Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

El Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 15 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 

Isu dugaan masuknya unsur kampanye dalam program pendidikan di Kalimantan Timur menuai kritik dari kalangan mahasiswa.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Pendidikan
UINSI SAMARINDA
Mia Aulia Rohmah, Wakil Presiden Mahasiswa UINSI Samarinda
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Samarinda – Dugaan masuknya praktik kampanye ke lingkungan sekolah di Kalimantan Timur menjadi perhatian publik. Kondisi ini dinilai dapat mengganggu netralitas pendidikan yang seharusnya bebas dari kepentingan politik praktis.

Isu tersebut muncul seiring adanya program yang difasilitasi pemerintah dan diduga membawa muatan kampanye ke dalam lingkungan pendidikan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena sekolah seharusnya menjadi ruang pembelajaran yang objektif, bukan tempat penyampaian kepentingan tertentu.

“Sekolah harus tetap netral. Ketika program yang masuk ke lingkungan pendidikan mengandung unsur campaign, maka itu adalah bentuk penyimpangan dari tujuan pendidikan itu sendiri,” ujar Mia Aulia Rohmah, Wakil Presiden Mahasiswa UINSI Samarinda.

Ia menilai bahwa pemerintah perlu memastikan setiap program pendidikan berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran. Menurutnya, masuknya unsur kampanye dapat mengaburkan tujuan utama pendidikan sebagai sarana pencerdasan.

Baca Juga:
  • AI Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah Mulai 2025
  • Janji Prabowo untuk Guru Masih Multitafsir
  • Greenpeace Ungkap Pejabat Terlibat di Balik PT Gag Nikel Raja Ampat
  • Pramuka Kwarcab Kutim Jambore Dunia di Korea Selatan

“Pemerintah seharusnya hadir membawa nilai pencerdasan, bukan membuka ruang bagi campaign di lingkungan pendidikan,” tambahnya.

Menurut Mia, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang kritis dan berintegritas. Oleh karena itu, sekolah harus dijaga sebagai ruang yang netral dan independen. Jika praktik kampanye dibiarkan masuk, maka proses pembelajaran berpotensi tidak lagi berjalan secara objektif.

“Netralitas pendidikan adalah harga mati. Sekolah tidak boleh dijadikan panggung campaign dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Artikel Terkait:
  • Sekolah Akan Jadi Rumah Kedua bagi Siswa SMPN 1 Cisayong
  • QSBS Fair 2024: Ajang Kompetisi Prestisius Siswa SMP/MTs se-Jawa Barat
  • Kursus Pembina Pramuka Dibuka di Ponpes Al-Iman Ponorogo
  • Kedisiplinan Seragam Jadi Fokus Latihan Gabungan Pramuka

Ia juga menyoroti potensi tekanan yang dapat dirasakan oleh siswa dan guru dalam situasi tersebut. Tekanan ini dinilai dapat memengaruhi cara berpikir serta sikap di lingkungan pendidikan, meskipun tidak selalu terlihat secara langsung.

Pengamat pendidikan menilai bahwa menjaga netralitas sekolah merupakan langkah penting untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga. Tanpa independensi, sekolah berisiko kehilangan fungsinya sebagai tempat pengembangan nalar kritis.

Pemerintah diharapkan dapat mengevaluasi program yang masuk ke lingkungan pendidikan agar tetap sesuai dengan prinsip netralitas. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sekolah tetap menjadi ruang pembelajaran yang bebas dari intervensi kepentingan politik.

Jangan Lewatkan:
  • UKW Banten Tekankan Profesionalisme Jurnalis sebagai Pilar Demokrasi
  • Kegiatan Latihan Pengembangan Kepemimpinan Menarik Perhatian di Tasikmalaya
  • A. Muh. Yauri, Ph.D: Melalui Jota, Anggota Pramuka Belajar Mahir Radio Amatir
  • Workshop Politeknik Triguna, Lina: Pentingnya Personal Branding
Kaltim Kampanye Pendidikan Mahasiswa Netralitas Sekolah Pendidikan Indonesia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Informasi lainnya

Kwaran Ponre Matangkan KMD untuk Pembina Pramuka

8 April 2026

Imtihan MDTU Al Barokah Cihuni Capai Puncak Acara

25 Maret 2026

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

16 Maret 2026

SMPN 1 Cisayong Tutup Program Kokulikuler Ramadhan

12 Maret 2026

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

10 Maret 2026

Kemenag Salurkan BOS Madrasah Rp4,5 Triliun Tahap Awal

9 Maret 2026
Paling Sering Dibaca

Misi Kemanusiaan yang Mendunia Palang Merah Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

Dari Memalukan ke Menakutkan

Editorial Udex Mundzir

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Travel Alfi Salamah

Shin Tae Yong Beri Dampak Positif pada Sepak Bola Indonesia

Kroscek Alfi Salamah

6 Alasan Mengapa Suami Harus Memeluk Istri Setiap Hari

Happy Alfi Salamah
Berita Lainnya
Daerah
Adit Musthofa7 April 2026

Irigasi Putus Diterjang Longsor, Warga Citepus Terpaksa Swadaya Pasang Paralon

Balong Jebol Digerus Longsor, Selokan Irigasi Warga Citepus Kini Ikut Terputus

Krisis Air Bersih Cisayong Saat Lebaran

Warga Selamatkan Sawah Pakai Bambu, Pemkab Tasikmalaya Kapan Turun Tangan?

BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi