Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 2 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jutaan Kelas Menengah Indonesia Turun Kasta

Penurunan kelas menengah memberikan dampak besar pada perekonomian nasional dan daya beli masyarakat.
AssyifaAssyifa14 Desember 2024 Ekonomi
Penurunan kelas menengah Indonesia
Jutaan anggota kelas menengah Indonesia mengalami penurunan status sosial.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Jumlah kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), jumlahnya turun dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 48,27 juta orang pada 2023, atau turun sekitar 18,8 persen. Penurunan sebesar 9,06 juta jiwa ini mencerminkan tantangan besar bagi perekonomian Indonesia.

Penurunan jumlah kelas menengah ini juga berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat. Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Zamroni Salim, menyebut bahwa terbatasnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu penyebab utama.

“Penurunan kelas menengah berkaitan dengan terbatasnya lapangan pekerjaan, yang kemudian memengaruhi pertumbuhan produksi,” ujarnya pada Sabtu (14/12/2024) sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia.

Standar kemiskinan Indonesia juga menjadi perhatian. Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan pada pengeluaran Rp877.629 per bulan, sementara Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan angka lebih rendah, yakni di bawah Rp600 ribu. Perbedaan ini mengindikasikan tantangan dalam pengelompokan sosial dan politis masyarakat.

Baca Juga:
  • Lewat Diaspora Loan, BNI Dorong UKM Indonesia Go Global
  • Bapanas Dorong Penggunaan Bibit Padi Unggul untuk Swasembada Pangan
  • Kekhawatiran Sri Mulyani Terhadap Tindakan Bank Dunia
  • Presiden Prabowo Pastikan BHR Ojol 2025, Besaran Ditentukan Aplikator

Selain itu, kelompok masyarakat rentan miskin meningkat dari 54,97 juta orang atau 20,56 persen pada 2019, menjadi 67,69 juta orang atau 24,23 persen pada 2024. Hal ini menunjukkan banyak golongan kelas menengah yang jatuh ke kelompok rentan miskin.

Menurut Andrinof Chaniago, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), penurunan kelas menengah ini tidak sepenuhnya dipicu pelemahan ekonomi, melainkan buruknya distribusi ekonomi. Andrinof menyebut sektor-sektor dengan profit tinggi seperti pertambangan tidak memberikan dampak ekonomi yang inklusif.

“Distribusinya buruk. Sektor seperti tambang hanya dikuasai oleh sedikit pihak, sementara jumlah pekerjanya pun terbatas,” jelas Andrinof.

Ia menambahkan bahwa sektor yang mampu menggerakkan ekonomi inklusif, seperti manufaktur, menghadapi tantangan besar. Biaya produksi tinggi dan pasar terbuka untuk produk luar negeri menjadi penghambat utama. Akibatnya, banyak pelaku usaha akhirnya memilih sektor ekstraktif seperti kelapa sawit, batu bara, dan nikel yang menawarkan margin tinggi.

Artikel Terkait:
  • BEI Targetkan Tambahan 10 Ribu Investor Syariah di 2025
  • Pesan Khusus Jokowi untuk Gubernur BI: Menaklukkan Era Ekonomi Digital
  • BI Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Era Prabowo Sentuh 5,7 Persen
  • Kids Festival ISEF 2024, Tanamkan Ekonomi Syariah sejak Dini

“Dengan risiko rendah dan margin tinggi, sektor ekstraktif menjadi pilihan utama dibandingkan industri manufaktur,” tuturnya.

Penurunan kelas menengah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah perlu memperbaiki distribusi ekonomi, meningkatkan investasi pada sektor inklusif, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja agar kelompok ini dapat kembali tumbuh.

Jangan Lewatkan:
  • Kendalikan Inflasi, Disperindag Kabupaten Mojokerto Gencar Operasi Pasar, Ringankan Beban Masyarakat
  • Ekspor Indonesia Naik 6,65 Persen, Sawit Jadi Penopang Utama
  • UMP Jakarta 2025 Naik Rp 329.380, UMSP Masih Tertunda
  • Laporan Investigasi: eFishery Diduga Palsukan Data Keuangan
BRIN Distribusi Ekonomi Ekonomi Indonesia Kelas Menengah Lapangan Kerja
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat
Next Article Singapura Kalahkan Timor Leste 3-0 di ASEAN Cup 2024

Informasi lainnya

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

28 Oktober 2026

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Pajak Dibayar, Kuliah Tetap Mahal

6 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026
Paling Sering Dibaca

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa

XL dan Smartfren Merger, Bagaimana ‘Nasib’ Pelanggan?

Techno Silva

Pemerintahan Indonesia Masih Menggunakan Manajemen Penjajah

Editorial Udex Mundzir

Regulasi Pers Tanpa Arah

Editorial Udex Mundzir

Rp8.100 per Dolar: Berkah atau Bencana?

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Pendidikan
Adit Musthofa22 Oktober 2026

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Dipersoalkan di MK

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi