Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Aturan Baru SD: Tak Wajib Usia 7 Tahun

BPOM Perketat Vape, Remaja Jadi Fokus Perlindungan

Dolar AS Sentuh Rp17.700, Rupiah Makin Tertekan

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 25 Mei 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Indonesia Luncurkan Obligasi Terumbu Karang untuk Konservasi Laut

Pemerintah RI inisiasi Coral Reef Bond sebagai model pendanaan global berbasis konservasi laut yang pertama di dunia.
ErickaEricka16 Juni 2025 Ekonomi
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Coral Reef Bond, sebuah instrumen pendanaan inovatif untuk mendukung konservasi kawasan laut nasional. Langkah ini bertujuan menghimpun dana hingga 200 juta dolar AS per tahun guna membiayai pengelolaan kawasan konservasi laut secara berkelanjutan.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan pengumuman tersebut saat menghadiri Konferensi Kelautan PBB ketiga (UNOC-3) di Nice, Prancis, yang digelar pada 9–13 Juni 2025. Trenggono menyebut bahwa obligasi ini mendukung target pemerintah untuk menetapkan 30 persen wilayah laut sebagai kawasan konservasi pada 2045.

Obligasi Coral Reef Bond diprioritaskan untuk membiayai tiga kawasan konservasi strategis, yakni Kawasan Konservasi Nasional Raja Ampat, Kawasan Konservasi Daerah Raja Ampat, dan Kawasan Konservasi Daerah Kepulauan Alor. Dana yang dihimpun akan dikelola untuk menghasilkan manfaat konservasi yang terukur dan berkelanjutan di lokasi-lokasi tersebut.

Baca Juga:
  • Batas Usia Pensiun Naik Jadi 59 Tahun pada 2025
  • Kericuhan Job Fair Cikarang, Kemnaker Minta Evaluasi Serius
  • BNI Perkuat Sistem Keamanan Siber Dukung Ekonomi Digital
  • Pemerintah Rampungkan Formula Baru Subsidi BBM untuk Ojol dan UMKM

“Indonesia akan mengelola dana dari foregone coupon guna memastikan hasil konservasi yang terukur dan berkelanjutan di lokasi tersebut,” ujar Trenggono dalam pernyataannya.

Ia menekankan bahwa Coral Reef Bond merupakan obligasi berbasis hasil pertama di dunia dalam sektor konservasi laut dan tidak bergantung pada pinjaman negara maupun anggaran pemerintah. Ini menandai pendekatan baru dalam pengelolaan dana konservasi yang lebih transparan dan bertanggung jawab.

Inisiatif ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi kelautan global dan memperlihatkan komitmen pemerintah terhadap kelestarian ekosistem laut. Coral Reef Bond juga diharapkan menjadi model referensi bagi negara-negara lain dalam pembiayaan konservasi yang berorientasi pada hasil.

Artikel Terkait:
  • RAPBN 2026, ESDM Usulkan ICP USD 80 per Barel
  • Paser Gelar Gerakan Pangan Murah: Stabilkan Harga dan Pasokan
  • 28 Ribu Pegawai BUMN Terima Bansos, DPR Minta DTSEN Dibenahi
  • Ancaman Selat Hormuz, Indef Usul Antisipasi Lonjakan Harga Minyak

Upaya ini mendapat perhatian positif dari komunitas internasional yang hadir di UNOC-3, terutama karena Indonesia berhasil mengembangkan skema pendanaan konservasi laut yang tidak membebani anggaran negara namun tetap fokus pada dampak konkret terhadap lingkungan.

Dengan peluncuran Coral Reef Bond, Indonesia tidak hanya menargetkan perlindungan lingkungan laut, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan dalam pembiayaan inovatif yang sejalan dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Jangan Lewatkan:
  • Pemecatan Shin Tae-yong, PSSI Hadapi Beban Pesangon Rp 60 Miliar
  • Faisol Riza: Reformasi Regulasi Kunci Stabilitas Ekonomi
  • Pinjaman Paylater Bank Tembus Rp22,78 T per Maret 2025
  • Dilema Ojol di Jam Sibuk, Penumpang Lama Menunggu
Coral Reef Bond Ekonomi Biru Kkp Konservasi Laut UNOC 2025
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleLonjakan Harga Minyak Dunia Jadi Peluang Percepatan EBT
Next Article Premi Asuransi Syariah Tembus Rp9,84 Triliun per April 2025

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

Hukum Membaca Surah Pendek dalam Shalat Khafifatain

Islami Ericka

Mewaspadai Komunisme

Gagasan Syamril Al-Bugisyi

Rindu Rasul

Islami Syamril Al-Bugisyi

Isu yang Dibelokkan, Aparat yang Gagal

Editorial Udex Mundzir

Tombol Motivasi

Gagasan Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Hukum
Assyifa8 Maret 2025

Modus Penipuan Catut Nama Bank Marak, Waspadai Taktik Baru

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

BNPB Minta Evaluasi Sistem Peringatan Tsunami Daerah

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Jatuh 21 Maret

Musim Nobar Pesta Babi Diatur Lewat Pendaftaran

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Buku Anak Islami Murah Perlengkapan Pramuka Lengkap Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi