Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 22 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Dedolarisasi: Negara-Negara Asia Mengurangi Ketergantungan Dolar AS

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, sebetulnya fenomena ini bukan hanya didasari dari negara-negara berbagai kawasan, termasuk di Asia yang ingin 'membuang' dolar AS sebagai alat transaksi lintas batas.
Dexpert CorpDexpert Corp11 Mei 2023 Ekonomi
dolar as
(Okezone.com/Freepik)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Saat ini, dedolarisasi sedang menjadi topik pembicaraan global yang sering dibahas di berbagai belahan dunia. Beberapa negara telah mulai berkolaborasi untuk mengurangi ketergantungan mereka pada mata uang dolar dalam perdagangan internasional.

Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menjelaskan, sebetulnya fenomena ini bukan hanya didasari dari negara-negara berbagai kawasan, termasuk di Asia yang ingin ‘membuang’ dolar AS sebagai alat transaksi lintas batas.

Kondisi itu kata dia tak terlepas dari penjelasan yang disodorkan dalam teori Triffin Dilema. Teori ini dicetuskan sekitar 1960-an oleh ekonom Belgia-Amerika Serikat Robert Triffin.

Baca Juga:
  • Pemerintah Salurkan BSU Periode Juni-Juli untuk 17,3 Juta Pekerja
  • Google Tampilkan Rupiah Rp8.170 per Dolar AS, Bank Indonesia Bantah
  • Harga Emas Dunia Terkoreksi Usai Sentuh Rekor Tertinggi
  • UMP DKI Jakarta Naik 6,5 Persen Jadi Rp5,396 Juta

“Ini ada satu teori, Triffin Dilemma namanya, kalau negara yang menjadi anchor atau reserve currency dia harus bersedia terus menerus kecenderungannya CAD nya defisit,” kata Sumual dalam acara Kajian Stabilitas Keuangan Nomor 40 di Jakarta, Rabu (10/5/2023)

“Apakah ini terus menerus sampai nanti negara ini kolaps, atau ini perubahannya secara gradual terjadi. Jadi kelihatannya AS menyadari juga bahwa dia ada satu risiko juga yang akan dihadapi ke depannya,” ucapnya.

Kendati begitu, Sumual menekankan bahwa sebenarnya fenomena dedolarisasi bukanlah barang baru, meski baru-baru ini kembali ramai.

“Dedolarisasi jadi sejak 1999 Eropa juga melakukan hal itu dan ini secara global kita tahu ini ceritanya panjang kalah kita bicara ini. Yang jelas kawasan ASEAN, Asia, menggencarkannya saat ini,” tuturnya.

Artikel Terkait:
  • Usai Alfamart Tutup 400 Gerai, Pemerintah Godok Insentif Ritel
  • Jokowi Lepas Tangan Soal Kenaikan PPN 12 Persen
  • Beasiswa Kemenkeu Dibatalkan, Efisiensi Anggaran Jadi Prioritas
  • Prabowo Targetkan Pertumbuhan 8%, Sri Mulyani Beberkan Strategi

Indonesia juga menjadi salah satu negara yang gencar mulai melakukan dedolarisasi. Bank Indonesia kaya David telah menjalin kerja sama memanfaatkan mekanisme local currency settlemen (LCS) dengan negara-negara lain seperti Jepan, China, Korea Selatan, hingga Laos.

Kendati begitu, David menilai, upaya dedolarisasi tersebut masih jauh untuk bisa menggantikan posisi dolar AS sebagai inatrumen transaksi. Sebab, dari total ekspor Indonesia yang hampir US$ 200 miliar, perdagangan tanpa dolar baru sekitar US$ 1,6 miliar.

“Ini saja baru 3 bulan yang terkait LCS baru US$ 1,6 miliar data BI, tapi memang meningkat karena sosialisanya gradual sekali, dan memang banyak pengusaha itu yang masih lihat risko juga dan lain-lain,” kata Sumual.

Jangan Lewatkan:
  • Bahlil: Pengecer LPG 3 Kg Kini Berstatus Sub-Pangkalan
  • Konflik Timur Tengah Mereda, IHSG Naik ke 6.900
  • Wacana Zakat Biayai Program MBG, DPR: Tetap Utamakan APBN
  • Airlangga Bantah AS Singgung Barang Bajakan Mangga Dua

AS Dedolarisasi Dolar Rupiah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKPPU Ungkap Tagihan Rafaksi Minyak Goreng Rp 1,1 Triliun
Next Article Kuota Calon Jamaah Haji Batam Bertambah 27 Slot

Informasi lainnya

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

19 Mei 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026
Paling Sering Dibaca

Rebung Lebih Sehat dari Dugaan

Food Lisda Lisdiawati

Growth Mindset

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Narasi Dizalimi, Strategi Politik

Editorial Udex Mundzir

Manfaat Ramadhan

Islami Syamril Al-Bugisyi

Hindari Jebakan Kehidupan

Gagasan Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Daerah
Alfi Salamah19 Juli 2026

Kemarau Ubah Situ Gede Tasikmalaya Jadi Hamparan Rumput Hijau

Bahaya Tidur Terlalu Lama untuk Kesehatan Tubuh

Pulau Natal Pernah Luput dari Republik Indonesia, Kini Milik Australia

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Bukan Kutukan, Ini Penyebab Mata Kedutan Menurut Medis

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Buku Anak Islami Murah Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi