Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 2 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

Alam selalu punya cara cerdas untuk saling terhubung.
Alfi SalamahAlfi Salamah11 April 2026 Saintek
Sikas memancarkan panas menarik kumbang
Sikas memancarkan panas menarik kumbang
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Isyarat kuno muncul dari masa ketika dinosaurus masih berkuasa. Tanaman purba bernama sikas ternyata memiliki strategi unik untuk menarik penyerbuk. Bukan warna cerah atau aroma wangi, melainkan pancaran panas dalam bentuk radiasi inframerah. Cara ini menjadi bukti bahwa komunikasi alam sudah berkembang jauh sebelum manusia memahaminya.

Fenomena ini terungkap dalam studi ilmiah terbaru yang dipublikasikan pada 2026. Para peneliti menemukan bahwa sikas mampu meningkatkan suhu tubuhnya hingga 27 derajat Fahrenheit di atas suhu lingkungan. Kenaikan suhu ini bukan kebetulan. Ini adalah sinyal yang sengaja dipancarkan untuk menarik kumbang kecil sebagai penyerbuk.

“Wawasan ini membuka jendela baru tentang bagaimana tumbuhan dan serangga berevolusi bersama,” ujar Wendy Valencia-Montoya dalam penelitiannya. Ia menjelaskan bahwa panas bukan sekadar efek samping metabolisme, melainkan bentuk komunikasi biologis yang terarah.

Penelitian ini juga menjawab misteri lama. Bagaimana kumbang kecil bisa menemukan tanaman di hutan gelap dan lebat? Jawabannya terletak pada kemampuan sensorik mereka. Kumbang memiliki reseptor khusus yang mampu mendeteksi radiasi inframerah. Dengan kemampuan ini, mereka dapat “melihat” panas, bukan hanya cahaya.

Menariknya, hubungan ini sudah terjadi sejak periode Jura awal, sekitar 200 juta tahun lalu. Saat itu, kumbang telah menjadi penyerbuk utama bagi sikas. Ini terjadi jauh sebelum lebah dan kupu-kupu berevolusi dengan kemampuan melihat warna.

Baca Juga:
  • Belerang Murni di Mars: Temuan Mengejutkan Curiosity
  • Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir
  • Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
  • Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

Eksperimen di Montgomery Botanical Center di Florida menunjukkan pola yang lebih kompleks. Kerucut jantan tanaman memanas lebih dulu, lalu diikuti kerucut betina beberapa jam kemudian. Pola ini menciptakan jalur alami bagi kumbang untuk berpindah dan membantu proses penyerbukan.

“Ini seperti koreografi alam yang sangat presisi,” jelas Nicholas Bellono, ahli biologi dari Harvard University. Ia menambahkan bahwa sistem ini menunjukkan betapa canggihnya interaksi antara tumbuhan dan serangga sejak zaman purba.

Untuk memastikan bahwa kumbang benar-benar merespons inframerah, para ilmuwan menggunakan replika tanaman hasil cetak 3D. Hasilnya konsisten. Kumbang lebih tertarik pada objek yang memancarkan panas dibandingkan yang tidak. Ini membuktikan bahwa radiasi inframerah adalah sinyal utama, bukan sekadar efek tambahan.

Pada tingkat molekuler, kemampuan ini berasal dari gen bernama TRPA1. Gen ini juga ditemukan pada ular dan nyamuk. Artinya, alam menggunakan “alat lama” yang sama untuk fungsi berbeda di berbagai spesies. Ini menjadi bukti efisiensi evolusi yang luar biasa.

Artikel Terkait:
  • Kemenkes Tegaskan ChatGPT Tak Bisa Gantikan Diagnosis Dokter
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon
  • Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia

Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa inframerah sangat penting bagi serangga nokturnal. Karena aktif di malam hari, kumbang tidak bergantung pada warna. Sebagai gantinya, mereka menggunakan panas sebagai pemandu utama.

Temuan ini mengubah cara pandang ilmuwan tentang penyerbukan. Sebelumnya, panas dianggap hanya berguna untuk perlindungan dari dingin. Kini, panas diakui sebagai sinyal komunikasi yang vital dalam ekosistem.

Dengan lebih dari 400.000 spesies kumbang di dunia, masuk akal jika mereka menjadi pelopor dalam sistem ini. Mereka telah lebih dulu mengembangkan cara navigasi canggih sebelum serangga lain berevolusi.

Jangan Lewatkan:
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025
  • Fenomena Sturgeon Moon Hiasi Langit Agustus
  • Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang
  • Lima Fakta Menarik tentang Penemuan Ruang Antarbintang Voyager

Pada akhirnya, penelitian ini mengingatkan bahwa alam selalu memiliki solusi kreatif. Bahkan dari jutaan tahun lalu, kehidupan sudah menemukan cara untuk saling terhubung dengan efisien dan elegan.

Evolusi Alam Penelitian Ilmiah Penyerbukan Unik Sains Modern Tanaman Purba
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDjibouti dan Politik Geografi
Next Article Relasi Kompleks Yunani dan Persia Kuno

Informasi lainnya

Piala Dunia 2026 Jadi Arena Persaingan AI Global

14 Juni 2026

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Ungkap Mengapa Wanita Tidak Mencukur Rambut Setelah Haji

Islami Alfi Salamah

Tegakkan Hukum, Bukan Cari Kambing Hitam

Editorial Udex Mundzir

Antara Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan

Editorial Udex Mundzir

Hukum dan Tata Cara Distribusi Kulit Hewan Qurban dalam Islam

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati11 Januari 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Malaysia Susah Payah Kalahkan Timor Leste di Piala AFF

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi