Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Garam Kusamba Bali, Warisan Leluhur yang Mendunia

Larung Cai Cirebon, Warisan Budaya Penuh Makna

Prabowo Pecat Listyo Sigit, Ariyo Windutomo Jadi Plt KSP

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 7 November 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

AS Terancam Default, Janet Yellen-Warren Buffett Bunyikan Alarm Ekonomi!

AS kini mencapai batas utang yang disetujui pemerintah dan kongres sebelumnya, sebesar US$31,4 triliun (Rp 460.000 triliun). Sebagai gantinya dana darurat sekarang digunakan.
Dexpert CorpDexpert Corp9 Mei 2023 Ekonomi
janet yellen
Janet Yellen. (Alex Wong/Getty Images)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Omaha– Para tokoh terkenal di Amerika Serikat (AS) mulai mengeluarkan suara tentang masalah ekonomi di AS. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan Pemerintah AS tidak bisa membayar hutang pada tanggal 1 Juni mendatang.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, baru-baru ini memberikan peringatan serius bahwa suatu “bencana besar” mungkin akan terjadi.

“Malapetaka ekonomi,” tegasnya menggambarkan hal yang mungkin terjadi di negeri itu dalam wawancara dengan CNBC International dalam wawancara Senin (8/5/2023) waktu setempat.

“Itu adalah sesuatu yang dapat menghasilkan kekacauan keuangan … kita tidak akan punya cukup uang untuk membayar tagihan,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan investor terkemuka AS Warren Buffett. Meski yakin pemerintah maupun Kongres tak akan membiarkan default, ia menyebut chaos bisa terjadi.

Itu ditegaskannya dalam pertemuan tahunan Berkshire Hathaway Inc di Omaha, akhir pekan. Ia pun mengatakan sistem keuangan dunia akan terganggu jika AS dinyatakan bangkrut.

“Dunia akan dilanda kekacauan,” ujarnya dimuat Reuters, Senin.

Baca Juga:
  • Google Hentikan Sementara Fitur Konversi Mata Uang Akibat Kesalahan Data
  • Indonesia-AS Perkuat Pengendalian Ekspor dan Keamanan Perbatasan
  • Pemerintah Kurangi Impor Daging, Fokus ke Sapi Bakalan
  • Otorita IKN Beri Lahan Gratis, Menteri ATR/BPN Angkat Bicara

Perlu diketahui, AS kini mencapai batas utang yang disetujui pemerintah dan kongres sebelumnya, sebesar US$31,4 triliun (Rp 460.000 triliun). Sebagai gantinya dana darurat sekarang digunakan.

Namun dana darurat pun terancam habis 1 Juni nanti. Untuk menghindari gagal bayar tersebut, kongres harus memilih untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang kembali.

Tetapi permasalahan menjadi alot dengan DPR yang kini dipegang parti oposisi pemerintah, Republik. Dengan hanya delapan hari tersisa bulan ini di mana DPR dan Senat dijadwalkan untuk bersidang pada waktu yang sama, semakin sempit untuk mencapai kesepakatan.

Mengutip CNN International, memang sejumlah dampak akan terjadi jika AS default. Mulai dari mandeknya pembayaran jaminan sosial, rata-rata US$ 1.827 (Rp 26,8 juta) hingga tunjangan 2 juta pegawai federal dan 1,4 veteran (anggota militer tidak aktif) senilai miliaran dolar.

Ini juga akan berdampak ke biaya pinjaman. Jika terjadi default, imbal hasil Treasury AS pasti akan naik untuk mengkompensasi peningkatan risiko bahwa pemegang obligasi tidak akan menerima uang yang mereka pinjam dari pemerintah.

Karena suku bunga pinjaman, kartu kredit, dan hipotek sering didasarkan pada hasil Treasury, biaya pinjaman uang dan pelunasan utang akan meningkat. Jumlahnya di atas peningkatan biaya yang sudah dihadapi orang Amerika dari kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Artikel Terkait:
  • Kemendes Tegaskan Dana Desa Bisa Dipakai untuk Digitalisasi
  • Pertamina Turunkan Harga BBM Non Subsidi, Cek Daftarnya!
  • Inflasi Juni Naik 0,19 Persen, Harga Beras dan Cabai Jadi Pemicu
  • Menaker Bakal Hapus Batas Usia di Lowongan Kerja

Keluarga dan bisnis juga akan lebih sulit mendapatkan persetujuan untuk jalur kredit karena bank harus lebih selektif dalam meminjamkan uang. Itu karena biaya pinjaman uang mereka juga akan meningkat, yang membatasi jumlah uang yang dapat mereka pinjamkan.

Belum lagi munculnya pengangguran. Gagal bayar utang dapat memicu penurunan ekonomi, yang akan mendorong lonjakan pengangguran, terutama saat AS sudah sudah berurusan dengan kenaikan suku bunga dan inflasi yang sangat tinggi.

Menurut Moody’s, tingkat pengangguran akan melonjak menjadi sekitar 5%. Sementara ekonomi akan berkontraksi hampir setengah persen.

Joe Biden

Sementara itu, hari ini, Selasa, Presiden AS Joe Biden akan bertemu pemimpin kongres AS. Baik pemimpin Republik dan Demokrat akan diundang.

Bengkaknya utang dipicu oleh pandemi Corona (Covid-19), di mana pemerintah harus menggelontorkan stimulus US$ 5 triliun guna menyelamatkan perekonomian.

Jangan Lewatkan:
  • Rupiah Menguat Tipis Akibat Prospek Suram Ekonomi AS
  • Libur Panjang Mei, 603 Ribu Tiket Kereta Terjual
  • 6,08 Juta Wajib Pajak Belum Laporkan SPT Tahunan 2023
  • Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan

Namun AS memang tidak pernah lagi mengalami posisi surplus dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sejak 1957.

Pada tahun 2011, pertarungan pagu utang di negara itu juga membawa AS ke jurang gagal bayar. Ini mendorong penurunan peringkat kredit terkemuka negara itu.

Amerika Serikat default Janet Yellen Warren Buffett
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSandiaga Uno Janjikan Pengumuman Pilihan Parpol dalam Beberapa Pekan Mendatang
Next Article Apakah Krisis Utang Mengancam RI? Anies Terpukau Saat Baca Buku Mengenai Hal Ini

Informasi lainnya

Kopdes Bidik Dana Pensiun ASN, Taspen Tunggu Aturan

28 Oktober 2026

Rupiah Terancam Rp19.000, Kebijakan BI Dipertanyakan

27 Oktober 2026

Pertalite Tetap Rp10.000, Konsumsi Naik dan Stok Tertekan

26 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Titik Berat Indonesia dalam Konflik Timur Tengah

Perspektif Udex Mundzir

Enam Penyakit Hati dalam Islam dan Cara Menyembuhkannya

Islami Alfi Salamah

Langkah Skuad Muda yang Tertatih

Perspektif Assyifa

Zakat Ternoda, Amanah Diperdagangkan

Editorial Udex Mundzir

Cara Penyembelihan atau Mematikan Hewan Menurut Syariat Islam, Pelaksanaan Qurban di Hari Iduladha

Islami Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Raffi Ahmad Ajak Lawan Hoaks, Peserta Deklarasi Sumpah Pemuda Akui Dibayar

Santriwati Digerebek, DPR Desak Usut Tindakan Polisi

Dua Anak Menteri Haji Mundur Usai Disorot Nepotisme

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Perlengkapan Pramuka Lengkap Produk Dapur Terlaris
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi