Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Zulhas: Pembangunan Pangan Indonesia Tertinggal 27 Tahun

Kritik terhadap lambatnya sektor pangan dibanding era Soeharto.
AssyifaAssyifa10 Desember 2024 Ekonomi
Swasembada pangan di Indonesia 2027
Zulhas: Selama hampir 27 tahun, sektor pangan tertinggal dibandingkan era Soeharto.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan bahwa pembangunan sektor pangan di Indonesia tertinggal jauh, bahkan kalah dibandingkan era pemerintahan Soeharto. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Indonesia Marine and Fisheries Blue Food Competent Authority Dialogue di Jakarta, Selasa (10/12/2024).

Menurut Zulhas, selama 27 tahun terakhir sejak reformasi, fokus pemerintah lebih banyak pada pembangunan politik dan infrastruktur, sehingga sektor pangan tidak mendapat perhatian yang memadai.

“Selama hampir 28 tahun, sektor pangan ini paling tertinggal. Bahkan, kita kalah dari Vietnam dan Thailand,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah mencapai swasembada pangan. Presiden Prabowo Subianto, kata Zulhas, telah menetapkan target ambisius tersebut pada 2028, atau lebih cepat pada 2027 jika memungkinkan.

Baca Juga:
  • DPR Dukung Pembubaran Satgas Saber Pungli Demi Efisiensi
  • Zulhas Tegaskan Kuota Impor Sapi Hidup Resmi Dihapus
  • Indonesia Tawarkan Telur Sebagai Alat Negosiasi Tarif AS
  • Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan Rusak di Era Jokowi

“Presiden Prabowo sudah berkali-kali menyampaikan, top priority pemerintah sekarang adalah swasembada pangan dalam artian luas,” tegas Zulhas.

Namun, mewujudkan swasembada pangan tidaklah mudah. Zulhas mencontohkan sektor beras yang memerlukan koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan BUMN untuk penyediaan irigasi serta pupuk.

“Kita perlu bibit unggul, yang sudah 10 tahun tidak kita riset. Ini tantangan besar jika ingin mengejar Vietnam atau Thailand,” jelas Zulhas.

Pemerintah juga menghadapi tantangan besar terkait ketergantungan pada impor pangan, yang hampir sebanding dengan produksi dalam negeri, yakni 30 juta ton. Komoditas yang diimpor meliputi gula, garam, kedelai, hingga beras. Untuk itu, pemerintah mencoba menyederhanakan kebijakan agar proses swasembada bisa dipercepat.

Artikel Terkait:
  • Warren Buffett: Kegagalan Pembayaran Utang AS akan Berdampak Global
  • IWPI Minta Sri Mulyani Cabut Pernyataan Pajak Setara Zakat
  • Kericuhan Job Fair Bekasi, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem Bursa Kerja
  • Kementerian Investasi Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 8% pada 2027

Ekonom Dr. Rachmat Hidayat mengatakan, langkah pemerintah untuk memprioritaskan swasembada pangan adalah keputusan tepat.

“Namun, implementasi membutuhkan fokus yang konsisten dan dukungan infrastruktur pertanian yang kuat,” ujarnya.

Zulhas menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting. Dengan pendekatan yang tepat, Indonesia bisa kembali bersaing di sektor pangan, seperti yang pernah dicapai pada era Soeharto.

Jangan Lewatkan:
  • BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,5 Persen
  • Pariwisata Terancam, Efisiensi Anggaran 2025 Picu Kekhawatiran
  • Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru
  • Prabowo Siapkan Rp5 Triliun untuk Serap 1 Juta Ton Jagung
Presiden Prabowo Produksi Pangan Reformasi Sekitar Pangan Swasembada Pangan Zulkifli Hasan
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAwal 2025, Tekanan Inflasi Diperkirakan Mengancam Dompet
Next Article Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Mantan Presiden Bikin Gaduh

Opini Udex Mundzir

Eksotisme Gunung Papandayan, Surga Alam di Garut

Travel Alfi Salamah

Hukum Berhubungan Suami Istri Malam Idulfitri

Islami Ericka

Ciri-Ciri Buzzer dan Pengaruhnya dalam Dunia Bisnis

Bisnis Ericka

Pabrik Semen Gresik Menjadi Objek Vital Nasional

Bisnis Alfi Salamah
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi