Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 17 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bos Telkom Soroti Masa Depan Telekomunikasi Pasca Merger XL-Smartfren

Merger XL Axiata dan Smartfren dinilai membawa persaingan lebih sehat, meski berpotensi memunculkan tantangan baru.
SilvaSilva16 Desember 2024 Ekonomi
Dirut Telkom, Ririek Ardiansyah
Dirut Telkom, Ririek Ardiansyah (.bis)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menilai industri telekomunikasi nasional akan semakin sehat dengan merampingnya jumlah operator seluler menjadi tiga pemain besar. Hal ini disampaikan menyusul semakin dekatnya proses merger antara PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menilai langkah konsolidasi ini dapat menciptakan persaingan yang lebih baik dan menguntungkan industri telekomunikasi secara keseluruhan. “Ini kan ada persaingan juga meskipun jumlahnya jadi tiga. Merger semoga baik untuk industri,” ujar Ririek pada Senin (16/12/2024).

Industri telekomunikasi selama ini menghadapi tekanan dari persaingan ketat antar-operator seluler, di mana empat pemain besar—Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren—terus berlomba menarik pelanggan dengan berbagai promosi. Kondisi ini berdampak pada pendapatan operator yang tumbuh melandai, sementara mereka tetap dituntut untuk berinvestasi dalam pengembangan jaringan dan membayar biaya regulasi yang cukup tinggi.

Baca Juga:
  • Uang Tunai Lenyap? Indonesia Siap Targetkan QRIS untuk Bersaing di ASEAN
  • Dedolarisasi: Negara-Negara Asia Mengurangi Ketergantungan Dolar AS
  • Pemerintah Cairkan Gaji ke-13 ASN, Total Anggaran Rp49,3 Triliun
  • Pakar Keamanan Siber Ungkap Bahaya Kesalahan Kurs Rupiah di Google

Berdasarkan data, rasio biaya regulator terhadap pendapatan operator telekomunikasi di Indonesia telah menembus 12%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang berkisar 5%-7%.

Meski demikian, merger ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi persaingan tidak sehat dan praktik oligopoli di industri. Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel, Sigit Puspito Wigati Jarot, menilai pengurangan jumlah operator menjadi tiga harus diawasi dengan cermat. “Untuk menjaga persaingan tetap sehat, Kominfo perlu melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),” ujar Sigit.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menyoroti risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak dari merger XL dan Smartfren. “Menkominfo harus memastikan PHK adalah pilihan terakhir dari proses ini. Jika terjadi PHK, maka karyawan harus mendapatkan golden handshake dan perlakuan yang adil,” tegasnya.

Artikel Terkait:
  • Bapanas Catat Kenaikan Harga Telur dan Cabai, Beras dan Minyak Turun
  • Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru
  • Setop Impor Garam, Produksi Domestik Baru 63% dari Kebutuhan
  • IWPI Minta Sri Mulyani Cabut Pernyataan Pajak Setara Zakat

Heru juga menekankan pentingnya roadmap yang jelas pasca-merger untuk menjaga stabilitas industri dan memperhatikan nasib karyawan. “Nilai konsolidasi merger ini sangat besar, mencapai Rp104 triliun. Jika roadmap perusahaan tidak jelas dan karyawan dirugikan, sebaiknya pemerintah menunda persetujuan merger ini,” ungkapnya.

Merger XL Axiata dan Smartfren diyakini akan memperkuat posisi keduanya di pasar telekomunikasi Indonesia, namun tetap membutuhkan pengawasan agar proses ini tidak mengorbankan konsumen maupun pekerja. Dengan semakin merampingnya jumlah operator, diharapkan industri telekomunikasi bisa lebih efisien dan berkontribusi positif pada perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap
  • Kemendes Tegaskan Dana Desa Bisa Dipakai untuk Digitalisasi
  • Prabowo Alokasikan Rp48,8 Triliun untuk Fasilitas IKN
  • Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga
Merger Industri Smartfren Telekomunikasi Telkom Xl Axiata
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleOJK Tegaskan Investasi Saham Bukan Judi, Ini Alasannya
Next Article 99,5 Persen Pelanggan PLN Dibebaskan dari PPN Listrik

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Inilah Kekurangan dan Kelebihan Karakteristik Generasi Z

Opini Alfi Salamah

10 Situs Legal dan Terpercaya untuk Nonton Film Gratis dengan Kualitas HD

Happy Dexpert Corp

Tips dan Perlengkapan Mendaki Gunung Rinjani bagi Pemula

Travel Alfi Salamah

Banyak Tapi Kurang

Opini Alfi Salamah

UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Batal Jadi Ibu Kota? MK Tegaskan IKN Belum Gantikan Jakarta

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi