Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Danny Setiawan Wafat, Jejak Panjang Birokrat Jabar

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 23 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Rupiah Menguat Tipis Akibat Prospek Suram Ekonomi AS

Nilai tukar Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan, mencerminkan sentimen pasar terhadap prospek ekonomi AS yang melemah.
ErickaEricka5 Juni 2025 Ekonomi
penguatan rupiah akibat proyeksi ekonomi AS
Ilustrasi penguatan rupiah akibat proyeksi ekonomi AS (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat pada Kamis pagi (5/6/2025), mencatatkan apresiasi sebesar 15 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp16.280 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di angka Rp16.295.

Penguatan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian terhadap prospek ekonomi AS akibat kebijakan proteksionis yang kembali diterapkan Presiden Donald Trump.

Penguatan rupiah dipengaruhi oleh sentimen negatif terhadap ekonomi AS setelah dirilisnya data sektor jasa yang melemah. Purchasing Managers Index (PMI) sektor jasa AS pada Mei 2025 tercatat menurun ke angka 49,9 dari 51,6 pada April menurut Institute for Supply Management (ISM).

Angka ini menandakan kontraksi pertama dalam 11 bulan terakhir dan menunjukkan bahwa kebijakan tarif impor mulai memberikan tekanan terhadap sektor jasa yang selama ini relatif tahan terhadap gejolak ekonomi.

Baca Juga:
  • Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026
  • Lonjakan Transaksi Digital Dorong Sinergi Plink–J Trust Bank
  • AS Terancam Default, Janet Yellen-Warren Buffett Bunyikan Alarm Ekonomi!
  • Menkeu Purbaya Pertimbangkan Pemangkasan PPN Tahun 2026

Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menyebut bahwa pasar menanggapi pelemahan ekonomi AS sebagai sinyal potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve.

“Dampak negatif kebijakan tarif Trump sudah terasa di sektor jasa yang biasanya lebih solid dibandingkan sektor manufaktur,” ujar Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Menurut Ariston, prospek ekonomi AS yang suram memberikan tekanan terhadap dolar AS. Pelaku pasar pun mulai mengantisipasi kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat sebagai respons The Fed terhadap kondisi ini. Selain itu, laporan pekerjaan versi Automatic Data Processing (ADP) untuk Mei 2025 menunjukkan penambahan pekerjaan hanya sebesar 37 ribu, jauh di bawah ekspektasi pasar sebesar 111 ribu. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa ekonomi AS sedang melambat.

Dalam kondisi seperti ini, nilai tukar rupiah mendapatkan dukungan karena pelaku pasar melihat potensi pelemahan dolar AS yang lebih besar. Meski begitu, Ariston mengingatkan bahwa penguatan rupiah tetap memiliki batasan teknikal.

Artikel Terkait:
  • Airlangga Bantah Uang Lebaran 2025 Merosot Tajam
  • Menyusuri Capaian Emisi Kendaraan Listrik di Hilir Hingga Dampak Ekstraktif di Hulu
  • Pekan Awal 2026, Harga Emas Antam Merosot Tajam
  • Kenaikan PPN 12% di Tahun 2025, Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik

“Potensi penguatan rupiah terhadap dolar AS pada hari ini masih ke arah Rp16.200, dengan potensi resisten di kisaran Rp16.300,” jelasnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump kembali menekan Ketua The Fed, Jerome Powell, agar segera menurunkan suku bunga guna merespons pelemahan ekonomi. Namun, Powell hingga kini tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi selama lima pertemuan terakhir, menyatakan bahwa inflasi belum cukup jinak untuk langkah pelonggaran moneter.

Pergerakan rupiah hari ini mencerminkan bagaimana dinamika eksternal, khususnya kebijakan ekonomi AS, dapat secara langsung mempengaruhi mata uang negara berkembang seperti Indonesia. Meskipun penguatan ini bersifat jangka pendek, pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati perkembangan data ekonomi global dan kebijakan moneter bank sentral utama dunia.

Jangan Lewatkan:
  • Kekhawatiran Sri Mulyani Terhadap Tindakan Bank Dunia
  • Kadin Dorong Bebas Tarif Ekspor Garmen Indonesia ke AS
  • Blokir Rekening Nganggur Dinilai Gegabah, DPR Siap Panggil PPATK
  • Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?
Dolar AS Ekonomi Amerika Kebijakan The Fed Kurs Rupiah Nilai Tukar Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSekolah Jam 6, Jam Malam Jam 9
Next Article Kemenhub Percepat Penanganan Kendaraan ODOL Secara Nasional

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Jangan Menabung di Mandiri, Blokir Bisa Dilakukan atas Permintaan Misterius

Perspektif Udex Mundzir

Khairuddin Barbarossa: Laksamana Legendaris dan Pahlawan Laut Mediterania

Biografi Alfi Salamah

Daniel Kahneman: Akhir Tragis Seorang Peraih Nobel

Profil Ericka

PLTU Gunakan Integrated Security Solutions untuk Cegah Sabotase

Techno Ericka

Meal Prep, Solusi Orang Sibuk

Daily Tips Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Prioritas Silaturahmi Lebaran, Siapa Didahulukan?

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi