Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

Temaram di Khalifa

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 17 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Zulhas: Pembangunan Pangan Indonesia Tertinggal 27 Tahun

Kritik terhadap lambatnya sektor pangan dibanding era Soeharto.
AssyifaAssyifa10 Desember 2024 Ekonomi
Swasembada pangan di Indonesia 2027
Zulhas: Selama hampir 27 tahun, sektor pangan tertinggal dibandingkan era Soeharto.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa pembangunan sektor pangan di Indonesia tertinggal jauh, bahkan kalah dibandingkan era pemerintahan Soeharto. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Indonesia Marine and Fisheries Blue Food Competent Authority Dialogue di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

Menurut Zulhas, selama 27 tahun terakhir sejak reformasi, fokus pemerintah lebih banyak pada pembangunan politik dan infrastruktur, sehingga sektor pangan tidak mendapat perhatian yang memadai.

“Selama hampir 28 tahun, sektor pangan ini paling tertinggal. Bahkan, kita kalah dari Vietnam dan Thailand,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah mencapai swasembada pangan. Presiden Prabowo Subianto, kata Zulhas, telah menetapkan target ambisius tersebut pada 2028, atau lebih cepat pada 2027 jika memungkinkan.

Baca Juga:
  • Zulhas Mendag Larang TikTok Shop Jualan Revisi PMPT 50/2020
  • Tupperware Tutup Operasi di Indonesia Setelah 33 Tahun
  • KPPU Ungkap Tagihan Rafaksi Minyak Goreng Rp 1,1 Triliun
  • Tak Perlu Selebgram, Politri Bekali UMKM Cisayong Trik Keranjang Kuning Meski Follower di Bawah 1.000

“Presiden Prabowo sudah berkali-kali menyampaikan, top priority pemerintah sekarang adalah swasembada pangan dalam artian luas,” tegas Zulhas.

Namun, mewujudkan swasembada pangan tidaklah mudah. Zulhas mencontohkan sektor beras yang memerlukan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan BUMN untuk penyediaan irigasi serta pupuk.

“Kita perlu bibit unggul, yang sudah 10 tahun tidak kita riset. Ini tantangan besar jika ingin mengejar Vietnam atau Thailand,” jelas Zulhas.

Pemerintah juga menghadapi tantangan besar terkait ketergantungan pada impor pangan, yang hampir sebanding dengan produksi dalam negeri, yakni 30 juta ton. Komoditas yang diimpor meliputi gula, garam, kedelai, hingga beras. Untuk itu, pemerintah mencoba menyederhanakan kebijakan agar proses swasembada bisa dipercepat.

Artikel Terkait:
  • Prabowo Minta Regulasi Migas Disederhanakan untuk Dorong Investasi
  • Cara Aman Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tanpa Pungutan Liar
  • Pembayaran QRIS Bebas PPN, Pemerintah Beri Kepastian
  • Prabowo Targetkan Penerimaan Negara Rp3.000 Triliun di 2025

Ekonom Dr. Rachmat Hidayat mengatakan, langkah pemerintah untuk memprioritaskan swasembada pangan adalah keputusan tepat.

“Namun, implementasi membutuhkan fokus yang konsisten dan dukungan infrastruktur pertanian yang kuat,” ujarnya.

Zulhas menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia bisa kembali bersaing di sektor pangan, seperti yang pernah dicapai pada era Soeharto.

Jangan Lewatkan:
  • Pemecatan Shin Tae-yong, PSSI Hadapi Beban Pesangon Rp 60 Miliar
  • Kericuhan Job Fair Cikarang, Kemnaker Minta Evaluasi Serius
  • Ekonom Kritik Pemangkasan Anggaran di Era Prabowo
  • Laporan Investigasi: eFishery Diduga Palsukan Data Keuangan
Presiden Prabowo Produksi Pangan Reformasi Sekitar Pangan Swasembada Pangan Zulkifli Hasan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAwal 2025, Tekanan Inflasi Diperkirakan Mengancam Dompet
Next Article Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Narasi Dizalimi, Strategi Politik

Editorial Udex Mundzir

Adam D’Angelo: Pendiri Quora dan Mantan CTO Facebook

Profil Ericka

Ketika Kebenaran Harus Antre di Meja Korupsi

Perspektif Udex Mundzir

Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Kredit 15 Persen pada 2024

Bisnis Alfi Salamah

Malahayati, Laksamana Laut Perempuan

Profil Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Ericka29 Mei 2025

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Prabowo Nilai Pengibaran Bendera One Piece Tak Langgar Aturan

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Istiqlal Jadi Tuan Rumah MTQ Tujuh Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi