Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 8 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Fenomena menjauhnya Bulan dari Bumi perlahan mengubah langit dan masa depan gerhana Matahari.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Saintek
Bumi dan Bulan
Bumi di balik Bulan terlihat dari Orion Artemis II (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Langit malam yang selama ini terasa abadi ternyata diam-diam berubah. Seperti hubungan yang perlahan merenggang tanpa disadari, Bulan kini diketahui terus menjauh dari Bumi, membawa konsekuensi besar bagi fenomena langit yang selama ini memukau manusia.

Fenomena ini terungkap melalui pengukuran ilmiah menggunakan reflektor yang ditempatkan di permukaan Bulan sejak misi Apollo pada era 1960-an. Melalui metode Lunar Laser Ranging Experiment, ilmuwan mengirimkan sinar laser dari Bumi ke Bulan, lalu mengukur waktu pantulannya untuk mengetahui jarak secara presisi.

Dari pengamatan tersebut, diketahui bahwa Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Meski terdengar kecil, perubahan ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan.

Salah satu dampak yang mulai menjadi perhatian ilmuwan adalah perubahan pada fenomena Gerhana Matahari Total. Selama ini, gerhana total terjadi karena ukuran tampak Bulan dan Matahari hampir sama saat dilihat dari Bumi, sehingga Bulan dapat menutupi Matahari sepenuhnya.

Baca Juga:
  • Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya
  • Google Tolak Aturan Blokir Akun Anak di Indonesia
  • Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia

Namun, seiring menjauhnya Bulan, ukuran tampaknya akan semakin kecil jika dilihat dari Bumi. Kondisi ini akan membuat Bulan tidak lagi mampu menutupi Matahari secara sempurna, sehingga gerhana total perlahan akan berubah menjadi gerhana cincin atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Dalam berbagai laporan ilmiah, disebutkan bahwa fenomena ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Namun dalam skala waktu kosmik, perubahan tersebut menjadi sesuatu yang tak terelakkan. Diperkirakan sekitar (600 juta tahun) ke depan, manusia atau makhluk yang menggantikannya tidak lagi dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total dari Bumi.

Selain itu, fakta lain yang menarik adalah perbandingan jarak dan ukuran antara Matahari dan Bulan. Matahari berada sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi dibandingkan Bulan, tetapi juga memiliki diameter sekitar 400 kali lebih besar. Keseimbangan unik inilah yang memungkinkan terjadinya gerhana total saat ini.

Artikel Terkait:
  • Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager
  • ChatGPT di WhatsApp Kini Bisa Proses Perintah Gambar dan Suara
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?

Di masa lalu, kondisi ini bahkan berbeda. Sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan diyakini berada jauh lebih dekat dengan Bumi dan tampak jauh lebih besar di langit bahkan hingga tiga kali ukuran yang terlihat sekarang. Seiring waktu, interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan secara perlahan mendorong satelit alami tersebut menjauh.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa alam semesta terus bergerak dan berubah, bahkan dalam skala yang sulit dibayangkan manusia. Langit yang tampak tenang ternyata menyimpan dinamika besar yang berlangsung tanpa henti.

Pada akhirnya, Gerhana Matahari Total yang hari ini masih bisa dinikmati bukanlah fenomena yang abadi. Ia adalah momen langka dalam sejarah kosmik sebuah kebetulan indah yang suatu hari nanti akan tinggal menjadi cerita.

Jangan Lewatkan:
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025
  • Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?
Bulan Bumi Gerhana Matahari NASA Sains Antariksa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleEl Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
Next Article Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 

Informasi lainnya

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

11 April 2026

Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir

10 April 2026
Paling Sering Dibaca

Calon Kalah Kolom Kosong, Maju Lagi?

Opini Udex Mundzir

Tips Penting bagi Jamaah Haji Baru Tiba, Perhatikan 5 Hal Ini

Islami Alfi Salamah

Tantangannya Kebocoran Data Pribadi

Editorial Udex Mundzir

Nama-Nama Sumur Zamzam yang Tersembunyi dalam Misteri

Islami Alfi Salamah

Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi