Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Wisata Gunung Api, Indah tapi Seberapa Aman?

Sejauh Apa Abu Vulkanik Bisa Terbang?

Mengapa Api Gambut Sulit Benar-Benar Padam?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 13 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Golkar di Persimpangan Jalan

Udex MundzirUdex Mundzir4 Desember 2024 Editorial
Kekalahan Golkar di Pilkada 2024
Kekalahan Golkar di Pilkada 2024 (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Pilkada Serentak 2024 menjadi titik kritis dan apes bagi Partai Golkar, partai besar yang kini menghadapi kenyataan pahit kehilangan basis tradisionalnya. Jawa Barat, Banten, dan Sumatera Utara, yang selama ini menjadi benteng kekuatannya, kini jatuh ke tangan partai lain, terutama Gerindra. Kegagalan merebut Jakarta semakin memperburuk kondisi, memperlihatkan strategi yang tidak efektif dan melemahkan pengaruh politiknya.

Di Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang kini bernaung di bawah Gerindra berhasil memenangkan pertarungan. Banten juga tak lagi menjadi milik Golkar setelah pasangan Andra Soni-Dimyati mengalahkan Airin Rachmi Diany. Di Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang berafiliasi dengan Gerindra, unggul dari Edy Rahmayadi. Basis tradisional Golkar kini bergeser ke tangan pesaingnya, meninggalkan kekosongan yang sulit diisi dalam waktu singkat.

Strategi memindahkan Ridwan Kamil (RK) dari Jawa Barat ke Jakarta pun menjadi bumerang. RK, yang seharusnya menjadi senjata andalan, gagal meraih kemenangan. Dengan hanya mengumpulkan 40,35 persen suara, pasangan RK-Suswono tertinggal cukup jauh dari Pramono-Rano Karno yang didukung PDIP dengan 49,29 persen suara. Langkah ini tidak hanya gagal merebut Jakarta, tetapi juga menyebabkan Golkar kehilangan pijakan kuat di Jawa Barat.

Baca Juga:
  • Orde Baru Jauh Lebih Baik
  • UKT dan Ilusi Kesejahteraan ASN
  • ASEAN di Tengah Preseden Maduro
  • MBG dan Risiko Cobra Effect

Pengamat politik Ray Rangkuti menyebut kekalahan ini sebagai salah satu yang terburuk bagi Golkar. Partai ini dinilai tidak mampu beradaptasi dengan perubahan dinamika politik, terutama dengan meningkatnya pemilih muda yang lebih kritis dan pragmatis. Golkar terjebak dalam pola lama, sementara pesaingnya lebih lincah dalam membaca kebutuhan lokal dan memanfaatkan momentum.

Kegagalan ini juga menjadi refleksi dari kelemahan dalam konsolidasi internal. Ketergantungan pada figur tertentu tanpa membangun kekuatan kolektif membuat Golkar rentan terhadap perubahan politik yang dinamis. Hal ini terlihat jelas ketika figur-figur kunci seperti Dedi Mulyadi dan Bobby Nasution beralih ke partai lain dan justru menjadi ancaman bagi Golkar.

Untuk bangkit dari kekalahan, Golkar harus melakukan reformasi mendalam. Memperkuat kaderisasi di tingkat lokal dan membangun komunikasi politik yang lebih relevan dengan pemilih muda adalah langkah yang tidak bisa ditunda. Golkar juga harus memperbaiki strategi pencalonan, memastikan kandidat yang diusung memiliki rekam jejak yang kuat dan mampu merepresentasikan kepentingan masyarakat.

Artikel Terkait:
  • Menag di Vatikan: Diplomasi Iman dan Kemanusiaan
  • Pajak: Cermin Keberlanjutan atau Beban Tanpa Akhir?
  • Menguji Gelar Pahlawan Soeharto
  • Kebebasan Pers yang Dikikis Diam-Diam

Pilkada 2024 bukan hanya tentang kekalahan, tetapi juga peluang untuk belajar dan berbenah. Golkar, sebagai salah satu partai tertua di Indonesia, memiliki modal sejarah dan struktur yang masih bisa diandalkan. Namun, tanpa pembaruan yang signifikan, partai ini berisiko tenggelam di tengah perubahan peta politik yang semakin cepat.

Jangan Lewatkan:
  • Politik Kongkow, Rakyat Menunggu
  • Pemerintahan Indonesia Masih Menggunakan Manajemen Penjajah
  • Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal
  • Pilwalkot Samarinda 2024: Formalitas Saja
Kekalahan Golkar Pilkada 2024 strategi politik Golkar
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDominasi Tim Voli Kutai Timur di Turnamen Paser: Strategi dan Semangat Jadi Kunci Sukses
Next Article Optimalisasi Pajak di Kutai Timur: Sinergi Baru Pemkab dan KPP Pratama Bontang

Informasi lainnya

Hibah untuk Aparat, Buat Apa?

12 Juli 2026

Ketika Pesta Dimulai Tanpa Penonton (Indonesia)

12 Juni 2026

Pesta Babi dan Sensor atas Luka Papua

17 Mei 2026

Sekolah Bukan Mesin Hafalan

13 Mei 2026

Gaji Dokter Tak Boleh Tertunda

12 Mei 2026

Dosen: Akademisi atau Aparatur?

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Mengenal IHSG: Indeks Utama Pasar Saham Indonesia

Bisnis Ericka

Bahaya Tersembunyi di Balik Jam Tangan Pintar

Techno Silva

Phil Knight dan Nike

Profil Lina Marlina

Memahami Kuasa Pengampunan Negara

Refleksi Ericka

Mengakhiri Bayang Jokowi

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Diplomasi Ubah Peta, Sebatik Bertambah Luas

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Temaram di Khalifa

Kemenhaj Umumkan Penyakit Tak Lolos Syarat Haji 2026

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi