Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Makna Idul Adha dan Sejarah Pengorbanan Nabi Ibrahim

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Nasib Guru Honorer di 2027, Tetap Mengajar atau Terhapus?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 8 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

Dorongan penggunaan rupiah dalam perdagangan internasional membuka peluang baru bagi kemandirian ekonomi Indonesia.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati11 April 2026 Ekonomi
Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?
Ilustrasi Dolar (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – “Melepas bayang-bayang dolar bukan lagi sekadar wacana, melainkan jalan yang mulai dirintis.” Di tengah dinamika ekonomi global, pemerintah Indonesia mendorong transformasi sistem transaksi internasional dengan memperluas penggunaan mata uang lokal, termasuk rupiah, dalam perdagangan lintas negara.

Langkah ini diwujudkan melalui penguatan skema Local Currency Transaction (LCT), yang memungkinkan penyelesaian transaksi bilateral tanpa harus bergantung pada dolar Amerika Serikat. Kebijakan tersebut didorong oleh pemerintah bersama Bank Indonesia, dengan sasaran utama meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mengurangi dampak volatilitas nilai tukar.

Sabtu (11/04/2026), Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menegaskan pentingnya peran BUMN dalam memperluas implementasi LCT.

“Bank Indonesia dan Pemerintah Indonesia telah bersama-sama memajukan kerangka LCT untuk mendiversifikasi pembayaran bilateral, meningkatkan efisiensi pasar, memperdalam pasar keuangan, dan pada akhirnya mengurangi volatilitas nilai tukar sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi,” ujar Ferry.

Baca Juga:
  • Revisi Anggaran Pendidikan: MBG Turun dan Tunjangan Guru Naik
  • Cara Mengatur THR Lebaran Agar Tidak Habis untuk Belanja
  • Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?
  • Setop Impor Garam, Produksi Domestik Baru 63% dari Kebutuhan

Namun, realisasi di lapangan menunjukkan partisipasi BUMN masih relatif terbatas, berkisar antara 10 hingga 19 persen dari total transaksi LCT. Padahal, sektor-sektor strategis seperti energi, manufaktur, dan jasa memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak penggunaan rupiah dalam transaksi global.

Sejak diperkenalkan dan diperluas pada tahun 2025, LCT telah diterapkan bersama enam negara mitra utama, yakni Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab. Kerja sama ini menjadi pijakan penting dalam membangun ekosistem transaksi lintas batas berbasis mata uang lokal.

Perkembangan terbaru menunjukkan tren yang menjanjikan. Pada periode Januari hingga Februari 2026, nilai transaksi LCT mencapai sekitar 8,45 miliar dolar AS, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,21 miliar dolar AS. Selain itu, jumlah pengguna juga mengalami lonjakan signifikan, dengan lebih dari 14 ribu pengguna tercatat pada Februari 2026.

“Pertumbuhan ini juga didukung peningkatan jumlah pengguna yang mencapai 14.621 pada Februari 2026, dengan rata-rata 16.030 pengguna per bulan, jauh di atas rata-rata bulanan tahun 2025 sebesar 9.720 pengguna,” kata Ferry.

Artikel Terkait:
  • PHK Meluas, Pekerja Informal Lampaui 50 Persen
  • Zulhas Tegaskan Kuota Impor Sapi Hidup Resmi Dihapus
  • Harga Emas Antam Naik, Per Gram Sentuh Rp1,535 Juta
  • Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

Untuk mempercepat adopsi, pemerintah telah membentuk Gugus Tugas Nasional LCT yang melibatkan 10 kementerian dan lembaga. Tim ini bertugas memperkuat koordinasi kebijakan, khususnya dalam kegiatan ekspor dan impor, serta menghadirkan insentif guna menekan biaya transaksi bagi pelaku usaha.

Di tengah pergeseran ekonomi global menuju sistem multipolar, penggunaan mata uang lokal dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar. Selain memperkuat stabilitas ekonomi domestik, kebijakan ini juga membuka peluang bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih besar dalam sistem keuangan internasional.

Pada akhirnya, transaksi global tanpa dolar mungkin belum sepenuhnya menjadi kenyataan dalam waktu dekat. Namun, dengan tren yang terus menguat dan dukungan kebijakan yang konsisten, langkah tersebut bukan lagi sekadar mimpi, melainkan keniscayaan yang tengah dibangun secara bertahap.

Jangan Lewatkan:
  • Pertamina Tambah 7,38 Juta Tabung LPG Jelang Tahun Baru Hijriah
  • Diskon Listrik 50 Persen Berlaku, Begini Cara Mendapatkannya
  • IWPI Minta Sri Mulyani Cabut Pernyataan Pajak Setara Zakat
  • Kementerian Investasi Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 8% pada 2027
BUMN Dolar Ekonomi Global LCT Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleWonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus
Next Article Votcha 2026 Ubah Cara Daftar Lari Jadi Lebih Adil

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Muhammadiyah Serukan Hidup Hemat dan Efisien

5 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026
Paling Sering Dibaca

Menunda Beban, Mengutamakan Rakyat

Gagasan Assyifa

Vasektomi Bukan Jawaban Kemiskinan

Opini Udex Mundzir

Maulid Nabi dan Pemberian Sosial, Menghidupkan Semangat Kepedulian

Islami Alfi Salamah

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

Opini Alfi Salamah

Bela Negara atau Bela Penguasa?

Opini Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Minuman Ini Redakan Nyeri Haid

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Mengenal Tanda Lailatul Qadar di 10 Malam Terakhir Ramadan

Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi