Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

PHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 26 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

Harga Pertalite dipertahankan hingga akhir 2026, tetapi perpindahan konsumen dari Pertamax membuat persediaan nasional semakin tertekan.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati26 Oktober 2026 Ekonomi
Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan
Ilustrasi antrean pengendara mengisi Pertalite di SPBU saat konsumsi BBM meningkat. (Dx Gen-ai)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Bagi pengendara yang setiap hari mengandalkan sepeda motor untuk bekerja, selisih harga bahan bakar minyak (BBM) bisa menentukan besarnya uang belanja yang tersisa. Pertalite seharga Rp10.000 per liter menjadi pilihan lebih murah ketika harga Pertamax jauh lebih tinggi. Namun, semakin banyaknya konsumen yang beralih ke Pertalite kini membawa persoalan baru bagi persediaan BBM nasional.

Pemerintah memastikan harga Pertalite dan Biosolar tidak naik hingga 31 Desember 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Kepastian itu kembali disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Jakarta, Senin (26/10/2026), ketika pemerintah menghadapi peningkatan konsumsi Pertalite dan tekanan harga minyak dunia.

“Bapak Presiden sudah menginstruksikan kepada kami bahwa tidak boleh ada kenaikan harga BBM subsidi sampai akhir tahun,” kata Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/10/26).

Keputusan mempertahankan harga memberikan kepastian bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk bekerja, berdagang, maupun memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, pengendara yang membeli lima liter mengeluarkan Rp50.000, tanpa tambahan biaya akibat kenaikan harga.

Namun, harga yang lebih murah juga menarik sebagian pengguna BBM nonsubsidi. Ketika selisih harga semakin besar, sebagian konsumen memilih beralih dari Pertamax beroktan 92 ke Pertalite beroktan 90 untuk mengurangi pengeluaran.

Perubahan kebiasaan tersebut mulai terlihat dalam data konsumsi nasional. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mencatat penggunaan Pertalite meningkat setelah kenaikan harga BBM nonsubsidi pada Juni 2026.

Pada Juli 2026, konsumsi Pertalite meningkat sekitar 12,92 persen dibandingkan rata-rata awal yang digunakan sebagai pembanding. Kenaikan permintaan membuat pemerintah harus menyesuaikan pasokan agar distribusi tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:
  • Rangkap Jabatan, IWPI Minta Dirjen Pajak Baru Mundur dari Phapros
  • PPATK: 1 Juta Rekening Terlibat Kejahatan, Rp2,1 T Dana Bansos Mengendap
  • Belanja Pemerintah Kuartal I Turun, Efisiensi Jadi Sorotan
  • Sektor Nonmigas Dominasi Surplus Dagang Indonesia pada April 2025

Dampaknya terlihat pada persediaan nasional. Stok Pertalite yang sebelumnya berada di atas 20 hari turun menjadi sekitar 16–18 hari, sementara persediaan beberapa jenis BBM lainnya masih berada dalam kondisi yang dinilai aman oleh pemerintah.

Angka 16–18 hari menunjukkan perkiraan berapa lama stok yang tersedia dapat memenuhi konsumsi berdasarkan tingkat pemakaian tertentu. Angka tersebut bukan berarti Pertalite akan habis dalam waktu dua pekan, karena produksi dan distribusi BBM terus berlangsung.

“Mungkin untuk mencapai di angka 20 hari itu ya kita butuh waktu seminggu. Seminggu selesai. Tapi di 16–18 hari itu kan bukan berarti kita kekurangan standar minimal,” ujar Bahlil Lahadalia saat menjelaskan kondisi persediaan Pertalite di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/26).

Pemerintah berupaya menambah pasokan melalui proses pencampuran bahan bakar di kilang. Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan tingkat persediaan Pertalite sekaligus mengantisipasi kebutuhan masyarakat selama dua bulan terakhir 2026.

Di sisi lain, persoalan distribusi turut mendapat perhatian. Pengiriman BBM di sejumlah wilayah menghadapi kendala logistik, terutama pada jalur pengangkutan yang bergantung pada kondisi perairan dan ketersediaan armada.

Pemerintah menyiapkan tambahan armada pengangkut serta penyesuaian jalur distribusi, termasuk pengalihan sebagian pengiriman dari sungai ke darat. Penanganan tersebut diperlukan agar stok nasional yang tersedia benar-benar dapat menjangkau SPBU dan konsumen di berbagai daerah.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memastikan pemerintah tetap memprioritaskan ketersediaan BBM untuk kebutuhan masyarakat, termasuk ketika konsumsi Pertalite meningkat.

Artikel Terkait:
  • Ekspor Terancam, AS Naikkan Tarif Impor Indonesia Jadi 32 Persen
  • Menaker Bakal Hapus Batas Usia di Lowongan Kerja
  • Kebijakan Hapus Piutang UMKM Butuh Aturan Detail untuk Efektivitas
  • Rupiah Menguat Tipis Akibat Prospek Suram Ekonomi AS

“Kalau untuk ketersediaan volume pasti kita pastikan aman,” ujar Suahasil Nazara saat menghadiri Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin (26/10/26).

Tantangan pemerintah tidak berhenti pada pasokan. Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dilaporkan berada di kisaran US$92 per barel, melampaui asumsi US$70 per barel yang digunakan dalam perhitungan anggaran negara.

Selisih tersebut menambah tekanan terhadap kebutuhan subsidi dan kompensasi energi. Ketika harga jual BBM tertentu dipertahankan sementara biaya penyediaannya meningkat, pemerintah perlu menyesuaikan anggaran agar beban tambahan tidak langsung diteruskan kepada konsumen.

Pemerintah juga sedang mengevaluasi kebutuhan tambahan kuota Pertalite. Perhitungan dilakukan menyusul perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi yang berpotensi membuat realisasi penyaluran melampaui rencana awal.

Bagi masyarakat, keputusan mempertahankan harga Pertalite berarti pengeluaran bahan bakar masih dapat diperkirakan hingga akhir tahun. Namun, manfaat tersebut juga bergantung pada kelancaran distribusi dan tersedianya BBM ketika dibutuhkan.

Jangan Lewatkan:
  • Diberi Waktu Sebulan, Pengecer LPG 3 Kg Bisa Beralih Jadi Pangkalan
  • Brunch di Istana, Prabowo Gaet Komitmen Investasi Besar dari AS
  • Wamendag Ajak JAPINDA Hadapi Tantangan Perdagangan Global
  • Setop Impor Garam, Produksi Domestik Baru 63% dari Kebutuhan

Perpindahan konsumen ke Pertalite memperlihatkan besarnya pengaruh selisih harga terhadap pilihan masyarakat. Hingga akhir 2026, pemerintah menghadapi dua pekerjaan sekaligus: menjaga Pertalite tetap terjangkau dan memastikan persediaannya tidak tertinggal dari kebutuhan.

BBM Subsidi Harga Pertalite 2026 Konsumsi BBM Stok Pertalite Subsidi Energi
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticlePHK 1.100 Buruh di Lebak, Nasib Industri Padat Karya

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Tren Fashion Terbaru 2026

Perspektif Alfi Salamah

Bela Negara atau Bela Penguasa?

Perspektif Udex Mundzir

Selamat Tinggal Agustus Kelabu: Tinggalkan Joget-joget di Istana

Editorial Udex Mundzir

Hikmah Peristiwa

Islami Syamril Al-Bugisyi

Nafkah dalam Islam: Penjelasan, Pelanggaran, dan Kewajiban terhadap Anak Yatim

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Pesantren Pramuka Khalifa Gebrak Panggung ICOMUS 2026

Wonderchicken, Jejak Burung Awal Zaman Dinosaurus

Ferry Pimpin Syarikat Islam, Hamdan Ketua Dewan Pusat

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi