Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Airlangga dan Luhut Berbeda Sikap Soal Kenaikan PPN 12%

Alfi SalamahAlfi Salamah29 November 2024 Ekonomi
Airlangga-Luhut beda padangan pajak 12 persen
Airlangga dan Luhut (.exp)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Perbedaan pandangan muncul di antara para pejabat terkait rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11% menjadi 12% pada 2025. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa hingga kini belum ada pembahasan terkait penundaan kenaikan tersebut di pemerintahan.

“Belum, belum, belum dibahas,” ujar Airlangga di Istana Negara, Kamis (28/11/2023).

Ia menegaskan bahwa kenaikan PPN sesuai dengan Undang-undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Airlangga juga menjelaskan bahwa sejumlah barang akan tetap dikecualikan dari pungutan PPN, termasuk bahan pokok, bahan penting, dan layanan pendidikan.

Di sisi lain, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan justru memberikan sinyal bahwa kenaikan PPN kemungkinan besar akan ditunda.

Baca Juga:
  • Ternyata, Kenaikan UMP 6,5% Masih Gunakan Rumus Jokowi
  • BP-Vivo Batalkan Pembelian BBM Pertamina
  • Dato Sri Tahir: Purbaya Sosok Tepat Atasi Tantangan Ekonomi Nasional
  • Aksi Boikot Produk Israel Kian Menggema

“Ya, hampir pasti diundur,” kata Luhut, Rabu (27/11/2023).

Luhut menyebut pemerintah berencana memberikan stimulus berupa bantuan sosial (bansos) terlebih dahulu sebelum memberlakukan kenaikan PPN.

“PPN 12% sebelum itu jadi, harus diberikan dulu stimulus kepada rakyat yang ekonominya susah,” ujarnya.

Stimulus tersebut rencananya akan berupa subsidi energi ketenagalistrikan, bukan Bantuan Langsung Tunai (BLT), untuk menghindari potensi penyalahgunaan dana.

Artikel Terkait:
  • Utang Indonesia Membengkak, Bank Dunia Proyeksi Rasio Sentuh 41 Persen
  • DPR: Coretax Harusnya Permudah Pajak, Bukan Bikin Ribet
  • Transisi Ekonomi Global Tertahan Perlambatan Dunia
  • Bos Telkom Soroti Masa Depan Telekomunikasi Pasca Merger XL-Smartfren

Meski demikian, waktu pasti penerapan PPN 12% pada 2025 akan diputuskan dalam rapat pemerintah mendatang.

“Kita enggak tahu, nanti rapat masih ada berapa lama lagi kan,” ujar Luhut.

Saat ini, pemerintah memastikan sejumlah barang dan jasa tetap bebas dari tarif PPN meskipun kenaikan berlaku. Barang bebas PPN meliputi bahan pokok seperti beras, jagung, sagu, kedelai, dan garam konsumsi. Layanan seperti jasa keagamaan, kesenian, perhotelan, penyediaan tempat parkir, dan katering juga tidak dikenakan PPN.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan adanya dinamika dalam pengambilan kebijakan fiskal yang akan berdampak besar pada masyarakat luas. Pemerintah masih harus menyusun strategi agar kebijakan ini berjalan tanpa membebani rakyat, khususnya kelas menengah ke bawah.

Jangan Lewatkan:
  • Prabowo Diminta Fokus Genjot Daya Beli untuk Target Pertumbuhan 8%
  • Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026
  • Beban Berat Anggaran, ICWI Dorong KPK Selidiki Penambahan Reses DPD
  • Revisi Anggaran Pendidikan: MBG Turun dan Tunjangan Guru Naik
Airlangga Hartarto Luhut Binsar Pandjaitan Pajak 12% PPN 12 persen Subsidi listrik
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIndonesia Dinilai Kurang Serius Atasi Polusi Plastik
Next Article RI Krisis Talenta Digital, Masih Defisit 4 Juta

Informasi lainnya

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

28 Oktober 2026

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Rusia dan Ancaman Tsunami Abadi

Editorial Udex Mundzir

Menjelajah Dunia Digital di teamLab Planets Tokyo

Travel Alfi Salamah

Bela Negara atau Bela Penguasa?

Perspektif Udex Mundzir

Tips Temukan Passion dan Bakat ala Remaja Masa Kini

Perspektif Alfi Salamah

Dampak Psikologis Nama Umum di Indonesia

Daily Tips Assyifa
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi