Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 22 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Novita Hardini Tolak Kenaikan PPN pada Sekolah Internasional

AssyifaAssyifa18 Desember 2024 Ekonomi
Novita Hardini, Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan (.dpr)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Anggota DPR RI, Novita Hardini, SE., ME., menolak rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen pada sekolah berstandar internasional. Ia menilai kebijakan tersebut dapat menghambat akses masyarakat terhadap pendidikan berkualitas dan menimbulkan dampak jangka panjang yang merugikan.

“Dengan adanya sekolah internasional, sekolah nasional memiliki tolak ukur untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Kebijakan ini justru memperlebar jurang akses pendidikan berkualitas di dalam negeri,” tegas Novita pada Selasa (17/12/2024).

Novita menjelaskan bahwa banyak orang tua menyekolahkan anaknya di sekolah internasional bukan karena mereka kaya, melainkan karena kesadaran akan pentingnya pendidikan. Menurutnya, jika biaya pendidikan di sekolah internasional melonjak akibat kenaikan PPN, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat.

Sekolah internasional bergantung pada teknologi, kurikulum global, dan infrastruktur modern. Kenaikan PPN akan meningkatkan biaya operasional, mengurangi daya saing lulusan, dan menurunkan kualitas pendidikan.

Baca Juga:
  • Pemerintah Kurangi Impor Daging, Fokus ke Sapi Bakalan
  • PHE Catat Produksi Migas Tertinggi Triwulan I 2025
  • Harga Distributor Stabil, Spekulan Dongkrak Harga Bawang Putih di Pasaran
  • Menabung Tak Cukup di Era Sekarang

“Harapan anak bangsa untuk bersaing di tingkat global bisa pupus jika beban biaya semakin tinggi,” tambah Novita.

Kenaikan biaya dapat menyebabkan penurunan minat siswa baru, yang berujung pada masalah keberlanjutan sekolah internasional. Selain itu, investor pendidikan akan menghadapi tantangan dalam menjaga operasional sekolah.

“Investor bisa kehilangan minat, dan ini berdampak pada keberlanjutan investasi di sektor pendidikan,” ungkap Novita.

Artikel Terkait:
  • Harga Pertamax Tetap, BBM Lain Naik Tipis di Kalimantan
  • Beasiswa Kemenkeu Dibatalkan, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas
  • Pembangunan Pipa Gas Cisem II Capai 64 Persen
  • Kementan Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Iduladha 2025

Novita meminta pemerintah mempertimbangkan ulang kebijakan tersebut demi masa depan pendidikan nasional yang lebih inklusif. “Kita harus berpikir jangka panjang. Pendidikan berkualitas harus dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat,” katanya.

Saat ini, terdapat 198 sekolah internasional di Indonesia, menjadikan negara ini destinasi utama pendidikan internasional di Asia Tenggara. Novita menegaskan, keberadaan sekolah internasional harus menjadi pendorong peningkatan standar pendidikan nasional.

Jangan Lewatkan:
  • Prabowo: Investasi Besar Siap Masuk Indonesia Tahun Ini
  • Indonesia Cetak Rekor Produksi Beras, Teratas di ASEAN
  • Laporan Investigasi: eFishery Diduga Palsukan Data Keuangan
  • Maraknya Penjualan SPBU di Jakarta Menimbulkan Pertanyaan: Apakah Masih Menjanjikan?
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHonda dan Nissan Siapkan Merger, Fokus Kejar Produksi EV
Next Article Bonus di Perguruan Tinggi: Kewajiban Institusi Pendidikan

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Antara Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Cerdas Beramal

Islami Syamril Al-Bugisyi

Prabowo-Gibran dan Propaganda 78% Publik Puas

Editorial Udex Mundzir

Ciri Orang Beriman: Sujud dan Ketundukan kepada Allah

Islami Assyifa

Hoax Surat Pemanggilan Tes Pegawai BPJS Kesehatan, Ini Klarifikasi dari Munaqib

Kroscek Nugroho
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi