Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Xiaomi Smart Camera C400

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 24 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun

Penurunan harga beras membuat nilai ekonomi zakat fitrah Ramadan 2026 diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati14 Maret 2026 Ekonomi
Potensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun
Ilustrasi Zakat fitrah (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Zakat fitrah yang setiap Ramadan menjadi simbol kepedulian sosial umat Islam diperkirakan tetap bernilai besar pada 2026. Namun, seperti ombak yang surut setelah pasang, nilai ekonominya diproyeksikan sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya karena turunnya harga beras di pasaran.

Lembaga riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memperkirakan potensi zakat fitrah nasional pada Ramadan 2026 berada pada kisaran 480,1 hingga 541,4 ribu ton beras. Jika dikonversi ke nilai uang, jumlah tersebut setara sekitar Rp6,4 triliun hingga Rp7,1 triliun. Estimasi ini didasarkan pada perkiraan jumlah muzakki yang mencapai 192,0 hingga 216,6 juta jiwa atau sekitar 80 – 90 persen dari total populasi Muslim di Indonesia.

Peneliti IDEAS, Tira Mutiara, menjelaskan bahwa secara volume, potensi zakat fitrah sebenarnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut dipicu oleh bertambahnya jumlah masyarakat yang menunaikan kewajiban zakat.

“Secara volume zakat fitrah meningkat karena jumlah muzakki bertambah. Namun jika dikonversi ke nilai rupiah, potensinya justru menurun sekitar 5,5 – 6,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Tira di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa perhitungan nilai zakat fitrah dalam simulasi IDEAS didasarkan pada jumlah potensi beras zakat fitrah yang kemudian dikalikan dengan rata-rata harga beras yang biasa dikonsumsi rumah tangga. Perhitungan tersebut juga mempertimbangkan variasi konsumsi berdasarkan kelompok pengeluaran masyarakat dan wilayah kabupaten atau kota.

Penurunan nilai ekonomi zakat fitrah pada 2026 terutama dipengaruhi oleh dua faktor utama. Pertama adalah tren penurunan harga beras yang sebelumnya sempat melonjak tinggi. Jika beberapa waktu lalu harga beras sempat menyentuh kisaran Rp16 ribu per kilogram, kini rata-rata harga berada di sekitar Rp15 ribu per kilogram.

Baca Juga:
  • BI Targetkan QRIS Bisa Digunakan Jemaah Haji di Arab Saudi
  • Pesan Khusus Jokowi untuk Gubernur BI: Menaklukkan Era Ekonomi Digital
  • Bank Jatim Mojokerto Maknai Ramadan dengan Silaturahmi
  • Konflik Timur Tengah Mereda, IHSG Naik ke 6.900

Selain itu, terdapat kecenderungan perubahan pola konsumsi masyarakat yang mulai beralih dari beras premium ke beras dengan harga yang lebih terjangkau. Pergeseran ini dianggap sebagai bentuk penyesuaian rumah tangga dalam menghadapi tekanan daya beli yang terjadi setelah kenaikan harga pangan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Tira, penurunan nilai zakat fitrah paling terasa pada kelompok muzakki kelas menengah ke atas. Pada 2025, kontribusi kelompok ini diperkirakan mencapai sekitar Rp3,8 triliun, namun pada 2026 turun menjadi sekitar Rp3,5 triliun atau berkurang sekitar 8,9 persen.

“Kondisi ini menunjukkan tekanan ekonomi tidak hanya dirasakan kelompok miskin dan rentan, tetapi juga mulai dirasakan kelas menengah. Ruang fiskal mereka semakin terbatas, termasuk dalam memenuhi kewajiban sosial-keagamaan seperti zakat fitrah,” kata Tira.

Tekanan terhadap kelas menengah juga tercermin dari data komposisi kelompok ekonomi di Indonesia. Pada 2025, jumlah kelas menengah tercatat sekitar 46,6 juta orang atau sekitar 16,6 persen dari total penduduk, berkurang sekitar 1,1 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Mandiri Saving Index per 24 Januari 2026 menunjukkan indeks tabungan kelas menengah menurun menjadi 100,7 dari sebelumnya 101,2 pada Desember 2025.

Artikel Terkait:
  • PKS Ingatkan Dampak PHK Massal: Ekonomi Bisa Lesu
  • Awal 2025, Tekanan Inflasi Diperkirakan Mengancam Dompet
  • Friderica Widyasari Pimpin OJK, Pasar Dinilai Stabil
  • Diversifikasi Ekspor: Indonesia Bidik Pasar Uni Eropa dan BRICS

Meski nilai ekonominya diproyeksikan menurun, zakat fitrah tetap memiliki peran penting sebagai penopang konsumsi pangan masyarakat miskin dan rentan. Setiap individu Muslim wajib menunaikan zakat fitrah sebesar sekitar 2,5 kilogram bahan makanan pokok, yang umumnya berupa beras.

Dalam simulasi IDEAS, penerima zakat fitrah diperkirakan berasal dari kelompok Muslim pada desil pengeluaran terendah atau sekitar 24,1 juta orang. Jika seluruh potensi zakat fitrah dalam bentuk beras tersalurkan, konsumsi beras per kapita kelompok ini berpotensi meningkat signifikan selama Ramadan.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, distribusi zakat fitrah juga diyakini mampu menggerakkan perputaran ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Bantuan tersebut memberi tambahan daya beli bagi kelompok rentan sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi banyak rumah tangga.

Pada akhirnya, meskipun nilainya diproyeksikan sedikit menurun, zakat fitrah tetap menjadi instrumen sosial yang penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan solidaritas di masyarakat selama bulan suci Ramadan.

Jangan Lewatkan:
  • Tupperware Tutup Operasi di Indonesia Setelah 33 Tahun
  • Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali
  • Pertumbuhan Ekonomi Malaysia Melebihi Ekspektasi di Kuartal I 2023
  • Investasi Peternakan Sapi di NTT Libatkan Investor Brasil

Ekonomi Ramadan Harga Beras IDEAS Indonesia Muzakki Zakat Fitrah
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleESDM Siapkan Konversi PLTD ke PLTS di Daerah 3T
Next Article BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April

Informasi lainnya

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026

Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Membatasi Medsos, Mendidik Generasi

Editorial Lisda Lisdiawati

Sensasi Tak Terlupakan Menginap Bersama Keluarga di Mercure & Ibis Samarinda

Travel Alwi Ahmad

Sekolah Jam 6, Jam Malam Jam 9

Editorial Udex Mundzir

Bukan Vasektomi Solusinya

Editorial Udex Mundzir

Satria-1 Satelit Indonesia Sukses Terbang dari Landasan SpaceX

Techno Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

5 E-Commerce Dominasi Pasar Usai Bukalapak Tutup Layanan

Kemenag Luncurkan Pelatihan Kurikulum Cinta via MOOC

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi