Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

KH Syukron Ma’mun Wafat, Warisan Dakwahnya Abadi

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 20 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Bos Telkom Soroti Masa Depan Telekomunikasi Pasca Merger XL-Smartfren

Merger XL Axiata dan Smartfren dinilai membawa persaingan lebih sehat, meski berpotensi memunculkan tantangan baru.
SilvaSilva16 Desember 2024 Ekonomi
Dirut Telkom, Ririek Ardiansyah
Dirut Telkom, Ririek Ardiansyah (.bis)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menilai industri telekomunikasi nasional akan semakin sehat dengan merampingnya jumlah operator seluler menjadi tiga pemain besar. Hal ini disampaikan menyusul semakin dekatnya proses merger antara PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN).

Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah, menilai langkah konsolidasi ini dapat menciptakan persaingan yang lebih baik dan menguntungkan industri telekomunikasi secara keseluruhan. “Ini kan ada persaingan juga meskipun jumlahnya jadi tiga. Merger semoga baik untuk industri,” ujar Ririek pada Senin (16/12/2024).

Industri telekomunikasi selama ini menghadapi tekanan dari persaingan ketat antar-operator seluler, di mana empat pemain besar—Telkomsel, Indosat, XL Axiata, dan Smartfren—terus berlomba menarik pelanggan dengan berbagai promosi. Kondisi ini berdampak pada pendapatan operator yang tumbuh melandai, sementara mereka tetap dituntut untuk berinvestasi dalam pengembangan jaringan dan membayar biaya regulasi yang cukup tinggi.

Baca Juga:
  • Dato Sri Tahir: Purbaya Sosok Tepat Atasi Tantangan Ekonomi Nasional
  • Ekonom Kritik Pemangkasan Anggaran di Era Prabowo
  • Beasiswa Kemenkeu Dibatalkan, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas
  • Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

Berdasarkan data, rasio biaya regulator terhadap pendapatan operator telekomunikasi di Indonesia telah menembus 12%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata global yang berkisar 5%-7%.

Meski demikian, merger ini menimbulkan kekhawatiran terkait potensi persaingan tidak sehat dan praktik oligopoli di industri. Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel, Sigit Puspito Wigati Jarot, menilai pengurangan jumlah operator menjadi tiga harus diawasi dengan cermat. “Untuk menjaga persaingan tetap sehat, Kominfo perlu melibatkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU),” ujar Sigit.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif ICT Institute, Heru Sutadi, menyoroti risiko Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak dari merger XL dan Smartfren. “Menkominfo harus memastikan PHK adalah pilihan terakhir dari proses ini. Jika terjadi PHK, maka karyawan harus mendapatkan golden handshake dan perlakuan yang adil,” tegasnya.

Artikel Terkait:
  • Indonesia Diminta Tegas Pertahankan QRIS dari Tekanan Asing
  • Pembayaran QRIS Bebas PPN, Pemerintah Beri Kepastian
  • Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS
  • BYD Siap Memperluas Produksi Kendaraan Listrik di Vietnam bukan Indonesia?

Heru juga menekankan pentingnya roadmap yang jelas pasca-merger untuk menjaga stabilitas industri dan memperhatikan nasib karyawan. “Nilai konsolidasi merger ini sangat besar, mencapai Rp104 triliun. Jika roadmap perusahaan tidak jelas dan karyawan dirugikan, sebaiknya pemerintah menunda persetujuan merger ini,” ungkapnya.

Merger XL Axiata dan Smartfren diyakini akan memperkuat posisi keduanya di pasar telekomunikasi Indonesia, namun tetap membutuhkan pengawasan agar proses ini tidak mengorbankan konsumen maupun pekerja. Dengan semakin merampingnya jumlah operator, diharapkan industri telekomunikasi bisa lebih efisien dan berkontribusi positif pada perkembangan ekonomi digital di Indonesia.

Jangan Lewatkan:
  • BI Prakirakan Ekonomi Nasional Menguat pada Semester II 2025
  • Prabowo Resmikan Industri Baterai Listrik Terintegrasi Nasional
  • Lewat Diaspora Loan, BNI Dorong UKM Indonesia Go Global
  • Laba Freeport Rp67 T, Setoran Negara Dinilai Janggal
Merger Industri Smartfren Telekomunikasi Telkom Xl Axiata
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleOJK Tegaskan Investasi Saham Bukan Judi, Ini Alasannya
Next Article 99,5 Persen Pelanggan PLN Dibebaskan dari PPN Listrik

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Lansia dan Buta Boleh Tidak Melaksanakan Sholat Jumat?

Islami Ericka

Hati-Hati dengan Doa Keburukan

Islami Udex Mundzir

Abolisi Tak Sama Dengan Keadilan

Editorial Udex Mundzir

Tren Fashion Terbaru 2026

Perspektif Alfi Salamah

Empat Kunci Hidup Tenang dalam Islam

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi