Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 6 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Guru Besar: Pernyataan Jokowi Picu Konflik Komunikasi Publik

Melalui Siaran Daring, Prof Masduki Menyoroti Implikasi Kontroversi Pernyataan Presiden
ErickaEricka7 Februari 2024 Politik
Presiden Republik Indonesia, Joko widodo
Presiden Republik Indonesia, Joko widodo (.Inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Sleman – Guru Besar Ilmu Komunikasi Indonesia menyatakan kekhawatiran terhadap pernyataan Presiden Jokowi yang memungkinkan kampanye presiden, merasa bahwa hal tersebut dapat mengganggu stabilitas ruang publik.

“Kami melihat praktik komunikasi publik para pemimpin politik di musim pilpres cenderung keruh, tidak mendidik, dan memicu konflik sosial di ranah digital,” kata Guru Besar Ilmu Komunikasi Universitas Islam Indonesia, Prof Masduki menyampaikan pernyataan sikapnya secara daring, Rabu (7/2/2024).

Konflik Komunikasi dari Pernyataan Jokowi

Masduki mengatakan, pernyataan Jokowi itu menunjukkan konflik komunikasi. Sebab, tiadanya batasan deklaratif yang tegas antara Jokowi sebagai Kepala Negara dan Kepala Keluarga dari Cawapres Paslon 2.

Terjadi amplifikasi media nasional terhadap pernyataan ini. Selain itu, berbagai aktivitas politik kenegaraan yang menyertainya menyebabkan penumpukan sikap kritis publik dan memperkuat tendensi pembenaran atas politik dinasti.

Baca Juga:
  • PDIP Siaga Satu Jelang Kongres 2025, Kursi Megawati Digoyang
  • Termasuk Jakarta, MK Terima 206 Gugatan Sengketa Pilkada
  • Reshuffle Kabinet, Prabowo Lantik Purbaya Gantikan Sri Mulyani
  • PDIP Pecat Ketua DPD Maluku Akibat Emosi Terkait Istri

Para guru besar juga menyoroti berbagai persoalan kebangsaan dan komunikasi, seperti menguatnya politik yang melibatkan media digital, pemakaian tentara digital, dan merebaknya disinformasi. Tak hanya itu, praktek manipulasi konten digital pun bertujuan melawan semangat demokrasi substansial.

“Yakni warga digital sebagai warga negara mengalami kekerasan sistemik, yang diorkestrasi baik oleh para pendengung, dan politisi di dalam dan di luar kekuasaan politik,” katanya.

Guru Besar Ilmu Komunikasi melihat terjadi kemunduran demokratisasi komunikasi, demokrasi digital dan politik elektoral sebagai keadaan yang saling terkait. Mereka mengimbau agar semua pihak menyelamatkan negara dari ambang otoriterisme ala Orde Baru.

“Lebih jauh, mendorong agar menggelorakan keprihatinan atas situasi politik secara umum yang mengarah pada otoriterisme, politik dinasti, yang merusak tatanan keadaban publik, dan studi komunikasi politik di perguruan tinggi di masa depan,” tambah Masduki.

Artikel Terkait:
  • Dasco Minta Mendagri Selesaikan Aksi Boikot Kepala Daerah PDIP
  • 300 Polisi Isi Jabatan Sipil, Polri Tegaskan Mekanisme Sesuai Aturan
  • Alek PKS Kaltim Kritik Kebijakan Pemerintah Impor Beras
  • DPC PKB Kabupaten Mojokerto Menyerahkan Daftar Bacaleg dengan Gaya Unik

Tuntutan Keteladanan untuk Jokowi

Guru Besar Ilmu Komunikasi Indonesia juga menuntut Jokowi untuk menunjukkan keteladanan sebagai Kepala Negara. Untuk ini perlunya sikap politik dan praktik komunikasi publik yang konsisten dan ajeg pada kaidah etika.

Mereka menuntut agar Jokowi mengkoreksi pernyataannya yang telah memicu kontroversi publik. Mereka juga menekankan pentingnya bekerja berdasarkan moralitas publik dan menjaga politik elektoral yang beretika dengan memprioritaskan kepentingan bangsa, bukan kepentingan pribadi, keluarga, atau golongan tertentu.

“Kami mengimbau agar semua pihak yang terlibat atau berpartisipasi dalam penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 mengedepankan kesadaran dan tanggung jawabnya. Demi menjunjung nilai-nilai demokrasi, etika dan hati nurani,” lanjutnya.

Jangan Lewatkan:
  • Closing Debat Terakhir, Prabowo Minta Maaf Pada Dua Rivalnya
  • Presiden Prabowo Ambil Alih Keputusan Sengketa Pulau Aceh-Sumut
  • Unggul Quick Count, Rudy-Seno Tegaskan Lagi Janjinya untuk Masyarakat Kaltim
  • KPU Akui Belum Siapkan Anggaran untuk Pilkada Ulang

“Penyelenggara pemilu, harapannya partai politik maupun pemilih menghasilkan sikap, keputusan dan perilaku yang dapat menjaga keutuhan dan kelangsungan Indonesia. Demi bangsa yang demokratis, berdaulat dan bermartabat,” kata Masduki menutup.

Pemilu 2024
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSaingi Coldplay, Kampanye Akbar AMIN Capai 3,5 Juta Antrean
Next Article Ali Hamdi Tegaskan PKS Berkomitmen selalu Bersama Rakyat

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

15 Mei 2026

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

12 Mei 2026

Presma UINSI Kritik Renovasi Rujab Rp25 Miliar

12 April 2026

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun dari APBN

20 Maret 2026

MUI Soroti Pasal Nikah Siri dalam KUHP Baru

8 Januari 2026
Paling Sering Dibaca

Pabrik Semen Gresik Menjadi Objek Vital Nasional

Bisnis Alfi Salamah

Makna Idul Fitri

Islami Lisda Lisdiawati

Menulis dari Negara yang Terlambat Sadar

Perspektif Udex Mundzir

Ketika Putra Mahkota Solo ‘Menyesal’ Bergabung dengan Republik

Editorial Udex Mundzir

Gizi di Meja, Konglomerat di Pintu

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi