Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 18 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PKS dan Strategi Politik yang Memukul Balik

Udex MundzirUdex Mundzir28 November 2024 Editorial
Dukungan PKS kepada Ridwan Kamil (.inet)
Dukungan PKS kepada Ridwan Kamil (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Keputusan politik selalu membawa konsekuensi, tetapi langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam dinamika politik 2024 ini menjadi sorotan tajam. Dukungan kepada Ridwan Kamil (RK) di DKI Jakarta justru dianggap melemahkan posisi partai di basis tradisionalnya, Jawa Barat, yang kini berpotensi dikuasai oleh Dedi Mulyadi.

Langkah PKS untuk mengusung RK di Jakarta, menurut banyak pengamat, membuka celah besar bagi lawan politik mereka. Dengan elektabilitas RK yang tinggi di Jawa Barat, keputusan ini seperti “menyingkirkan penghalang” bagi Dedi Mulyadi untuk mendominasi. Sebuah langkah yang di atas kertas terlihat strategis, justru terkesan sebagai blunder politik.

Keputusan ini menjadi lebih kontroversial ketika PKS memilih tetap bertahan di Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus), meski hal tersebut bertentangan dengan dukungan awal mereka terhadap Anies Baswedan. Posisi ini memicu pertanyaan, apakah keputusan tersebut murni untuk kepentingan politik jangka panjang, atau hanya demi posisi tertentu di pemerintahan mendatang.

Pada awalnya, prediksi kemenangan pasangan RK-Susilo di Jakarta terlihat kuat. Dengan elektabilitas yang tinggi dan potensi melawan calon independen yang dianggap lemah, peluang RK tampak cerah. Namun, perubahan peta politik setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memungkinkan PDI-P mencalonkan kandidat tanpa koalisi memaksa kalkulasi ulang.

Baca Juga:
  • PDIP Pecat Jokowi: Dinamika Baru
  • Rombak Kabinet, Reformasi Aparat
  • Menyingkap Tabir di Balik ‘Penyalahgunaan Wewenang’
  • e-KTP: Teknologi Tanpa Arah

Banyak kader internal PKS sebenarnya mendesak partai untuk menarik diri dari KIM Plus dan kembali mengusung Anies Baswedan bersama Sohibul Iman. Mereka menilai langkah ini lebih sesuai dengan prinsip perjuangan partai. Namun, PKS memilih jalan berbeda, memegang posisi mereka di koalisi dengan harapan mendapatkan keuntungan politik.

Hasilnya? Harapan tersebut kandas. PKS tidak mendapatkan posisi strategis di kabinet Prabowo-Gibran, gagal di DKI Jakarta, dan kehilangan pengaruh signifikan di Jawa Barat. Dominasi politik Dedi Mulyadi di provinsi tersebut kini menjadi ancaman nyata, membuat keputusan PKS terlihat seperti “gol bunuh diri.”

Tak pelak, kritik dari simpatisan hingga pengamat politik pun bermunculan. Komentar tajam dari warganet menggambarkan kekecewaan mereka terhadap langkah politik PKS. Akun @CakKhum, misalnya, menyindir, “Kasihan PKS, menteri tidak dapat, bergabung dengan partai pembegal Anies pun gagal jadi wagub. Akhirnya zonk!” Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung menyebut kekalahan PKS sebagai “hadiah terindah di penghujung tahun.”

Artikel Terkait:
  • Bukan Vasektomi Solusinya
  • Buruh Sejahtera, Pengusaha Tertekan
  • Koperasi Desa: Membangun atau Menguras?
  • Di Balik Kegelapan yang Diteriakkan

Secara strategis, langkah PKS untuk “mendekati kekuasaan” melalui KIM Plus justru berbalik menjadi pukulan yang menggerus kepercayaan basis pemilihnya. Sebuah pelajaran pahit tentang bagaimana kalkulasi politik yang tidak matang bisa membawa dampak destruktif.

Namun, semua belum terlambat. PKS harus segera melakukan evaluasi mendalam, tidak hanya soal strategi politik, tetapi juga tentang konsistensi nilai yang mereka tawarkan kepada publik. Tanpa itu, risiko kehilangan basis pendukung yang lebih luas di masa mendatang semakin besar.

Simpulannya, keputusan PKS dalam dinamika politik nasional 2024 seharusnya menjadi refleksi. Keberanian untuk kembali pada prinsip dan mendengar suara akar rumput adalah solusi paling realistis untuk memulihkan kepercayaan publik. Langkah pragmatis yang mengorbankan identitas jangka panjang, seperti yang baru-baru ini terjadi, hanya akan menjadi catatan kelam dalam sejarah perjalanan partai.

Jangan Lewatkan:
  • Indonesia dan Dua Periode Jokowi yang Memalukan
  • Bahlil Membuat Gaduh, Lalu Berlagak Penyelamat
  • IKN: Jawaban atas Pesimisme
  • Narasi Dizalimi, Strategi Politik
Pilkada Jabar 2024 Pilkada Jakarta 2024 Politik PKS Ridan Kamil
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHarga Tiket Pesawat Turun, Kado Manis Nataru dari Pemerintah
Next Article Refleksi Kemenangan dan Kekalahan dalam Pilkada 2024

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Ciri Orang Beriman: Sujud dan Ketundukan kepada Allah

Islami Assyifa

Mengapa Sandal dan Sepatu Harus Diparkir dengan Rapi?

Daily Tips Assyifa

Hoax Surat Pemanggilan Tes Pegawai BPJS Kesehatan, Ini Klarifikasi dari Munaqib

Kroscek Nugroho

Bersih-Bersih Kabinet Prabowo Dimulai

Editorial Udex Mundzir

Antara Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi