Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Lampu LED Terang Picu Kunang-Kunang Kian Menghilang

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Rabu, 8 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

PKS dan Strategi Politik yang Memukul Balik

Udex MundzirUdex Mundzir28 November 2024 Editorial
Dukungan PKS kepada Ridwan Kamil (.inet)
Dukungan PKS kepada Ridwan Kamil (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Keputusan politik selalu membawa konsekuensi, tetapi langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam dinamika politik 2024 ini menjadi sorotan tajam. Dukungan kepada Ridwan Kamil (RK) di DKI Jakarta justru dianggap melemahkan posisi partai di basis tradisionalnya, Jawa Barat, yang kini berpotensi dikuasai oleh Dedi Mulyadi.

Langkah PKS untuk mengusung RK di Jakarta, menurut banyak pengamat, membuka celah besar bagi lawan politik mereka. Dengan elektabilitas RK yang tinggi di Jawa Barat, keputusan ini seperti “menyingkirkan penghalang” bagi Dedi Mulyadi untuk mendominasi. Sebuah langkah yang di atas kertas terlihat strategis, justru terkesan sebagai blunder politik.

Keputusan ini menjadi lebih kontroversial ketika PKS memilih tetap bertahan di Koalisi Indonesia Maju Plus (KIM Plus), meski hal tersebut bertentangan dengan dukungan awal mereka terhadap Anies Baswedan. Posisi ini memicu pertanyaan, apakah keputusan tersebut murni untuk kepentingan politik jangka panjang, atau hanya demi posisi tertentu di pemerintahan mendatang.

Pada awalnya, prediksi kemenangan pasangan RK-Susilo di Jakarta terlihat kuat. Dengan elektabilitas yang tinggi dan potensi melawan calon independen yang dianggap lemah, peluang RK tampak cerah. Namun, perubahan peta politik setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memungkinkan PDI-P mencalonkan kandidat tanpa koalisi memaksa kalkulasi ulang.

Baca Juga:
  • Negeri Pungli dan Pajak Tinggi
  • War Ticket: Ilusi Akses Setara
  • Koperasi Rasa Franchise
  • Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Banyak kader internal PKS sebenarnya mendesak partai untuk menarik diri dari KIM Plus dan kembali mengusung Anies Baswedan bersama Sohibul Iman. Mereka menilai langkah ini lebih sesuai dengan prinsip perjuangan partai. Namun, PKS memilih jalan berbeda, memegang posisi mereka di koalisi dengan harapan mendapatkan keuntungan politik.

Hasilnya? Harapan tersebut kandas. PKS tidak mendapatkan posisi strategis di kabinet Prabowo-Gibran, gagal di DKI Jakarta, dan kehilangan pengaruh signifikan di Jawa Barat. Dominasi politik Dedi Mulyadi di provinsi tersebut kini menjadi ancaman nyata, membuat keputusan PKS terlihat seperti “gol bunuh diri.”

Tak pelak, kritik dari simpatisan hingga pengamat politik pun bermunculan. Komentar tajam dari warganet menggambarkan kekecewaan mereka terhadap langkah politik PKS. Akun @CakKhum, misalnya, menyindir, “Kasihan PKS, menteri tidak dapat, bergabung dengan partai pembegal Anies pun gagal jadi wagub. Akhirnya zonk!” Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung menyebut kekalahan PKS sebagai “hadiah terindah di penghujung tahun.”

Artikel Terkait:
  • UI di Puncak Ranking, Tercoreng Predator Tambang
  • Pilwalkot Samarinda 2024: Formalitas Saja
  • Stop Putar Lagu atau Musik Lokal Indonesia
  • Jangan Mencari Tumbal demi Kemenangan Pilkada di Sampang

Secara strategis, langkah PKS untuk “mendekati kekuasaan” melalui KIM Plus justru berbalik menjadi pukulan yang menggerus kepercayaan basis pemilihnya. Sebuah pelajaran pahit tentang bagaimana kalkulasi politik yang tidak matang bisa membawa dampak destruktif.

Namun, semua belum terlambat. PKS harus segera melakukan evaluasi mendalam, tidak hanya soal strategi politik, tetapi juga tentang konsistensi nilai yang mereka tawarkan kepada publik. Tanpa itu, risiko kehilangan basis pendukung yang lebih luas di masa mendatang semakin besar.

Simpulannya, keputusan PKS dalam dinamika politik nasional 2024 seharusnya menjadi refleksi. Keberanian untuk kembali pada prinsip dan mendengar suara akar rumput adalah solusi paling realistis untuk memulihkan kepercayaan publik. Langkah pragmatis yang mengorbankan identitas jangka panjang, seperti yang baru-baru ini terjadi, hanya akan menjadi catatan kelam dalam sejarah perjalanan partai.

Jangan Lewatkan:
  • Polres Sampang Kecolongan
  • Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda
  • Bayang-Bayang Dwifungsi
  • Mike Tyson vs Jake Paul, Duel Fenomenal untuk Konten YouTube!
Pilkada Jabar 2024 Pilkada Jakarta 2024 Politik PKS Ridan Kamil
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleHarga Tiket Pesawat Turun, Kado Manis Nataru dari Pemerintah
Next Article Refleksi Kemenangan dan Kekalahan dalam Pilkada 2024

Informasi lainnya

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026

MBG dan Risiko Cobra Effect

4 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Pilkada Sampang 2024: Situasi Ketat, Mandat Diunggulkan

Editorial Udex Mundzir

Syarat dan Cara Membuat SKCK Menurut Polri untuk WNA dan WNI

Happy Alfi Salamah

Nomor HP Tidak Pernah Ganti 10 Tahun? Ini Tanda Kamu Layak Dipercaya

Daily Tips Ericka

Suka Membaca? Ini Tips Efektif untuk Menambah Pengetahuan

Opini Alfi Salamah

Doa-doa Istimewa Keberkahan Saat Menjenguk Bayi Baru Lahir

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Buku Anak Islami Murah
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi