Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

SPPG De La Tina Ciamis Olah Limbah Dapur MBG

Generasi Strawberry: Saat Gen Z Dinilai Rentan Tekanan

Dana Pendidikan Dikorupsi, Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Gratis. Aneh!

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Sabtu, 26 September 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

AS Terancam Default, Janet Yellen-Warren Buffett Bunyikan Alarm Ekonomi!

AS kini mencapai batas utang yang disetujui pemerintah dan kongres sebelumnya, sebesar US$31,4 triliun (Rp 460.000 triliun). Sebagai gantinya dana darurat sekarang digunakan.
Dexpert CorpDexpert Corp9 Mei 2023 Ekonomi
janet yellen
Janet Yellen. (Alex Wong/Getty Images)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Omaha– Para tokoh terkenal di Amerika Serikat (AS) mulai mengeluarkan suara tentang masalah ekonomi di AS. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan Pemerintah AS tidak bisa membayar hutang pada tanggal 1 Juni mendatang.

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, baru-baru ini memberikan peringatan serius bahwa suatu “bencana besar” mungkin akan terjadi.

“Malapetaka ekonomi,” tegasnya menggambarkan hal yang mungkin terjadi di negeri itu dalam wawancara dengan CNBC International dalam wawancara Senin (8/5/2023) waktu setempat.

“Itu adalah sesuatu yang dapat menghasilkan kekacauan keuangan … kita tidak akan punya cukup uang untuk membayar tagihan,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan investor terkemuka AS Warren Buffett. Meski yakin pemerintah maupun Kongres tak akan membiarkan default, ia menyebut chaos bisa terjadi.

Itu ditegaskannya dalam pertemuan tahunan Berkshire Hathaway Inc di Omaha, akhir pekan. Ia pun mengatakan sistem keuangan dunia akan terganggu jika AS dinyatakan bangkrut.

“Dunia akan dilanda kekacauan,” ujarnya dimuat Reuters, Senin.

Baca Juga:
  • OJK Izinkan Buyback Saham Tanpa RUPS, Berlaku 6 Bulan
  • 40% Masyarakat Indonesia Jatuh Miskin dengan Garis Kemiskinan Bank Dunia
  • Pemerintah Atur Harga LPG 3 Kg di Pengecer Agar Tak Mahal
  • WFH ASN Dimulai April, Swasta Turut Diimbau Ikut

Perlu diketahui, AS kini mencapai batas utang yang disetujui pemerintah dan kongres sebelumnya, sebesar US$31,4 triliun (Rp 460.000 triliun). Sebagai gantinya dana darurat sekarang digunakan.

Namun dana darurat pun terancam habis 1 Juni nanti. Untuk menghindari gagal bayar tersebut, kongres harus memilih untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang kembali.

Tetapi permasalahan menjadi alot dengan DPR yang kini dipegang parti oposisi pemerintah, Republik. Dengan hanya delapan hari tersisa bulan ini di mana DPR dan Senat dijadwalkan untuk bersidang pada waktu yang sama, semakin sempit untuk mencapai kesepakatan.

Mengutip CNN International, memang sejumlah dampak akan terjadi jika AS default. Mulai dari mandeknya pembayaran jaminan sosial, rata-rata US$ 1.827 (Rp 26,8 juta) hingga tunjangan 2 juta pegawai federal dan 1,4 veteran (anggota militer tidak aktif) senilai miliaran dolar.

Ini juga akan berdampak ke biaya pinjaman. Jika terjadi default, imbal hasil Treasury AS pasti akan naik untuk mengkompensasi peningkatan risiko bahwa pemegang obligasi tidak akan menerima uang yang mereka pinjam dari pemerintah.

Karena suku bunga pinjaman, kartu kredit, dan hipotek sering didasarkan pada hasil Treasury, biaya pinjaman uang dan pelunasan utang akan meningkat. Jumlahnya di atas peningkatan biaya yang sudah dihadapi orang Amerika dari kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Artikel Terkait:
  • Zulhas Usul Kewenangan Lartas Impor Pangan Pindah ke Kemenko Pangan
  • Sri Mulyani Pangkas Pajak demi Redam Dampak Tarif Impor AS
  • Kendalikan Inflasi, Disperindag Kabupaten Mojokerto Gencar Operasi Pasar, Ringankan Beban Masyarakat
  • Pangkas TKD Rp227 T, Menkeu Minta Pemda Berbenah

Keluarga dan bisnis juga akan lebih sulit mendapatkan persetujuan untuk jalur kredit karena bank harus lebih selektif dalam meminjamkan uang. Itu karena biaya pinjaman uang mereka juga akan meningkat, yang membatasi jumlah uang yang dapat mereka pinjamkan.

Belum lagi munculnya pengangguran. Gagal bayar utang dapat memicu penurunan ekonomi, yang akan mendorong lonjakan pengangguran, terutama saat AS sudah sudah berurusan dengan kenaikan suku bunga dan inflasi yang sangat tinggi.

Menurut Moody’s, tingkat pengangguran akan melonjak menjadi sekitar 5%. Sementara ekonomi akan berkontraksi hampir setengah persen.

Joe Biden

Sementara itu, hari ini, Selasa, Presiden AS Joe Biden akan bertemu pemimpin kongres AS. Baik pemimpin Republik dan Demokrat akan diundang.

Bengkaknya utang dipicu oleh pandemi Corona (Covid-19), di mana pemerintah harus menggelontorkan stimulus US$ 5 triliun guna menyelamatkan perekonomian.

Jangan Lewatkan:
  • Airlangga Bantah AS Singgung Barang Bajakan Mangga Dua
  • Erick Thohir Ajak Masyarakat Awasi BBM Lewat Konten Digital
  • Aksi Boikot Produk Israel Kian Menggema
  • Rosan Roeslani Tegaskan Danantara Dorong Ekonomi Inklusif

Namun AS memang tidak pernah lagi mengalami posisi surplus dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sejak 1957.

Pada tahun 2011, pertarungan pagu utang di negara itu juga membawa AS ke jurang gagal bayar. Ini mendorong penurunan peringkat kredit terkemuka negara itu.

Amerika Serikat default Janet Yellen Warren Buffett
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleSandiaga Uno Janjikan Pengumuman Pilihan Parpol dalam Beberapa Pekan Mendatang
Next Article Apakah Krisis Utang Mengancam RI? Anies Terpukau Saat Baca Buku Mengenai Hal Ini

Informasi lainnya

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026
Paling Sering Dibaca

Surat Fatir, Munculnya Uban sebagai Pemberi Peringatan

Islami Alfi Salamah

Panduan Lengkap Ibadah Qurban: Hukum, Syarat, dan Pelaksanaannya

Islami Udex Mundzir

Ijazah Asli (KataPolisi), Proses Masih Abu-Abu

Editorial Udex Mundzir

Syarat dan Cara Membuat SKCK Menurut Polri untuk WNA dan WNI

Happy Alfi Salamah

Trump Berlagak Pahlawan Tapi Kesiangan

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Puncak Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

Gunung Raung Erupsi, Warga Diminta Jauhi Kawah dalam Radius Tiga Kilometer

Tugu Titik Nol IKN Bertuliskan ‘Lorem Ipsum’, Jadi Simbol Ibu Kota yang Masih ‘Draft’

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Perlengkapan Pramuka Lengkap Alat Tulis Sekolah Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi