Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Gen Z Mulai Bosan dengan Aplikasi Kencan

Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Polda

Robot Masuk Rumah, Siap Berbagi Ruang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 24 Agustus 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April

BMKG menjelaskan prediksi suhu diatas normal di Indonesia bukan berarti gelombang panas ekstrem seperti ramai diberitakan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati14 Maret 2026 Lingkungan
BMKG Tanggapi Isu Gelombang Panas Indonesia April
Ilustrasi Panas ekstrem (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Isu gelombang panas yang disebut-sebut akan menyengat Indonesia pada April mendatang memicu perhatian publik. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai informasi tersebut perlu dipahami dengan hati-hati karena kondisi yang diprediksi sebenarnya lebih merujuk pada peningkatan suhu musiman, bukan fenomena heatwave ekstrem.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa laporan yang beredar berasal dari proyeksi musim untuk periode Maret–April–Mei 2026. Dalam proyeksi tersebut, sebagian wilayah Asia Tenggara diperkirakan mengalami suhu di atas rata-rata normal, termasuk wilayah Indonesia. Informasi ini merujuk pada outlook musim yang dikeluarkan oleh Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC).

“Yang disampaikan ASMC adalah outlook musim periode Maret–April–Mei, yakni bagaimana karakter temperatur musim tersebut yang cenderung berada di atas normal,” ujar Ardhasena pada Jumat (13/3/2026).

Ia menegaskan bahwa kondisi suhu di atas normal tidak sama dengan gelombang panas. Fenomena heatwave memiliki karakteristik waktu yang relatif singkat dan biasanya berlangsung maksimal sekitar dua minggu. Sementara proyeksi musim yang dimaksud menggambarkan tren suhu selama periode tiga bulan, bukan kejadian ekstrem jangka pendek.

Baca Juga:
  • Supermoon Akhir Mei Diprediksi Picu Rob di Pesisir Utara Jawa
  • Banjir 3 Meter di Pancoran, Anak-anak Nekat Bermain Air
  • Mahasiswa Geruduk Gedung Dewan, Tuntut Tambang Ilegal Ditutup
  • WWF gandeng 100 perusahaan jaga ekosistem laut

Sebelumnya, sejumlah laporan media internasional menyebut Asia Tenggara berpotensi dilanda gelombang panas mulai April. Prediksi tersebut mengutip prakiraan terbaru dari ASMC yang menyatakan suhu di sebagian besar wilayah maritim dan daratan Asia Tenggara berpotensi berada di atas nilai rata-rata selama periode Maret hingga Mei 2026.

Dalam proyeksi tersebut, kemungkinan suhu di atas normal diperkirakan mencapai 80 hingga 100 persen di wilayah Indonesia dan Malaysia. Kondisi panas diperkirakan mulai terasa di kedua negara itu sebelum meluas ke beberapa wilayah lain di Asia Tenggara dalam beberapa bulan berikutnya. Selain Indonesia dan Malaysia, kawasan Thailand serta Vietnam bagian utara juga diprediksi mengalami kondisi serupa.

Meski demikian, tidak semua wilayah diperkirakan mengalami peningkatan suhu signifikan. Beberapa area seperti Vietnam bagian tenggara, Kamboja, serta sejumlah wilayah di Filipina diprediksi memiliki suhu yang relatif mendekati kondisi normal.

BMKG juga mengingatkan bahwa istilah gelombang panas memiliki definisi khusus dalam ilmu meteorologi. Berdasarkan penjelasan sebelumnya dari pejabat BMKG, suatu wilayah baru dapat dikategorikan mengalami heatwave apabila suhu maksimum harian meningkat setidaknya 5 derajat Celsius di atas rata-rata dan berlangsung selama lima hari berturut-turut.

Artikel Terkait:
  • Gubernur DKI Tuntut Pembatalan Izin Usaha Pemilik Truk Tinja, Didenda Rp 5 Juta
  • Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli
  • Rafflesia Hasseltii Bermekaran, Mitos Kelangkaan Buyar
  • Pertamina Perluas Produksi Bioavtur Jelantah di Dua Kilang

Selain itu, fenomena gelombang panas umumnya lebih sering terjadi di wilayah lintang menengah hingga lintang tinggi yang memiliki daratan luas, seperti kawasan kontinental atau sub-kontinental. Kondisi geografis Indonesia yang didominasi perairan membuat kejadian heatwave ekstrem relatif jarang terjadi.

Meski begitu, BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap peningkatan suhu udara dalam beberapa bulan ke depan. Perubahan suhu musiman dapat berdampak pada kenyamanan aktivitas masyarakat, kesehatan, serta potensi meningkatnya risiko kekeringan di beberapa wilayah.

Dengan penjelasan tersebut, BMKG berharap masyarakat tidak salah menafsirkan informasi mengenai prediksi cuaca dan iklim. Peningkatan suhu di atas normal memang mungkin terjadi, tetapi belum tentu berarti Indonesia akan mengalami gelombang panas ekstrem seperti yang terjadi di beberapa negara lain.

Jangan Lewatkan:
  • Galunggung Dilirik UNESCO, Warga Didorong Jadi Penjaga Alam
  • Plt Bupati Sidoarjo Tinjau Penanganan Banjir
  • Menghindari Pelanggaran dan Mencegah Viralitas: Kapolda Metro Jaya Mengingatkan Jajarannya untuk Disiplin
  • Warga Papua Tolak Tambang Nikel, Menpar Dukung Lindungi Raja Ampat
BMKG Cuaca Ekstrem Asia Tenggara Gelombang Panas Indonesia Perubahan Iklim Prakiraan Suhu 2026
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePotensi Zakat Fitrah 2026 Diproyeksi Rp7,1 Triliun
Next Article KA Serayu Kini Berhenti di Stasiun Rajapolah

Informasi lainnya

Kalimantan Diselimuti Asap, Ribuan Warga Kena ISPA

21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

21 Agustus 2026

Gempa M7,7 Flores Tewaskan 38 Orang, Tsunami 94 Cm

15 Agustus 2026

Mengapa Sungai Indonesia Cepat Kotor? Ini Penjelasan Ahli

12 Juli 2026

Mengapa Burung di Kota Semakin Jarang Terlihat?

10 Juli 2026

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

6 Juli 2026
Paling Sering Dibaca

Jangan Lempar Beban ke Rakyat

Editorial Udex Mundzir

Dari Memalukan ke Menakutkan

Editorial Udex Mundzir

Revisi Dam: Ibadah atau Administrasi?

Editorial Udex Mundzir

Menebus Dosa Ghibah Menurut Islam

Islami Ericka

Valentina Vassilyeva: Ibu dengan Anak Terbanyak dalam Sejarah

Biografi Silva
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Presiden Prabowo Izinkan Ekspor Beras ke Malaysia

Ujian Tatap Muka UT di Tasikmalaya Berjalan Tertib dan Ketat

Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa Resmi Kembali di SMA Mulai 2025

Lari Rutin Tapi Berat Badan Naik? Ini Penyebabnya!

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi