Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Cegah Karhutla Berulang, PKS Kaltim Bergerak

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 19 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Warren Buffett: Kegagalan Pembayaran Utang AS akan Berdampak Global

Utang AS diketahui mencapai US$ 31 triliun atau sekitar Rp 460.000 triliun (kurs Rp 14.900/US$). Bengkaknya utang dipicu oleh pandemi Corona (Covid-19), di mana pemerintah harus menggelontorkan stimulus US$ 5 triliun guna menyelamatkan perekonomian.
Dexpert CorpDexpert Corp8 Mei 2023 Ekonomi
warren buffett
Warren Buffett (REUTERS/Rick Wilking)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Omaha – Warren Buffett, seorang investor terkemuka, telah mengungkapkan pandangannya tentang ekonomi Amerika Serikat (AS). Ia percaya bahwa baik pemerintah Presiden Joe Biden maupun Kongres akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghindari kegagalan pembayaran utang (default) oleh negara tersebut.

Pernyataan ini dibuat oleh Buffett saat berbicara dalam acara pertemuan tahunan Berkshire Hathaway Inc di Omaha pada akhir pekan. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa kestabilan sistem keuangan dunia akan terganggu jika AS mengalami kebangkrutan.

“Dunia akan dilanda kekacauan,” ujarnya dimuat Reuters, dikutip Senin (8/5/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Utang AS diketahui mencapai US$ 31 triliun atau sekitar Rp 460.000 triliun (kurs Rp 14.900/US$). Bengkaknya utang dipicu oleh pandemi Corona (Covid-19), di mana pemerintah harus menggelontorkan stimulus US$ 5 triliun guna menyelamatkan perekonomian.

Namun AS memang tidak pernah lagi mengalami posisi surplus dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sejak 1957. Sejak saat itu, AS terus mengalami defisit APBN, di mana untuk membiayai belanja perlu menambah utang melalui penerbitan Treasury misalnya.

Baca Juga:
  • Jelang Merger dengan FREN, Para Petinggi XL Mundur
  • 44 Emiten Terancam Delisting, Termasuk Bakrie Telecom & Waskita
  • Jabar Beri Diskon Pajak Kendaraan Saat Lebaran
  • Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Kompak Naik, Begini Rinciannya

Pembayaran bunga utang yang ada sebelumnya juga dilakukan dengan menerbitkan surat utang lagi. Ini yang terus menerus dilakukan Paman Sam.

Di kesempatan sama, juga mengkritik penanganan kasus di sektor perbankan di negara tersebut. Buffett merujuk bagaimana politisi, regulator, dan pers menangani kegagalan Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan First Republic Bank.

Ia mengatakan penanganan kasus-kasus kolapsnya deretan bank tersebut “sangat buruk. Sehingga membuat takut para deposan.

“Ketakutan itu menular,” katanya.

“Anda tidak dapat menjalankan ekonomi ketika orang khawatir jika uang mereka aman di bank,” ujarnya.

Buffett juga mengatakan regulator benar untuk menjamin deposan Silicon Valley Bank. Ia mengatakan jika regulator tidak melakukannya, hal ini akan menjadi bencana.

Dia juga mengatakan pemegang saham bank dan eksekutif harus menanggung risiko salah urus.

“Korek api yang menyala bisa berubah menjadi kobaran api atau bisa dipadamkan. Anda harus memiliki hukuman bagi orang yang melakukan hal yang salah,” katanya.

Artikel Terkait:
  • Pajak Digital Tak Lagi Bisa Dihindari, DJP Sisir Jejak Penghasilan di Medsos
  • Buruh Desak Kejelasan Definisi Barang Mewah PPN 12%
  • Zulhas Mendag Larang TikTok Shop Jualan Revisi PMPT 50/2020
  • JK: 50% Ekonomi Indonesia Dikuasai Etnis China

Berkshire membukukan laba kuartalan US$35,5 miliar. Di kesempatan itu, Buffet mengatakan telah membeli kembali US$4,4 miliar sahamnya sendiri.

Sebaliknya, ia menjual US$13,3 miliar saham perusahaan lain, dalam satu kuartal di mana Indeks S&P 500 naik 7%. Berkshire juga memiliki US$328 miliar saham, hampir setengahnya di Apple Inc.

Sebagai orang terkaya keenam di dunia, Buffett telah menjalankan Berkshire sejak 1965. Puluhan bisnisnya termasuk asuransi mobil Geico, kereta api BNSF dan nama konsumen seperti Dairy Queen dan Fruit of the Loom.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) AS Janet Yellen juga memperingatkan konsekuensi ekonomi yang besar bila parlemen negara itu tak kunjung meningkatkan batas utang. Dalam wawancara di program ABC’s This Week, Yellen menyebut kegagalan untuk menaikkan plafon utang akan menyebabkan “penurunan ekonomi yang tajam”.

Ia juga meramalkan bahwa Departemen Keuangan juga kemungkinan bisa kehabisan langkah untuk membayar kewajiban utangnya. Utang AS diketahui jatuh tempo di 1 Juni.

“Proyeksi kami saat ini adalah bahwa pada awal Juni, suatu hari akan tiba ketika kami tidak dapat membayar tagihan kami kecuali Kongres menaikkan plafon utang,” kata Yellen dalam program tersebut, sebagaimana diwartakan CNBC International.

“Itu adalah sesuatu yang saya sangat mendesak Kongres untuk melakukannya,” tegasnya.

Jangan Lewatkan:
  • Harga BBM Pertamina 1 April 2026 Tetap Stabil
  • Inflasi Juni Naik 0,19 Persen, Harga Beras dan Cabai Jadi Pemicu
  • Tiga Ruas Tol Gratis Selama Mudik Lebaran 2025
  • Harga Plastik Melonjak, DPR Soroti Bank Sampah

Yellen mengatakan AS telah menggunakan “langkah luar biasa” untuk menghindari gagal bayar, dan itu bukan sesuatu yang dapat terus dilakukan Departemen Keuangan. Ia mengatakan Kongres perlu mengambil tindakan untuk menghindari “malapetaka ekonomi”.

“Disepakati secara luas bahwa kekacauan (chaos) finansial dan ekonomi akan terjadi,” tambah figur kelahiran Brooklyn itu.

Amerika Serikat default Warren Buffett
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAnies Baswedan Kritik Kebijakan Subsidi Mobil Listrik
Next Article Anies Baswedan Kritik Subsidi Mobil Listrik Pemerintah

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Poligami dalam Islam: Syarat, Larangan, dan Langkah Persiapan

Islami Udex Mundzir

Tanda Hari Kiamat, Ini Doa Perlindungan dari Fitnah Dajjal

Islami Alfi Salamah

Isuzu Optimis Pangsa Pasarnya akan Naik 1,3 Persen

Bisnis Alfi Salamah

UI di Puncak Ranking, Tercoreng Predator Tambang

Editorial Udex Mundzir

Di Atas Hukum, Di Luar Akal Sehat

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi