Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Terapkan Inovasi Pengelolaan Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 29 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Warren Buffett: Kegagalan Pembayaran Utang AS akan Berdampak Global

Utang AS diketahui mencapai US$ 31 triliun atau sekitar Rp 460.000 triliun (kurs Rp 14.900/US$). Bengkaknya utang dipicu oleh pandemi Corona (Covid-19), di mana pemerintah harus menggelontorkan stimulus US$ 5 triliun guna menyelamatkan perekonomian.
Dexpert CorpDexpert Corp8 Mei 2023 Ekonomi
warren buffett
Warren Buffett (REUTERS/Rick Wilking)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Omaha – Warren Buffett, seorang investor terkemuka, telah mengungkapkan pandangannya tentang ekonomi Amerika Serikat (AS). Ia percaya bahwa baik pemerintah Presiden Joe Biden maupun Kongres akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghindari kegagalan pembayaran utang (default) oleh negara tersebut.

Pernyataan ini dibuat oleh Buffett saat berbicara dalam acara pertemuan tahunan Berkshire Hathaway Inc di Omaha pada akhir pekan. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa kestabilan sistem keuangan dunia akan terganggu jika AS mengalami kebangkrutan.

“Dunia akan dilanda kekacauan,” ujarnya dimuat Reuters, dikutip Senin (8/5/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Utang AS diketahui mencapai US$ 31 triliun atau sekitar Rp 460.000 triliun (kurs Rp 14.900/US$). Bengkaknya utang dipicu oleh pandemi Corona (Covid-19), di mana pemerintah harus menggelontorkan stimulus US$ 5 triliun guna menyelamatkan perekonomian.

Namun AS memang tidak pernah lagi mengalami posisi surplus dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sejak 1957. Sejak saat itu, AS terus mengalami defisit APBN, di mana untuk membiayai belanja perlu menambah utang melalui penerbitan Treasury misalnya.

Baca Juga:
  • BPS Catat Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen
  • Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Kompak Naik, Begini Rinciannya
  • ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari
  • Rupiah Dibuka Tertekan di Level 16.773 per Dolar AS

Pembayaran bunga utang yang ada sebelumnya juga dilakukan dengan menerbitkan surat utang lagi. Ini yang terus menerus dilakukan Paman Sam.

Di kesempatan sama, juga mengkritik penanganan kasus di sektor perbankan di negara tersebut. Buffett merujuk bagaimana politisi, regulator, dan pers menangani kegagalan Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan First Republic Bank.

Ia mengatakan penanganan kasus-kasus kolapsnya deretan bank tersebut “sangat buruk. Sehingga membuat takut para deposan.

“Ketakutan itu menular,” katanya.

“Anda tidak dapat menjalankan ekonomi ketika orang khawatir jika uang mereka aman di bank,” ujarnya.

Buffett juga mengatakan regulator benar untuk menjamin deposan Silicon Valley Bank. Ia mengatakan jika regulator tidak melakukannya, hal ini akan menjadi bencana.

Dia juga mengatakan pemegang saham bank dan eksekutif harus menanggung risiko salah urus.

“Korek api yang menyala bisa berubah menjadi kobaran api atau bisa dipadamkan. Anda harus memiliki hukuman bagi orang yang melakukan hal yang salah,” katanya.

Artikel Terkait:
  • Ekspor UMKM Tembus Rp850 Miliar hingga April 2025
  • Diskon Tarif Tol Diberlakukan di 12 Ruas pada Libur Tahun Baru Hijriah
  • OJK Izinkan Buyback Saham Tanpa RUPS, Berlaku 6 Bulan
  • Diskon 70% untuk 6 Bahan Pokok Selama Nataru

Berkshire membukukan laba kuartalan US$35,5 miliar. Di kesempatan itu, Buffet mengatakan telah membeli kembali US$4,4 miliar sahamnya sendiri.

Sebaliknya, ia menjual US$13,3 miliar saham perusahaan lain, dalam satu kuartal di mana Indeks S&P 500 naik 7%. Berkshire juga memiliki US$328 miliar saham, hampir setengahnya di Apple Inc.

Sebagai orang terkaya keenam di dunia, Buffett telah menjalankan Berkshire sejak 1965. Puluhan bisnisnya termasuk asuransi mobil Geico, kereta api BNSF dan nama konsumen seperti Dairy Queen dan Fruit of the Loom.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) AS Janet Yellen juga memperingatkan konsekuensi ekonomi yang besar bila parlemen negara itu tak kunjung meningkatkan batas utang. Dalam wawancara di program ABC’s This Week, Yellen menyebut kegagalan untuk menaikkan plafon utang akan menyebabkan “penurunan ekonomi yang tajam”.

Ia juga meramalkan bahwa Departemen Keuangan juga kemungkinan bisa kehabisan langkah untuk membayar kewajiban utangnya. Utang AS diketahui jatuh tempo di 1 Juni.

“Proyeksi kami saat ini adalah bahwa pada awal Juni, suatu hari akan tiba ketika kami tidak dapat membayar tagihan kami kecuali Kongres menaikkan plafon utang,” kata Yellen dalam program tersebut, sebagaimana diwartakan CNBC International.

“Itu adalah sesuatu yang saya sangat mendesak Kongres untuk melakukannya,” tegasnya.

Jangan Lewatkan:
  • Kementan Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Iduladha 2025
  • DPR RI Siap Dukung Efisiensi Anggaran 2026, Asal Pro Rakyat
  • Bahlil Sebut Legalitas Hanya untuk Sumur Minyak Rakyat yang Sudah Jalan
  • Tahun 2026, ASN Tak Lagi Terima Uang Saku dan Tunjangan Pulsa

Yellen mengatakan AS telah menggunakan “langkah luar biasa” untuk menghindari gagal bayar, dan itu bukan sesuatu yang dapat terus dilakukan Departemen Keuangan. Ia mengatakan Kongres perlu mengambil tindakan untuk menghindari “malapetaka ekonomi”.

“Disepakati secara luas bahwa kekacauan (chaos) finansial dan ekonomi akan terjadi,” tambah figur kelahiran Brooklyn itu.

Amerika Serikat default Warren Buffett
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleAnies Baswedan Kritik Kebijakan Subsidi Mobil Listrik
Next Article Anies Baswedan Kritik Subsidi Mobil Listrik Pemerintah

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Intip 5 Universitas Paling Bergengsi di Korea Selatan

Daily Tips Ericka

Isuzu Optimis Pangsa Pasarnya akan Naik 1,3 Persen

Bisnis Alfi Salamah

Palworld, Game Gado-Gado yang Viral

Techno Alfi Salamah

Alibi Efisiensi, Pilkada Tetap Harus Langsung

Editorial Udex Mundzir

Tips Terbaru Kementerian Haji Saudi, Hati-hati Travel Haji-Umroh

Islami Alfi Salamah
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi