DPD Bontang, PKS Meningkat Tajam di Survei LSI

Langkah efisiensi ini, lanjutnya, masih berada pada tahap awal dan berpotensi terus diperluas. Ia melihat masih banyak ruang untuk melakukan penghematan, khususnya pada belanja rutin yang tidak memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, Prabowo turut menyinggung strategi yang diterapkan sejumlah negara lain, seperti pengurangan hari kerja hingga penerapan sistem kerja dari rumah (WFH). Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif untuk menekan biaya operasional tanpa mengurangi produktivitas secara signifikan.

Dengan kebijakan efisiensi ini, pemerintah berharap anggaran negara dapat digunakan lebih optimal untuk program-program prioritas, termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Istana Belum Pastikan Reshuffle Usai OTT Wamenaker Noel
  • Guru Besar: Pernyataan Jokowi Picu Konflik Komunikasi Publik
  • Penurunan Jumlah Bacaleg di Samarinda Menghadapi Pemilu 2024
  • Presiden Umumkan Legislator Nirempati Dicabut dari DPR
APBN 2026 Efisiensi Anggaran ICOR Indonesia Korupsi Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJabar Beri Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran
Next Article Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Efisiensi atau Salah Kelola?

4 Agustus 2026

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

15 Juni 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Muhammadiyah Serukan Hidup Hemat dan Efisien

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Pendidikan Tersedot Program MBG

Editorial Udex Mundzir

Alibi Efisiensi, Pilkada Tetap Harus Langsung

Editorial Udex Mundzir

China Hadirkan Menara Penyaring Udara Setinggi 328 Kaki

Techno Ericka

Bahlil Membuat Gaduh, Lalu Berlagak Penyelamat

Editorial Udex Mundzir

Mengukir Adab Haji dan Sunnah Wasiat Sebelum Berangkat

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi