Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Tren Hidup Hemat Gen Z, Gengsi Mulai Ditinggalkan?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 16 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Beban Berat Anggaran, ICWI Dorong KPK Selidiki Penambahan Reses DPD

Penambahan jumlah reses DPD-RI dinilai membebani APBN dan menimbulkan potensi pelanggaran hukum yang harus segera diselidiki KPK.
SilvaSilva13 Januari 2025 Ekonomi
Penambahan Reses DPD Bebani APBN
Penambahan Reses DPD Bebani APBN (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Penambahan jumlah reses Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2024-2029 memunculkan kekhawatiran baru terhadap pengelolaan keuangan negara. Indonesian Corrupt Workflow Investigation (ICWI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menyelidiki dugaan penyimpangan di balik keputusan tersebut, yang dinilai membebani anggaran negara di tengah defisit fiskal.

Pendiri ICWI, Tommy Diansyah, menilai langkah ini tidak mencerminkan empati terhadap kondisi keuangan negara yang sedang sulit. Penambahan reses justru memperbesar alokasi dana dari APBN. Padahal, saat ini pemerintah tengah berupaya menutup defisit anggaran. Langkah ini sangat tidak bijak.

Menurut Tommy, setiap anggota DPD mendapatkan tunjangan reses sekitar Rp350 juta. Dengan total 152 anggota, biaya tambahan untuk satu kali reses dapat mencapai puluhan miliar rupiah. Jika reses bertambah hingga lima kali dari yang seharusnya empat kali, dampaknya pada APBN sangat signifikan.

Ia juga mengutip sejumlah undang-undang yang diduga dilanggar, termasuk UU MD3 yang menyatakan masa reses DPD harus mengikuti jadwal DPR. Selain itu, UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara melarang pengeluaran anggaran yang tidak tersedia atau tidak cukup dialokasikan.

Baca Juga:
  • 40% Masyarakat Indonesia Jatuh Miskin dengan Garis Kemiskinan Bank Dunia
  • Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Hapus Pembebasan PPN, Ini kata Bu Sri Mulyani!
  • ‘No Buy Challenge 2025’: Gerakan Minimalisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
  • Paylater Jadi Andalan Gen Z & Milenial Atur Keuangan

Mantan anggota DPD asal Aceh, Fachrul Razy, turut menyampaikan keprihatinannya. Fachrul, yang menjabat selama dua periode, mengaku tidak pernah menemukan praktik serupa sebelumnya. Di masa saya, masa reses selalu empat kali. Tidak pernah ada penambahan di masa sidang terakhir seperti ini.

Fachrul menambahkan bahwa penambahan reses berpotensi melanggar hukum dan mencoreng nama baik lembaga. Ia meminta pimpinan DPD periode 2024-2029 untuk transparan dan mempertimbangkan dampak hukum yang bisa timbul.

Tommy Diansyah juga menyoroti konsep luas korupsi yang mencakup ketidakpatuhan terhadap prinsip pengelolaan keuangan negara. Korupsi tidak hanya soal tindakan pidana, tapi juga pelanggaran terhadap prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran.

Tommy berharap KPK segera bertindak dengan mengumpulkan bukti dan melakukan penyelidikan. Kerugian rakyat sebagai pembayar pajak sangat besar. Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk bagi lembaga negara lainnya.

Artikel Terkait:
  • Libur Panjang Mei, 603 Ribu Tiket Kereta Terjual
  • Pakar Keamanan Siber Ungkap Bahaya Kesalahan Kurs Rupiah di Google
  • Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan Rusak di Era Jokowi
  • Konflik Timur Tengah Mereda, IHSG Naik ke 6.900

Penggunaan anggaran untuk reses menjadi sorotan karena bersifat lump sum. Anggaran tersebut tidak hanya mencakup biaya perjalanan, tetapi juga tunjangan harian dan berbagai pengeluaran lainnya. Beban ini harus dikelola secara ketat untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan.

Ia juga menyerukan agar mekanisme pengawasan anggaran DPD diperketat. Transparansi sangat penting agar rakyat bisa mengetahui ke mana uang mereka digunakan.

ICWI mendesak KPK untuk mengambil langkah cepat dalam kasus ini. Kita tidak bisa membiarkan anggaran negara digunakan dengan cara yang melanggar prinsip hukum dan etika. Penegakan hukum harus dilakukan untuk menjaga kepercayaan publik.

Jangan Lewatkan:
  • Indonesia Cetak Rekor Produksi Beras, Teratas di ASEAN
  • Pelabuhan Baai Dikeruk, Suplai BBM Ditargetkan Lancar Juli
  • Utang Menggunung, WIKA Rugi Rp1,6 Triliun di Semester I 2025
  • Pariwisata Terancam, Efisiensi Anggaran 2025 Picu Kekhawatiran
APBN ICWI Korupsi Anggaran KPK Reses DPD
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKuota Haji Indonesia 2025 Disepakati 221 Ribu Jemaah
Next Article Hasto Diperiksa 2 Perkara dan Siap Jalani Pemeriksaan Lanjutan

Informasi lainnya

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

22 September 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Korupsi Dana Desa Tak Bisa Lagi Dimaafkan

Perspektif Udex Mundzir

Komdigi: Permohonan Merger XL-Smartfren Belum Diterima

Techno Assyifa

Diesel X: BBM Baru Pertamina yang Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Techno Assyifa

Outfit Kantor Simpel ala Capsule Wardrobe

Daily Tips Ericka

Membangun Keterampilan Sosial untuk Mengurangi Insecure

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi