Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 8 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jangan Cium Bayi! Ini Bahaya yang Mengintai Menurut Ahli

SitiaisyahSitiaisyah25 November 2024 Saintek 681 Views
Bahaya mencium bayi menurut ahli mikrobiologi
Ilustrasi imunisasi bayi. (.freepik)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Cium bayi memang gemas, tapi bahaya mengintai di baliknya,” demikian ungkap Primrose Freestone, seorang ahli mikrobiologi dari Inggris. Imbauan ini bukan tanpa alasan, mengingat sistem imun bayi baru lahir yang belum berkembang sempurna.

Freestone, dari University of Leicester, menjelaskan bahwa bayi sangat rentan terhadap berbagai infeksi, terutama dalam tiga bulan pertama kehidupannya. Virus herpes dan bakteri seperti group B streptococci (GBS) menjadi ancaman serius yang dapat berakibat fatal bagi bayi.

“Infeksi ringan pada orang dewasa dapat menjadi sangat berbahaya bagi bayi,” ujar Freestone.

Herpes, misalnya, yang pada orang dewasa hanya menyebabkan sariawan, bisa menyerang mata, mulut, bahkan sistem saraf bayi. Kondisi ini memerlukan perawatan intensif karena dapat menyebabkan kematian, terutama pada bayi yang baru lahir hingga usia empat minggu.

Baca Juga:
  • Langit Nusantara dan Fenomena Cahaya yang Tampak di atas kepulauan Indonesia
  • AI Fatigue, Saat Dunia Mulai Lelah Membicarakan AI
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025
  • Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

Bakteri GBS dan Escherichia coli (E. coli) juga berpotensi memicu infeksi berat seperti sepsis, pneumonia, meningitis, dan infeksi darah pada bayi. Menurut Freestone, bayi baru lahir sangat rentan karena jumlah sel imun “pembunuh infeksi” seperti neutrofil dan monosit di tubuh mereka masih sangat terbatas.

Untuk melindungi bayi, Freestone menyarankan orang tua untuk melarang orang lain mencium bayi mereka, terutama di mulut atau wajah.

“Jika benar peduli pada bayi, seharusnya mereka memahami larangan ini,” katanya.

Artikel Terkait:
  • BYD Siap Luncurkan Baterai Blade Generasi Baru pada 2025
  • Misteri 5 Agustus, Mengapa Hari Ini Lebih Pendek?
  • Ahli ITB Pastikan Pertamax Bukan Penyebab Kerusakan Mesin
  • Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Langkah pencegahan yang disarankan meliputi mencuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh bayi. Pastikan Anda memakai masker jika sedang sakit, dan menghindari kontak terlalu dekat. Area aman untuk mencium bayi adalah bagian belakang kepala atau kaki.

Imbauan ini menjadi pengingat penting bagi orang tua agar lebih waspada dalam menjaga kesehatan buah hati mereka, terutama di masa-masa awal kehidupan yang krusial.

Jangan Lewatkan:
  • RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta
  • Chatbot Jadi Sahabat, Kesepian Bisa Hilang?
  • Chat GPT Akses Informasi Terkini dengan Cepat dan Efektif
  • Gunung Padang Bongkar Tabir Peradaban Tertua di Dunia?
Bakteri GBS Primrose Freestone Virus herpes
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKutim Peringati Hari Guru, Komitmen Pendidikan Jadi Fokus Utama
Next Article Dilema Profesi Guru di Tengah Ancaman Kriminalisasi

Informasi lainnya

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

11 September 2026

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

29 Agustus 2026

Ampas Kopi Bisa Membuat Beton 30 Persen Lebih Kuat

27 Agustus 2026

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

23 Agustus 2026

Internet Penuh AI, Keaslian Jadi Barang Mahal

22 Agustus 2026

Era Smartphone Berakhir, Apa Penggantinya?

21 Agustus 2026
Paling Sering Dibaca

Wae Rebo, Desa di Atas Awan yang Menyimpan Pesona Budaya dan Alam

Travel Alfi Salamah

Pahlawan yang Dipenjara

Editorial Udex Mundzir

Kabut Dalang, Gagalnya Aparat

Editorial Udex Mundzir

Musik AI Tanpa Hak Cipta

Refleksi Udex Mundzir

Tips Manajemen Waktu Agar Lebih Produktif

Daily Tips Ericka
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi