Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 20 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

Efisiensi anggaran besar-besaran disebut sebagai langkah strategis mencegah kebocoran dan potensi korupsi belanja negara.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati20 Maret 2026 Politik
Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN
Prabowo Subianto (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bogor – “Uang rakyat itu seperti air di wadah bocor,” menjadi gambaran yang tersirat dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat mengungkapkan keberhasilan pemerintahannya menghemat ratusan triliun rupiah dari anggaran negara melalui kebijakan efisiensi yang ketat.

Dalam pernyataannya, Prabowo menyebut pemerintah telah mengamankan sekitar Rp308 triliun dari belanja negara setelah melakukan pemangkasan pada berbagai pos pengeluaran.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum diskusi bersama jurnalis senior dan pengamat di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat (20/03/2026). Ia menilai langkah tersebut penting untuk menutup celah pemborosan yang berpotensi mengarah pada praktik korupsi, sekaligus memperbaiki tata kelola fiskal nasional.

“Waktu pertama melakukan efisiensi, kita menghemat Rp 308 triliun dari pemerintah pusat. Dari mana itu? Dari semua pengeluaran yang akal-akalan. Keyakinan saya, itu semua Rp 308 triliun ini jika tidak dipotong, ini ke arah korupsi,” ujar Prabowo.

Baca Juga:
  • KPU Jakarta Tegaskan Tak Ada Pemungutan Suara Ulang
  • Prabowo Resmikan Pabrik Emas Freeport dan Stadion di Jatim
  • Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik Purbaya Gantikan Sri Mulyani
  • Meski Diwarnai Insiden Pilkada Sampang 2024 Terbilang Aman

Ia juga mengaitkan kebijakan efisiensi ini dengan indikator ekonomi Incremental Capital Output Ratio (ICOR), yang mencerminkan tingkat efisiensi investasi suatu negara. Menurutnya, angka ICOR Indonesia masih berada di kisaran 6,5, lebih tinggi dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia yang berada di angka 4, serta Vietnam sekitar 3,6.

Tingginya ICOR menandakan bahwa Indonesia membutuhkan modal lebih besar untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang sama, sehingga efisiensi menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam konteks tersebut, Prabowo memperkirakan adanya ketidakefisienan hingga sekitar 30 persen dari total anggaran negara yang mendekati Rp3.700 triliun. Jika dikonversikan, nilai inefisiensi tersebut setara dengan sekitar US$75 miliar. Kondisi ini dinilai sebagai indikator perlunya reformasi belanja negara agar lebih tepat sasaran dan produktif.

Selain itu, pemerintah disebut telah memangkas sejumlah pengeluaran yang dianggap tidak prioritas, seperti kegiatan seremonial, pembelian alat tulis kantor, hingga rapat dan seminar yang dinilai tidak berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Prabowo juga menyoroti kebiasaan pengadaan barang tahunan, termasuk perangkat teknologi, yang dinilai tidak efisien jika tidak didasarkan pada kebutuhan riil.

Artikel Terkait:
  • GP Ansor Kabupaten Mojokerto Siap Kawal Kondusifitas Pemilu 2024
  • Prabowo Ingin Naikkan Gaji Hakim demi Hapus Suap
  • Prabowo Gulirkan Koalisi Permanen, Dinilai Ingin Pagari KIM Plus dan PDIP
  • Jokowi: Kepala Daerah Harus Hadir di Retret Akmil Magelang

Langkah efisiensi ini, lanjutnya, masih berada pada tahap awal dan berpotensi terus diperluas. Ia melihat masih banyak ruang untuk melakukan penghematan, khususnya pada belanja rutin yang tidak memberikan dampak signifikan terhadap pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Dalam menghadapi tantangan ekonomi global, Prabowo turut menyinggung strategi yang diterapkan sejumlah negara lain, seperti pengurangan hari kerja hingga penerapan sistem kerja dari rumah (WFH). Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif untuk menekan biaya operasional tanpa mengurangi produktivitas secara signifikan.

Dengan kebijakan efisiensi ini, pemerintah berharap anggaran negara dapat digunakan lebih optimal untuk program-program prioritas, termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Pidato Perdana Wali Kota Tasikmalaya: Komitmen Bangun Kota Santri yang Maju
  • Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, Kiai Aus Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Era Pemilu 2024
  • LSI: Publik Dukung Program Prabowo, Pilkada DPRD Ditolak
  • Guru Besar: Pernyataan Jokowi Picu Konflik Komunikasi Publik
APBN 2026 Efisiensi Anggaran ICOR Indonesia Korupsi Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleJabar Beri Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran
Next Article Israel Batasi Salat Idul Fitri di Al Aqsa

Informasi lainnya

Efisiensi atau Salah Kelola?

4 Agustus 2026

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

15 Juni 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Muhammadiyah Serukan Hidup Hemat dan Efisien

5 Mei 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Titiek Puspa: Legenda Musik yang Menembus Zaman

Biografi Ericka

Soft Living: Hidup lebih pelan, bahagia lebih lama

Happy Alfi Salamah

Rahasia Ayam Goreng Kalasan yang Garing dan Manisnya Pas

Food Alfi Salamah

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

Editorial Udex Mundzir

Ujian Jabatan

Refleksi Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Nama Jokowi Masih Tersemat di Situs OCCRP Meski Sempat Hilang

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Alat Tulis Sekolah Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi