Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

36 Juta Warga Jabar Gunakan Handphone, Pers Ditantang Jaga Kredibilitas

Ratusan Lembaga di Indonesia, tapi Tak Ada Satupun yang Bisa Menjawab Tuntas Soal Ijazah Gibran

Demokrasi yang Mahal untuk Sekadar Mencari Kepastian

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 27 Juni 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Jutaan Kelas Menengah Indonesia Turun Kasta

Penurunan kelas menengah memberikan dampak besar pada perekonomian nasional dan daya beli masyarakat.
AssyifaAssyifa14 Desember 2024 Ekonomi
Penurunan kelas menengah Indonesia
Jutaan anggota kelas menengah Indonesia mengalami penurunan status sosial.
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Jumlah kelas menengah di Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), jumlahnya turun dari 57,33 juta orang pada 2019 menjadi 48,27 juta orang pada 2023, atau turun sekitar 18,8 persen. Penurunan sebesar 9,06 juta jiwa ini mencerminkan tantangan besar bagi perekonomian Indonesia.

Penurunan jumlah kelas menengah ini juga berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat. Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan BRIN, Zamroni Salim, menyebut bahwa terbatasnya lapangan pekerjaan menjadi salah satu penyebab utama.

“Penurunan kelas menengah berkaitan dengan terbatasnya lapangan pekerjaan, yang kemudian memengaruhi pertumbuhan produksi,” ujarnya pada Sabtu (14/12/2024) sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia.

Standar kemiskinan Indonesia juga menjadi perhatian. Bank Dunia menetapkan garis kemiskinan pada pengeluaran Rp877.629 per bulan, sementara Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan angka lebih rendah, yakni di bawah Rp600 ribu. Perbedaan ini mengindikasikan tantangan dalam pengelompokan sosial dan politis masyarakat.

Baca Juga:
  • Prabowo Tegaskan Indonesia Bebas Impor Beras Tahun 2025
  • Danantara Diapresiasi Haji Isam, Disebut Mesin Ekonomi Baru
  • Sri Mulyani Siapkan Rp185 T untuk Pertahanan di RAPBN 2026
  • ASEAN Menguatkan Konektivitas Pembayaran Regional dan Dedolarisasi

Selain itu, kelompok masyarakat rentan miskin meningkat dari 54,97 juta orang atau 20,56 persen pada 2019, menjadi 67,69 juta orang atau 24,23 persen pada 2024. Hal ini menunjukkan banyak golongan kelas menengah yang jatuh ke kelompok rentan miskin.

Menurut Andrinof Chaniago, mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), penurunan kelas menengah ini tidak sepenuhnya dipicu pelemahan ekonomi, melainkan buruknya distribusi ekonomi. Andrinof menyebut sektor-sektor dengan profit tinggi seperti pertambangan tidak memberikan dampak ekonomi yang inklusif.

“Distribusinya buruk. Sektor seperti tambang hanya dikuasai oleh sedikit pihak, sementara jumlah pekerjanya pun terbatas,” jelas Andrinof.

Ia menambahkan bahwa sektor yang mampu menggerakkan ekonomi inklusif, seperti manufaktur, menghadapi tantangan besar. Biaya produksi tinggi dan pasar terbuka untuk produk luar negeri menjadi penghambat utama. Akibatnya, banyak pelaku usaha akhirnya memilih sektor ekstraktif seperti kelapa sawit, batu bara, dan nikel yang menawarkan margin tinggi.

Artikel Terkait:
  • Penghapusan Kuota Impor: Antara Efisiensi dan Ancaman bagi Petani
  • Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga
  • ‘No Buy Challenge 2025’: Gerakan Minimalisme di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
  • Libur Panjang Mei, 603 Ribu Tiket Kereta Terjual

“Dengan risiko rendah dan margin tinggi, sektor ekstraktif menjadi pilihan utama dibandingkan industri manufaktur,” tuturnya.

Penurunan kelas menengah ini menjadi sinyal bahwa pemerintah perlu memperbaiki distribusi ekonomi, meningkatkan investasi pada sektor inklusif, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja agar kelompok ini dapat kembali tumbuh.

Jangan Lewatkan:
  • Kemendes Tegaskan Dana Desa Bisa Dipakai untuk Digitalisasi
  • DPR Soroti Kepailitan Sritex: Tragedi Nasional
  • Prabowo Pangkas Anggaran MBG Jadi Rp10.000
  • BI Tegaskan Peran Strategis Policy Mix dalam Forum G20
BRIN Distribusi Ekonomi Ekonomi Indonesia Kelas Menengah Lapangan Kerja
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous Article10 Juta Keluarga Indonesia Tak Punya Rumah, Backlog Meningkat
Next Article Singapura Kalahkan Timor Leste 3-0 di ASEAN Cup 2024

Informasi lainnya

BEM UI Turun ke Bundaran HI, Soroti Ekonomi dan APBN

12 Juni 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026
Paling Sering Dibaca

Satria-1 Satelit Indonesia Sukses Terbang dari Landasan SpaceX

Techno Alfi Salamah

Modus Baru Penipuan Video Call Gunakan Wajah Baim Wong

Techno Silva

Koneksi dengan Allah Harus Lebih Kuat

Islami Assyifa

Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal

Editorial Udex Mundzir

Makanan Sehat untuk Sahur dan Berbuka Puasa

Food Assyifa
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

Gelombang PHK Global 2025: Amazon hingga Nestlé Pangkas Ribuan Pekerja

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi