Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Meksiko Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan 2-0

Pose Jari V Saat Selfie Disebut Simpan Risiko Siber

BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Pascagempa Besar Sangihe

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 12 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2026
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

Alam selalu punya cara cerdas untuk saling terhubung.
Alfi SalamahAlfi Salamah11 April 2026 Saintek
Sikas memancarkan panas menarik kumbang
Sikas memancarkan panas menarik kumbang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Isyarat kuno muncul dari masa ketika dinosaurus masih berkuasa. Tanaman purba bernama sikas ternyata memiliki strategi unik untuk menarik penyerbuk. Bukan warna cerah atau aroma wangi, melainkan pancaran panas dalam bentuk radiasi inframerah. Cara ini menjadi bukti bahwa komunikasi alam sudah berkembang jauh sebelum manusia memahaminya.

Fenomena ini terungkap dalam studi ilmiah terbaru yang dipublikasikan pada 2026. Para peneliti menemukan bahwa sikas mampu meningkatkan suhu tubuhnya hingga 27 derajat Fahrenheit di atas suhu lingkungan. Kenaikan suhu ini bukan kebetulan. Ini adalah sinyal yang sengaja dipancarkan untuk menarik kumbang kecil sebagai penyerbuk.

“Wawasan ini membuka jendela baru tentang bagaimana tumbuhan dan serangga berevolusi bersama,” ujar Wendy Valencia-Montoya dalam penelitiannya. Ia menjelaskan bahwa panas bukan sekadar efek samping metabolisme, melainkan bentuk komunikasi biologis yang terarah.

Penelitian ini juga menjawab misteri lama. Bagaimana kumbang kecil bisa menemukan tanaman di hutan gelap dan lebat? Jawabannya terletak pada kemampuan sensorik mereka. Kumbang memiliki reseptor khusus yang mampu mendeteksi radiasi inframerah. Dengan kemampuan ini, mereka dapat “melihat” panas, bukan hanya cahaya.

Menariknya, hubungan ini sudah terjadi sejak periode Jura awal, sekitar 200 juta tahun lalu. Saat itu, kumbang telah menjadi penyerbuk utama bagi sikas. Ini terjadi jauh sebelum lebah dan kupu-kupu berevolusi dengan kemampuan melihat warna.

Baca Juga:
  • Ilmuwan Temukan Warna “Olo”, Hanya Lima Orang yang Pernah Melihatnya
  • Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?
  • Ahli ITB Pastikan Pertamax Bukan Penyebab Kerusakan Mesin
  • ChatGPT di WhatsApp Kini Bisa Proses Perintah Gambar dan Suara

Eksperimen di Montgomery Botanical Center di Florida menunjukkan pola yang lebih kompleks. Kerucut jantan tanaman memanas lebih dulu, lalu diikuti kerucut betina beberapa jam kemudian. Pola ini menciptakan jalur alami bagi kumbang untuk berpindah dan membantu proses penyerbukan.

“Ini seperti koreografi alam yang sangat presisi,” jelas Nicholas Bellono, ahli biologi dari Harvard University. Ia menambahkan bahwa sistem ini menunjukkan betapa canggihnya interaksi antara tumbuhan dan serangga sejak zaman purba.

Untuk memastikan bahwa kumbang benar-benar merespons inframerah, para ilmuwan menggunakan replika tanaman hasil cetak 3D. Hasilnya konsisten. Kumbang lebih tertarik pada objek yang memancarkan panas dibandingkan yang tidak. Ini membuktikan bahwa radiasi inframerah adalah sinyal utama, bukan sekadar efek tambahan.

Pada tingkat molekuler, kemampuan ini berasal dari gen bernama TRPA1. Gen ini juga ditemukan pada ular dan nyamuk. Artinya, alam menggunakan “alat lama” yang sama untuk fungsi berbeda di berbagai spesies. Ini menjadi bukti efisiensi evolusi yang luar biasa.

Artikel Terkait:
  • Gerhana Matahari Total 2027 Tak Akan Terlihat di Indonesia
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
  • Era Facebook dan Instagram Telah Berakhir
  • Gerhana Bulan Total 13-14 Maret 2025, Sayangnya Tak Terlihat di Indonesia

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa inframerah sangat penting bagi serangga nokturnal. Karena aktif di malam hari, kumbang tidak bergantung pada warna. Sebagai gantinya, mereka menggunakan panas sebagai pemandu utama.

Temuan ini mengubah cara pandang ilmuwan tentang penyerbukan. Sebelumnya, panas dianggap hanya berguna untuk perlindungan dari dingin. Kini, panas diakui sebagai sinyal komunikasi yang vital dalam ekosistem.

Dengan lebih dari 400.000 spesies kumbang di dunia, masuk akal jika mereka menjadi pelopor dalam sistem ini. Mereka telah lebih dulu mengembangkan cara navigasi canggih sebelum serangga lain berevolusi.

Jangan Lewatkan:
  • AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram
  • Pendaftar Domain .id Capai 1,2 Juta Sepanjang 2024
  • Google Tolak Aturan Blokir Akun Anak di Indonesia

Pada akhirnya, penelitian ini mengingatkan bahwa alam selalu memiliki solusi kreatif. Bahkan dari jutaan tahun lalu, kehidupan sudah menemukan cara untuk saling terhubung dengan efisien dan elegan.

Evolusi Alam Penelitian Ilmiah Penyerbukan Unik Sains Modern Tanaman Purba
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDjibouti dan Politik Geografi
Next Article Relasi Kompleks Yunani dan Persia Kuno

Informasi lainnya

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026

Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir

10 April 2026
Paling Sering Dibaca

Hidup dari Dividen Saham? Ini Modal yang Kamu Butuhkan!

Bisnis Ericka

Pajak dan Beban Kehidupan

Editorial Udex Mundzir

THR 2025 Cair Lebih Cepat, Siapkan Rencana Anda!

Bisnis Assyifa

Rupiah Terjun Bebas, Ekonomi ke Mana?

Editorial Udex Mundzir

Nafkah dalam Islam: Penjelasan, Pelanggaran, dan Kewajiban terhadap Anak Yatim

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Susu Dingin atau Hangat, Mana yang Lebih Baik untuk Tubuh?

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi