Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Parlemen Ringkas, Pilpres Terbuka

Siapa yang Layak Dipidana dalam Kasus Gibran

Eksotisme Surabaya dalam Ikan Sambal Nasi Kelapa

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Novita Hardini Tolak Kenaikan PPN pada Sekolah Internasional

AssyifaAssyifa18 Desember 2024 Ekonomi
Novita Hardini, Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan (.dpr)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Anggota DPR RI, Novita Hardini, SE., ME., menolak rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen pada sekolah berstandar internasional. Ia menilai kebijakan tersebut dapat menghambat akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas dan menimbulkan dampak jangka panjang yang merugikan.

“Dengan adanya sekolah internasional, sekolah nasional memiliki tolak ukur untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kebijakan ini justru memperlebar jurang akses pendidikan berkualitas di dalam negeri,” tegas Novita pada Selasa (17/12/2024).

Novita menjelaskan bahwa banyak orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah internasional bukan karena mereka kaya, melainkan karena kesadaran akan pentingnya pendidikan. Menurutnya, jika biaya pendidikan di sekolah internasional melonjak akibat kenaikan PPN, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.

Sekolah internasional bergantung pada teknologi, kurikulum global, dan infrastruktur modern. Kenaikan PPN akan meningkatkan biaya operasional, mengurangi daya saing lulusan, dan menurunkan kualitas pendidikan.

Baca Juga:
  • Ekspor Produk Halal Indonesia ke Australia Tembus Rp2,5 Triliun
  • BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 5,5 Persen
  • 5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan
  • Rupiah Tembus Rp17.000, IHSG Longsor, Trump Jadi Pemicu Baru

“Harapan anak bangsa untuk bersaing di tingkat global bisa pupus jika beban biaya semakin tinggi,” tambah Novita.

Kenaikan biaya dapat menyebabkan penurunan minat siswa baru, yang berujung pada masalah keberlanjutan sekolah internasional. Selain itu, investor pendidikan akan menghadapi tantangan dalam menjaga operasional sekolah.

“Investor bisa kehilangan minat, dan ini berdampak pada keberlanjutan investasi di sektor pendidikan,” ungkap Novita.

Artikel Terkait:
  • Harga Emas Antam Naik, Per Gram Sentuh Rp1,535 Juta
  • Ratusan Ekraf, Kuliner, dan UMKM Lokal Bakal Ramaikan Majafest 2023
  • Menteri P2MI Dorong Warga Manfaatkan 1,7 Juta Lowongan di Luar Negeri
  • Pesan Khusus Jokowi untuk Gubernur BI: Menaklukkan Era Ekonomi Digital

Novita meminta pemerintah mempertimbangkan ulang kebijakan tersebut demi masa depan pendidikan nasional yang lebih inklusif. “Kita harus berpikir jangka panjang. Pendidikan berkualitas harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat,” katanya.

Saat ini, terdapat 198 sekolah internasional di Indonesia, menjadikan negara ini destinasi utama pendidikan internasional di Asia Tenggara. Novita menegaskan, keberadaan sekolah internasional harus menjadi pendorong peningkatan standar pendidikan nasional.

Jangan Lewatkan:
  • Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026
  • Bapanas Catat Kenaikan Harga Telur dan Cabai, Beras dan Minyak Turun
  • Libur Panjang Mei, 603 Ribu Tiket Kereta Terjual
  • Transisi Ekonomi Global Tertahan Perlambatan Dunia
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHonda dan Nissan Siapkan Merger, Fokus Kejar Produksi EV
Next Article Bonus di Perguruan Tinggi: Kewajiban Institusi Pendidikan

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menag di Vatikan: Diplomasi Iman dan Kemanusiaan

Editorial Udex Mundzir

Jabatan Simbolis atau Ancaman Toleransi?

Editorial Udex Mundzir

Pajak dan Beban Kehidupan

Editorial Udex Mundzir

Penyebab dan Dampak Kesombongan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Perspektif Udex Mundzir

Ketika Notifikasi Mengalahkan Literasi

Perspektif Alfi Salamah
Berita Lainnya
Politik
Udex Mundzir1 Oktober 2026

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Rahasia Daisugi, Teknik Bertani Pohon Tanpa Membabat Hutan

PANDI Perketat Aturan Sengketa Domain untuk Cegah Cybersquatting

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi