Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Tradwife Kembali Ramai, Pilihan atau Romantisasi?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 3 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

Fenomena menjauhnya Bulan dari Bumi perlahan mengubah langit dan masa depan gerhana Matahari.
Alfi SalamahAlfi Salamah14 April 2026 Saintek
Bumi dan Bulan
Bumi di balik Bulan terlihat dari Orion Artemis II (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Langit malam yang selama ini terasa abadi ternyata diam-diam berubah. Seperti hubungan yang perlahan merenggang tanpa disadari, Bulan kini diketahui terus menjauh dari Bumi, membawa konsekuensi besar bagi fenomena langit yang selama ini memukau manusia.

Fenomena ini terungkap melalui pengukuran ilmiah menggunakan reflektor yang ditempatkan di permukaan Bulan sejak misi Apollo pada era 1960-an. Melalui metode Lunar Laser Ranging Experiment, ilmuwan mengirimkan sinar laser dari Bumi ke Bulan, lalu mengukur waktu pantulannya untuk mengetahui jarak secara presisi.

Dari pengamatan tersebut, diketahui bahwa Bulan menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 sentimeter per tahun. Meski terdengar kecil, perubahan ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan.

Salah satu dampak yang mulai menjadi perhatian ilmuwan adalah perubahan pada fenomena Gerhana Matahari Total. Selama ini, gerhana total terjadi karena ukuran tampak Bulan dan Matahari hampir sama saat dilihat dari Bumi, sehingga Bulan dapat menutupi Matahari sepenuhnya.

Baca Juga:
  • Puncak Gerhana Bulan Total Terlihat 8 September 01.11 WIB
  • Resonansi Orbit dan Gerhana Total
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
  • Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

Namun, seiring menjauhnya Bulan, ukuran tampaknya akan semakin kecil jika dilihat dari Bumi. Kondisi ini akan membuat Bulan tidak lagi mampu menutupi Matahari secara sempurna, sehingga gerhana total perlahan akan berubah menjadi gerhana cincin atau bahkan tidak terjadi sama sekali.

Dalam berbagai laporan ilmiah, disebutkan bahwa fenomena ini tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Namun dalam skala waktu kosmik, perubahan tersebut menjadi sesuatu yang tak terelakkan. Diperkirakan sekitar (600 juta tahun) ke depan, manusia atau makhluk yang menggantikannya tidak lagi dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total dari Bumi.

Selain itu, fakta lain yang menarik adalah perbandingan jarak dan ukuran antara Matahari dan Bulan. Matahari berada sekitar 400 kali lebih jauh dari Bumi dibandingkan Bulan, tetapi juga memiliki diameter sekitar 400 kali lebih besar. Keseimbangan unik inilah yang memungkinkan terjadinya gerhana total saat ini.

Artikel Terkait:
  • Chatbot Religius Merebak, Akankah Tuhan Hadir Lewat Kode?
  • Pakar ITB: Gempa Kamchatka Peringatan Serius Bagi Indonesia
  • Celios: AI Dongkrak Ekonomi RI, 97 Juta Pekerjaan Baru Menanti
  • RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta

Di masa lalu, kondisi ini bahkan berbeda. Sekitar 4 miliar tahun lalu, Bulan diyakini berada jauh lebih dekat dengan Bumi dan tampak jauh lebih besar di langit bahkan hingga tiga kali ukuran yang terlihat sekarang. Seiring waktu, interaksi gravitasi antara Bumi dan Bulan secara perlahan mendorong satelit alami tersebut menjauh.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa alam semesta terus bergerak dan berubah, bahkan dalam skala yang sulit dibayangkan manusia. Langit yang tampak tenang ternyata menyimpan dinamika besar yang berlangsung tanpa henti.

Pada akhirnya, Gerhana Matahari Total yang hari ini masih bisa dinikmati bukanlah fenomena yang abadi. Ia adalah momen langka dalam sejarah kosmik sebuah kebetulan indah yang suatu hari nanti akan tinggal menjadi cerita.

Jangan Lewatkan:
  • Era Facebook dan Instagram Telah Berakhir
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram
  • Fenomena Pink Moon Hiasi Langit Awal April 2026
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025
Bulan Bumi Gerhana Matahari NASA Sains Antariksa
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleEl Nino “Godzilla” Mengintai Kemarau 2026
Next Article Netralitas Pendidikan, Sekolah bukan Ruang Campaign! 

Informasi lainnya

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026

Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?

20 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Syarat dan Cara Membuat SKCK Menurut Polri untuk WNA dan WNI

Happy Alfi Salamah

Kenali 6 Tipe Toxic Person agar Kesehatan Mentalmu Terjaga

Daily Tips Alfi Salamah

Kabut Dalang, Gagalnya Aparat

Editorial Udex Mundzir

Djibouti dan Politik Geografi

Perspektif Alfi Salamah

XL dan Smartfren Merger: Strategi Besar Telekomunikasi

Bisnis Assyifa
Berita Lainnya
Indonesia
Udex Mundzir19 April 2025

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi