Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batas Kuasa, Uji Demokrasi

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 27 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta

Alfi SalamahAlfi Salamah29 November 2024 Saintek
Defisit talenta digital
Ilustrasi - Talenta digital (.kada)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Target mencetak 10 juta talenta digital pada 2024 menghadapi tantangan besar. Hingga kini, pemerintah baru melatih sekitar 6 juta orang, menyisakan defisit 4 juta talenta digital yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, mengungkap bahwa salah satu kendala utama adalah keterbatasan infrastruktur, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Meskipun 97% wilayah Indonesia terkoneksi internet, kualitasnya di wilayah 3T masih jauh tertinggal,” ujar Nezar di Financial Hall, Jakarta Selatan, Kamis (28/11/2023).

Kecepatan internet di daerah perkotaan dapat mencapai 100 Mbps, sedangkan di wilayah 3T hanya sekitar 4 Mbps. Hal ini membuat pendidikan digital dan pelatihan di daerah terpencil sulit berkembang.

Baca Juga:
  • Akses Bebas Data WNI ke AS, Efisiensi atau Kolonialisasi Digital?
  • Catat Waktu Lengkap Gerhana Bulan Total September 2025
  • Chat GPT Akses Informasi Terkini dengan Cepat dan Efektif
  • BRIN Kembangkan Robot Lunak untuk Medis dan SAR

Untuk menjembatani kesenjangan ini, pemerintah telah meluncurkan sejumlah inisiatif. Salah satunya adalah peluncuran Satelit Satria 1 yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas di lebih dari 27 ribu titik di wilayah 3T dengan kapasitas 150 Gbps. Namun, kapasitas ini masih dianggap belum cukup untuk memenuhi kebutuhan internet berkualitas.

Nezar menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan meaningful connectivity, yaitu konektivitas yang mampu membawa dampak nyata bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Selain itu, program Digital Talent Scholarship juga terus digencarkan untuk mencetak lebih banyak ahli di bidang teknologi seperti kecerdasan buatan, data science, blockchain, dan Internet of Things.

Kolaborasi dengan perusahaan teknologi global seperti Google, Microsoft, Apple, dan Huawei turut membantu menciptakan pusat pelatihan dan memberikan beasiswa pelatihan teknologi. Meski demikian, Nezar mengakui banyak program pelatihan ini masih terkonsentrasi di kota besar, menyulitkan peserta dari daerah terpencil untuk mengaksesnya.

Artikel Terkait:
  • Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Hiasi Langit RI
  • Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman
  • PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting
  • Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir

Defisit ini dikhawatirkan menghambat kemampuan Indonesia bersaing di pasar ekonomi digital global. Pada 2030, Indonesia diproyeksikan masih kekurangan 2 juta talenta digital jika tidak ada percepatan signifikan.

“Kolaborasi lintas sektor harus diperkuat untuk mempercepat pencapaian target. Ekosistem yang solid dapat membantu kita memenuhi kebutuhan talenta digital, sehingga ekonomi digital dapat tumbuh hingga 8%,” tutup Nezar.

Jangan Lewatkan:
  • Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
  • Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Indonesia pada 12–13 Agustus
  • Pakar AI Peringatkan Bahaya DeepSeek, Dunia Bisa Makin Suram
  • Waspada Banjir Rob! Gerhana Matahari Akan Terjadi 29 Maret 2025
Digital economy Digital Talent Scholarship Nezar Patria Satelit Satria 1 Talenta digital
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAirlangga dan Luhut Berbeda Sikap Soal Kenaikan PPN 12%
Next Article Guru ASN Diizinkan Mengajar di Sekolah Swasta Mulai 2025

Informasi lainnya

AI Ciptakan Konsensus Palsu di Ruang Digital

25 April 2026

Bulan Menjauh, Gerhana Total Terancam Hilang

14 April 2026

Mengapa Timur Tengah Kaya Minyak Dunia? Ini Faktanya

12 April 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

11 April 2026

Cahaya Purba Ini Bantu Kumbang Temukan Tanaman

11 April 2026

Komdigi Sanksi Google, YouTube Terancam Blokir

10 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mewaspadai Komunisme

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Pedagang Kelontong Dukung Stiker Larangan Jual Rokok ke Anak

Bisnis Silva

Sahabat AI dan Ilusi Kedaulatan Digital

Editorial Udex Mundzir

Pentingnya Persetujuan Warga dalam Infrastruktur Lingkungan

Gagasan Udex Mundzir

Prabowo Tidak Peka Terhadap Derita Rakyat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi