Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 6 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Fenomena menjauhnya Bulan dari Bumi perlahan mengubah langit dan masa depan gerhana Matahari.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Saintek
Bumi dan Bulan
Bumi di balik Bulan terlihat dari Orion Artemis II (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Langit malam yang selama ini terasa abadi ternyata diam-diam berubah. Seperti hubungan yang perlahan merenggang tanpa disadari, Bulan kini diketahui terus menjauh dari Bumi, membawa konsekuensi besar bagi fenomena langit yang selama ini memukau manusia.

Fenomena ini terungkap melalui pengukuran ilmiah menggunakan reflektor yang ditempatkan di permukaan Bulan sejak misi Apollo pada era 1960-an. Melalui metode Lunar Laser Ranging Experiment, ilmuwan mengirimkan sinar laser dari Bumi ke Bulan, lalu mengukur waktu pantulannya untuk mengetahui jarak secara presisi.

Dari pengamatan tersebut, diketahui bahwa Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Meski terdengar kecil, perubahan ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan.

Salah satu dampak yang mulai menjadi perhatian ilmuwan adalah perubahan pada fenomena Gerhana Matahari Total. Selama ini, gerhana total terjadi karena ukuran tampak Bulan dan Matahari hampir sama saat dilihat dari Bumi, sehingga Bulan dapat menutupi Matahari sepenuhnya.

Baca Juga:
  • Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?
  • Kulit Bawang Merah Bisa Jadi Pelindung Panel Surya
  • Indonesia Jadi Acuan Global South Batasi Medsos Anak
  • Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

Namun, seiring menjauhnya Bulan, ukuran tampaknya akan semakin kecil jika dilihat dari Bumi. Kondisi ini akan membuat Bulan tidak lagi mampu menutupi Matahari secara sempurna, sehingga gerhana total perlahan akan berubah menjadi gerhana cincin atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Dalam berbagai laporan ilmiah, disebutkan bahwa fenomena ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Namun dalam skala waktu kosmik, perubahan tersebut menjadi sesuatu yang tak terelakkan. Diperkirakan sekitar (600 juta tahun) ke depan, manusia atau makhluk yang menggantikannya tidak lagi dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total dari Bumi.

Selain itu, fakta lain yang menarik adalah perbandingan jarak dan ukuran antara Matahari dan Bulan. Matahari berada sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi dibandingkan Bulan, tetapi juga memiliki diameter sekitar 400 kali lebih besar. Keseimbangan unik inilah yang memungkinkan terjadinya gerhana total saat ini.

Artikel Terkait:
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025
  • Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal
  • Belerang Murni di Mars: Temuan Mengejutkan Curiosity

Di masa lalu, kondisi ini bahkan berbeda. Sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan diyakini berada jauh lebih dekat dengan Bumi dan tampak jauh lebih besar di langit bahkan hingga tiga kali ukuran yang terlihat sekarang. Seiring waktu, interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan secara perlahan mendorong satelit alami tersebut menjauh.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa alam semesta terus bergerak dan berubah, bahkan dalam skala yang sulit dibayangkan manusia. Langit yang tampak tenang ternyata menyimpan dinamika besar yang berlangsung tanpa henti.

Pada akhirnya, Gerhana Matahari Total yang hari ini masih bisa dinikmati bukanlah fenomena yang abadi. Ia adalah momen langka dalam sejarah kosmik sebuah kebetulan indah yang suatu hari nanti akan tinggal menjadi cerita.

Jangan Lewatkan:
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram
  • DeepSeek vs ChatGPT, Mana yang Lebih Unggul?
  • AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI
  • Celios: AI Dongkrak Ekonomi RI, 97 Juta Pekerjaan Baru Menanti
Bulan Bumi Gerhana Matahari NASA Sains Antariksa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleEl Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
Next Article Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Cara Penyembelihan atau Mematikan Hewan Menurut Syariat Islam, Pelaksanaan Qurban di Hari Iduladha

Islami Udex Mundzir

Melintasi Kesibukan Pembangunan IKN

Travel Udex Mundzir

Nama-Nama Sumur Zamzam yang Tersembunyi dalam Misteri

Islami Alfi Salamah

UI Mesin Gelar Doktor Pejabat

Perspektif Assyifa

Generasi Z dan Aksi Nyata Wujudkan SDGs

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi