Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Utang Indonesia Membengkak, Bank Dunia Proyeksi Rasio Sentuh 41 Persen

Bank Dunia mengungkap tren peningkatan rasio utang Indonesia yang berpotensi membebani APBN di masa mendatang.
ErickaEricka27 April 2025 Ekonomi
Bank dunia
Ilustrasi Bank Dunia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Seperti bola salju yang menggelinding kian besar, utang pemerintah Indonesia terus bertambah dan kini menjadi sorotan tajam Bank Dunia.

Melalui laporan Macro Poverty Outlook per April 2025, lembaga keuangan global itu memproyeksikan rasio utang pemerintah Indonesia akan mencapai 40,1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dan tren ini diperkirakan terus naik.

Dalam laporannya, Bank Dunia memperkirakan rasio utang akan meningkat menjadi 40,8 persen pada 2026 dan 41,4 persen pada 2027. Angka ini melampaui rasio saat ini, yaitu 39,6 persen terhadap PDB, dengan total utang mencapai Rp8.909 triliun per Januari 2025.

Bank Dunia juga mencatat bahwa proyeksi ini lebih tinggi dari target yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, yang hanya mengincar rasio utang sebesar 39,15 persen pada 2025.

Baca Juga:
  • Ternyata, Kenaikan UMP 6,5% Masih Gunakan Rumus Jokowi
  • Maxim dan Grab Sepakat Tolak Status Karyawan untuk Pengemudi Ojol
  • Danantara Diapresiasi Haji Isam, Disebut Mesin Ekonomi Baru
  • Pesan Khusus Jokowi untuk Gubernur BI: Menaklukkan Era Ekonomi Digital

“Besarnya pengeluaran pemerintah untuk program prioritas baru berisiko meningkatkan defisit fiskal hingga 2,7 persen dari PDB,” tertulis dalam laporan tersebut.

Peningkatan defisit ini menjadi perhatian karena menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, defisit anggaran harus tetap di bawah 3 persen.

Jika batas ini terlampaui, pemerintah dinilai melanggar aturan, yang berpotensi menimbulkan risiko keuangan serius.

Untuk menutup defisit, pemerintah mengandalkan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Meski batas maksimum rasio utang terhadap PDB di Indonesia ditetapkan 60 persen, tetap saja lonjakan di atas 40 persen menjadi beban berat, terutama terkait pembayaran bunga utang.

Artikel Terkait:
  • Kericuhan Job Fair Bekasi, Pemerintah Diminta Evaluasi Total Sistem Bursa Kerja
  • Kebijakan Hapus Piutang UMKM Butuh Aturan Detail untuk Efektivitas
  • Defisit APBN 2025 Tetap 2,5%, Pemerintah Waspadai Risiko
  • Banggar: Prabowo Tak Bisa Serta Merta Turunkan PPN

Tahun 2025 saja, pemerintah harus membayar utang jatuh tempo sekitar Rp800 triliun dan bunga utang sebesar Rp552 triliun. Jika digabung, jumlah tersebut mencapai Rp1.352 triliun, atau sekitar 37 persen dari total APBN 2025 yang sebesar Rp3.600 triliun.

Di sisi lain, penerimaan negara dari sektor pajak justru menunjukkan penurunan yang mengkhawatirkan. Data Kementerian Keuangan per Maret 2025 menunjukkan realisasi penerimaan pajak hanya Rp322,6 triliun, setara 14,7 persen dari target, dan turun 18,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kondisi ini memperlihatkan tantangan ganda bagi pemerintah: kebutuhan belanja yang tinggi untuk mendukung program prioritas, serta penerimaan negara yang kurang optimal untuk menopang keuangan nasional.

Jangan Lewatkan:
  • Kemendag Desak AS Hapus Tarif Resiprokal Ekspor Furnitur RI
  • Hasil Audit: eFishery Diduga Manipulasi Laporan Keuangan
  • Proyek IKN Telan Rp 147,41 Triliun, Mayoritas dari APBN
  • 99,5 Persen Pelanggan PLN Dibebaskan dari PPN Listrik
Defisit Fiskal Indonesia Ekonomi Indonesia Proyeksi Bank Dunia Rasio Utang Indonesia Utang Pemerintah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWamentan Ajak Penyuluh Pertanian Rapatkan Barisan Kawal Swasembada
Next Article Pemprov DKI Tebus 177 Ijazah Siswa dengan Dana Rp596 Juta

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Investasi Milenial Kini dan Masa Depan

Perspektif Alfi Salamah

AISNESIA Luncurkan Virtual Buoy untuk Efisiensi Navigasi Maritim

Techno Nugroho

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

Refleksi Assyifa

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Islami Alfi Salamah

Rahasia Melempar Jumrah Syarat-Syarat yang Harus Diketahui

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi