Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

Ironi LCC Kalbar: Jawaban Sama, Nilai Beda

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Jumat, 15 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April

BMKG menjelaskan prediksi suhu diatas normal di Indonesia bukan berarti gelombang panas ekstrem seperti ramai diberitakan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati14 Maret 2026 Lingkungan
BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April
Ilustrasi Panas ekstrem (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Isu gelombang panas yang disebut-sebut akan menyengat Indonesia pada April mendatang memicu perhatian publik. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai informasi tersebut perlu dipahami dengan hati-hati karena kondisi yang diprediksi sebenarnya lebih merujuk pada peningkatan suhu musiman, bukan fenomena heatwave ekstrem.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa laporan yang beredar berasal dari proyeksi musim untuk periode Maret–April–Mei 2026. Dalam proyeksi tersebut, sebagian wilayah Asia Tenggara diperkirakan mengalami suhu di atas rata-rata normal, termasuk wilayah Indonesia. Informasi ini merujuk pada outlook musim yang dikeluarkan oleh Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC).

“Yang disampaikan ASMC adalah outlook musim periode Maret–April–Mei, yakni bagaimana karakter temperatur musim tersebut yang cenderung berada di atas normal,” ujar Ardhasena pada Jumat (13/3/2026).

Ia menegaskan bahwa kondisi suhu di atas normal tidak sama dengan gelombang panas. Fenomena heatwave memiliki karakteristik waktu yang relatif singkat dan biasanya berlangsung maksimal sekitar dua minggu. Sementara proyeksi musim yang dimaksud menggambarkan tren suhu selama periode tiga bulan, bukan kejadian ekstrem jangka pendek.

Baca Juga:
  • Gen Z, Pilar Baru Gerakan Lingkungan Global
  • Penajam: Desa-Desa Masuk IKN, Butuh Solusi Adil
  • Seno Aji Kecam Penambang Nakal di Kaltim
  • Bima Arya Curhat Kemacetan Bogor pada Heru Budi di Balai Kota DKI

Sebelumnya, sejumlah laporan media internasional menyebut Asia Tenggara berpotensi dilanda gelombang panas mulai April. Prediksi tersebut mengutip prakiraan terbaru dari ASMC yang menyatakan suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara berpotensi berada di atas nilai rata-rata selama periode Maret hingga Mei 2026.

Dalam proyeksi tersebut, kemungkinan suhu di atas normal diperkirakan mencapai 80 hingga 100 persen di wilayah Indonesia dan Malaysia. Kondisi panas diperkirakan mulai terasa di kedua negara itu sebelum meluas ke beberapa wilayah lain di Asia Tenggara dalam beberapa bulan berikutnya. Selain Indonesia dan Malaysia, kawasan Thailand serta Vietnam bagian utara juga diprediksi mengalami kondisi serupa.

Meski demikian, tidak semua wilayah diperkirakan mengalami peningkatan suhu signifikan. Beberapa area seperti Vietnam bagian tenggara, Kamboja, serta sejumlah wilayah di Filipina diprediksi memiliki suhu yang relatif mendekati kondisi normal.

BMKG juga mengingatkan bahwa istilah gelombang panas memiliki definisi khusus dalam ilmu meteorologi. Berdasarkan penjelasan sebelumnya dari pejabat BMKG, suatu wilayah baru dapat dikategorikan mengalami heatwave apabila suhu maksimum harian meningkat setidaknya 5 derajat Celsius di atas rata-rata dan berlangsung selama lima hari berturut-turut.

Artikel Terkait:
  • BPBD DKI Umumkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Jakarta 5-9 Mei 2023
  • Indonesia-Gold Standard Akui Sertifikat Karbon Secara Timbal Balik
  • Menteri LH Percepat Daur Ulang untuk Atasi Sampah Plastik
  • Pemerintah Cabut 4 IUP Tambang Nikel di Raja Ampat

Selain itu, fenomena gelombang panas umumnya lebih sering terjadi di wilayah lintang menengah hingga lintang tinggi yang memiliki daratan luas, seperti kawasan kontinental atau sub-kontinental. Kondisi geografis Indonesia yang didominasi perairan membuat kejadian heatwave ekstrem relatif jarang terjadi.

Meski begitu, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap peningkatan suhu udara dalam beberapa bulan ke depan. Perubahan suhu musiman dapat berdampak pada kenyamanan aktivitas masyarakat, kesehatan, serta potensi meningkatnya risiko kekeringan di beberapa wilayah.

Dengan penjelasan tersebut, BMKG berharap masyarakat tidak salah menafsirkan informasi mengenai prediksi cuaca dan iklim. Peningkatan suhu di atas normal memang mungkin terjadi, tetapi belum tentu berarti Indonesia akan mengalami gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di beberapa negara lain.

Jangan Lewatkan:
  • Indonesia Miliki Potensi 59 GW PLTS dari Lahan Bekas Tambang
  • Ile Lewotolok Erupsi Ratusan Kali, Lava Menjalar 100 Meter
  • Menteri ESDM Hentikan Tambang Nikel di Raja Ampat Milik Antam
  • 157 Paus Terdampar di Tasmania, Separuh Ditemukan Mati
BMKG Cuaca Ekstrem Asia Tenggara Gelombang Panas Indonesia Perubahan Iklim Prakiraan Suhu 2026
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePotensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun
Next Article KA Serayu Kini Berhenti di Stasiun Rajapolah

Informasi lainnya

Laut Selatan Pangandaran Bergetar, BMKG Rilis Data Gempa

6 Mei 2026

Tembok Hijau Tiongkok Ubah Gurun Jadi Penyerap Karbon

3 Mei 2026

Sejarah Hari Bumi, Dari Krisis Lingkungan ke Aksi Dunia

22 April 2026

Taman Pompeii Ungkap Jejak Parfum Kuno

18 April 2026

DKI Amankan 6,98 Ton Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Hari Ini

17 April 2026

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

15 April 2026
Paling Sering Dibaca

Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah

Opini Udex Mundzir

Tifanil Oktafira, Dedikasikan Ilmu untuk Umat

Profil Silva

Lebih Berat dari Zina, Inilah Beberapa Larangan Keras Berghibah!

Islami Alfi Salamah

Rupiah Terjun Bebas, Ekonomi ke Mana?

Editorial Udex Mundzir

Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Ekonomi
Lisda Lisdiawati8 Desember 2025

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Kepala BGN Diganti, Program MBG Diminta Tetap Berjalan

Waktu Pencernaan Makanan, Kenali Sebelum Mengatur Pola Makan

Sidang Isbat Iduladha Digelar pada 17 Mei 2026

Waspada Makan Berlebih Saat Lebaran, Ini Risikonya

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Alat Tulis Sekolah Murah Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi