Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

JPU: Vonis Nadiem Kembalikan Hak Anak Sekolah

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 8 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Kericuhan Job Fair Bekasi, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem Bursa Kerja

Pengamat dan publik desak perbaikan menyeluruh terhadap sistem job fair setelah insiden chaos dalam acara bursa kerja di Cikarang.
ErickaEricka30 Mei 2025 Ekonomi
job fair yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi
Job fair yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Bekasi – Kericuhan dalam penyelenggaraan job fair yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi pada Selasa (27/5/2025) menyoroti perlunya reformasi mendesak dalam sistem bursa kerja nasional. Acara yang dilangsungkan di salah satu kampus di Cikarang itu dipadati ribuan pencari kerja hingga menimbulkan kekacauan yang terekam dan tersebar luas di media sosial.

Ekonom dan Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyebut mekanisme job fair konvensional sudah tidak relevan di era digital saat ini. Ia mengusulkan agar pemerintah mengalihkan fokus ke model daring dan berbasis data pencari kerja yang lebih akurat.

“Job fair tidak harus selalu berbentuk fisik orang melamar kerja, berduyun-duyun begitu. Itu kuno sekali,” tegas Bhima.

Baca Juga:
  • Hadi Poernomo Desak PPN 12% Dibatalkan, Usul Kembali ke 10%
  • Wacana Zakat Biayai Program MBG, DPR: Tetap Utamakan APBN
  • PHK Meluas, Pekerja Informal Lampaui 50 Persen
  • Pemerintah Kurangi Impor Daging, Fokus ke Sapi Bakalan

Menurutnya, pendekatan berbasis data, seperti mengidentifikasi lulusan baru atau korban PHK dari BPJS Ketenagakerjaan, dapat dimanfaatkan untuk mencocokkan kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja. Ia mencontohkan praktik di Tiongkok yang berhasil mengelola jumlah pencari kerja besar tanpa menciptakan kepadatan melalui platform digital.

Masalah utamanya, menurut Bhima, bukan hanya teknis pelaksanaan job fair, tetapi ketiadaan lapangan kerja yang memadai. Ia menilai kegagalan menciptakan pekerjaan menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dalam memberikan fasilitas pencari kerja yang layak dan berkelanjutan.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berjanji akan mengevaluasi penyelenggaraan bursa kerja dan memperbaiki tata kelola pelaksanaannya. Ia menyebut pentingnya memetakan potensi risiko dan mengapresiasi semangat daerah dalam menyelenggarakan job fair.

Artikel Terkait:
  • BGN Usulkan Tambahan Rp 100 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis
  • BEI Bahas Tiga Opsi Perpanjangan Jam Perdagangan Saham
  • Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun
  • Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan Rusak di Era Jokowi

“Kami akan perbaiki. Tapi juga harus apresiasi semangat menjalankan job fair di berbagai provinsi,” kata Yassierli dalam pernyataan resminya di Jakarta, Rabu (28/5/2025).

Kericuhan di Bekasi menjadi alarm serius bagi pemerintah agar segera merancang sistem pencarian kerja yang efisien, aman, dan sesuai perkembangan zaman. Kebutuhan terhadap platform daring, integrasi data tenaga kerja, dan penyediaan informasi lowongan yang akurat semakin mendesak di tengah angka pengangguran yang terus meningkat.

Jangan Lewatkan:
  • Kericuhan Job Fair Cikarang, Kemnaker Minta Evaluasi Serius
  • OJK Ungkap Scam Digital Rugikan Nasabah Rp4,1 Triliun
  • Tak Ada Uang, Anggaran IKN Diblokir Semua
  • Celios Minta BPS Gunakan Metode Baru Ukur Kemiskinan
Bursa Kerja 2025 Job Fair Bekasi Kemnaker Pengangguran Indonesia Subsidi Upah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article17 Juta Pekerja Bergaji Rendah Dapat BSU Rp150 Ribu Juni Ini
Next Article Celios Minta BPS Gunakan Metode Baru Ukur Kemiskinan

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Titiek Puspa: Legenda Musik yang Menembus Zaman

Biografi Ericka

Keberangkatan Haji Diberkahi: Doa Khusus dari Rumah

Islami Alfi Salamah

Bubur Kacang Hijau: Kelezatan Tradisional Selama Puncak Haji

Islami Alfi Salamah

Hukum yang Dikebut, Rakyat yang Terjebak

Editorial Udex Mundzir

Benturan Kekuasaan dan Kemanusiaan

Editorial Assyifa
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi