Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 16 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 

Isu dugaan masuknya unsur kampanye dalam program pendidikan di Kalimantan Timur menuai kritik dari kalangan mahasiswa.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Pendidikan
UINSI SAMARINDA
Mia Aulia Rohmah, Wakil Presiden Mahasiswa UINSI Samarinda
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Samarinda – Dugaan masuknya praktik kampanye ke lingkungan sekolah di Kalimantan Timur menjadi perhatian publik. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu netralitas pendidikan yang seharusnya bebas dari kepentingan politik praktis.

Isu tersebut muncul seiring adanya program yang difasilitasi pemerintah dan diduga membawa muatan kampanye ke dalam lingkungan pendidikan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena sekolah seharusnya menjadi ruang pembelajaran yang objektif, bukan tempat penyampaian kepentingan tertentu.

“Sekolah harus tetap netral. Ketika program yang masuk ke lingkungan pendidikan mengandung unsur campaign, maka itu adalah bentuk penyimpangan dari tujuan pendidikan itu sendiri,” ujar Mia Aulia Rohmah, Wakil Presiden Mahasiswa UINSI Samarinda.

Ia menilai bahwa pemerintah perlu memastikan setiap program pendidikan berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Menurutnya, masuknya unsur kampanye dapat mengaburkan tujuan utama pendidikan sebagai sarana pencerdasan.

Baca Juga:
  • Kwarcab Bone Gelar KPDK Perkuat Tata Kelola Dewan Kerja
  • Kemenag Umumkan 70.652 Peserta PPG Daljab Angkatan I
  • Nada Salsabila dari SMKN 4 Batam Dinobatkan Duta Penulis 2025
  • 3 Universitas di Samarinda Menandatangani MoU dengan Delegasi OICCA 2023

“Pemerintah seharusnya hadir membawa nilai pencerdasan, bukan membuka ruang bagi campaign di lingkungan pendidikan,” tambahnya.

Menurut Mia, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang kritis dan berintegritas. Oleh karena itu, sekolah harus dijaga sebagai ruang yang netral dan independen. Jika praktik kampanye dibiarkan masuk, maka proses pembelajaran berpotensi tidak lagi berjalan secara objektif.

“Netralitas pendidikan adalah harga mati. Sekolah tidak boleh dijadikan panggung campaign dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Artikel Terkait:
  • Hari Kedua KMD Pramuka Ponorogo, Peserta Dalami Peran Pembina
  • Pemberian Sertifikasi Guru, BNI Dorong Literasi Pendidikan Digital
  • Tonggak Kontribusi Besar Politeknik Triguna ke-15 Untuk Bangsa
  • 62 Peserta Ikuti KPDK DKC Bone Perkuat Tata Kelola

Ia juga menyoroti potensi tekanan yang dapat dirasakan oleh siswa dan guru dalam situasi tersebut. Tekanan ini dinilai dapat memengaruhi cara berpikir serta sikap di lingkungan pendidikan, meskipun tidak selalu terlihat secara langsung.

Pengamat pendidikan menilai bahwa menjaga netralitas sekolah merupakan langkah penting untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga. Tanpa independensi, sekolah berisiko kehilangan fungsinya sebagai tempat pengembangan nalar kritis.

Pemerintah diharapkan dapat mengevaluasi program yang masuk ke lingkungan pendidikan agar tetap sesuai dengan prinsip netralitas. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sekolah tetap menjadi ruang pembelajaran yang bebas dari intervensi kepentingan politik.

Jangan Lewatkan:
  • Indonesia Siapkan Langkah Antisipatif Penangguhan Visa Pelajar ke AS
  • Mendikdasmen Ajak Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu
  • Pramuka SMAN 23 Bone Gelar Musyawarah Ambalan 2026
  • AKSI pada MPLS
Kaltim Kampanye Pendidikan Mahasiswa Netralitas Sekolah Pendidikan Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang
Next Article Arkeologi dan Narasi Manusia

Informasi lainnya

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

22 Mei 2026

BSI Scholarship Dibuka, Ribuan Pelajar Dibidik

19 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

7 Mei 2026

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

21 April 2026
Paling Sering Dibaca

Merince Kogoya dan Batas Ekspresi

Editorial Udex Mundzir

Bendera Fiksi, Ketakutan Nyata

Editorial Udex Mundzir

Gunung Galunggung Tetap Tenang dan Menawan

Travel Alfi Salamah

Cara Efektif Menghitung Dana Pensiun di Indonesia

Daily Tips Assyifa

Mantan Presiden Bikin Gaduh

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi