Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jakarta Darurat Sampah, Pencegahan Jadi Kunci

Jejak Stonehenge Ternyata Bermula dari Wales?

Tradwife Kembali Ramai, Pilihan atau Romantisasi?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 2 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

Dorongan penggunaan rupiah dalam perdagangan internasional membuka peluang baru bagi kemandirian ekonomi Indonesia.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati11 April 2026 Ekonomi
Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?
Ilustrasi Dolar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Melepas bayang-bayang dolar bukan lagi sekadar wacana, melainkan jalan yang mulai dirintis.” Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah Indonesia mendorong transformasi sistem transaksi internasional dengan memperluas penggunaan mata uang lokal, termasuk rupiah, dalam perdagangan lintas negara.

Langkah ini diwujudkan melalui penguatan skema Local Currency Transaction (LCT), yang memungkinkan penyelesaian transaksi bilateral tanpa harus bergantung pada dolar Amerika Serikat. Kebijakan tersebut didorong oleh pemerintah bersama Bank Indonesia, dengan sasaran utama meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mengurangi dampak volatilitas nilai tukar.

Sabtu (11/04/2026), Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan pentingnya peran BUMN dalam memperluas implementasi LCT.

“Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan pada akhirnya mengurangi volatilitas nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi,” ujar Ferry.

Baca Juga:
  • Pinjaman Paylater Bank Tembus Rp22,78 T per Maret 2025
  • Ekonom Kritik Pemangkasan Anggaran di Era Prabowo
  • Surplus Perdagangan Indonesia Anjlok, Imbas Tarif Impor AS
  • Bapanas Tegaskan Beras Medium dan Premium Tak Kena PPN

Namun, realisasi di lapangan menunjukkan partisipasi BUMN masih relatif terbatas, berkisar antara 10 hingga 19 persen dari total transaksi LCT. Padahal, sektor-sektor strategis seperti energi, manufaktur, dan jasa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak penggunaan rupiah dalam transaksi global.

Sejak diperkenalkan dan diperluas pada tahun 2025, LCT telah diterapkan bersama enam negara mitra utama, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Kerja sama ini menjadi pijakan penting dalam membangun ekosistem transaksi lintas batas berbasis mata uang lokal.

Perkembangan terbaru menunjukkan tren yang menjanjikan. Pada periode Januari hingga Februari 2026, nilai transaksi LCT mencapai sekitar 8,45 miliar dolar AS, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,21 miliar dolar AS. Selain itu, jumlah pengguna juga mengalami lonjakan signifikan, dengan lebih dari 14 ribu pengguna tercatat pada Februari 2026.

“Pertumbuhan ini juga didukung peningkatan jumlah pengguna yang mencapai 14.621 pada Februari 2026, dengan rata-rata 16.030 pengguna per bulan, jauh di atas rata-rata bulanan tahun 2025 sebesar 9.720 pengguna,” kata Ferry.

Artikel Terkait:
  • Ekspor UMKM Tembus Rp850 Miliar hingga April 2025
  • PHE Catat Produksi Migas Tertinggi Triwulan I 2025
  • Airlangga Bantah Uang Lebaran 2025 Merosot Tajam
  • 40% Masyarakat Indonesia Jatuh Miskin dengan Garis Kemiskinan Bank Dunia

Untuk mempercepat adopsi, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Nasional LCT yang melibatkan 10 kementerian dan lembaga. Tim ini bertugas memperkuat koordinasi kebijakan, khususnya dalam kegiatan ekspor dan impor, serta menghadirkan insentif guna menekan biaya transaksi bagi pelaku usaha.

Di tengah pergeseran ekonomi global menuju sistem multipolar, penggunaan mata uang lokal dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Selain memperkuat stabilitas ekonomi domestik, kebijakan ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih besar dalam sistem keuangan internasional.

Pada akhirnya, transaksi global tanpa dolar mungkin belum sepenuhnya menjadi kenyataan dalam waktu dekat. Namun, dengan tren yang terus menguat dan dukungan kebijakan yang konsisten, langkah tersebut bukan lagi sekadar mimpi, melainkan keniscayaan yang tengah dibangun secara bertahap.

Jangan Lewatkan:
  • Kemenpar Gandeng Prancis Genjot Kunjungan Wisatawan
  • Konflik Timur Tengah Mereda, IHSG Naik ke 6.900
  • MK Batalkan Aturan HGU IKN, Investor Mulai Angkat Kaki
  • Menaker Bakal Hapus Batas Usia di Lowongan Kerja
BUMN Dolar Ekonomi Global LCT Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
Next Article Votcha 2026 Ubah Cara Daftar Lari Jadi Lebih Adil

Informasi lainnya

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Muhammadiyah Serukan Hidup Hemat dan Efisien

5 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Intip 5 Universitas Paling Bergengsi di Korea Selatan

Daily Tips Ericka

Bayang-Bayang Mafia di Sepak Bola Indonesia

Editorial Udex Mundzir

Isra’ Mi’raj dan Problem Solving

Islami Syamril Al-Bugisyi

Ciri-Ciri Buzzer dan Pengaruhnya dalam Dunia Bisnis

Bisnis Ericka

Bang Sakty: Sulit Jadi Single Bar dengan Banyaknya Organisasi Advokat 

Profil Alwi Ahmad
Berita Lainnya
Indonesia
Udex Mundzir19 April 2025

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Kebun Mini Super Kilat di Rumah

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi