Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Dalam Diam, Tumbuh Arah

Jejak Muda, Prestasi Nyata

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Selasa, 21 April 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Info Haji 2025
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026

Pemerintah menahan tarif listrik April hingga Juni 2026 demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati1 April 2026 Ekonomi
Tarif Listrik PLN Triwulan II 2026
Petugas PLN melakukan pengecekan kWh meter (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Tarif listrik kerap datang seperti ombak yang membuat rumah tangga menahan napas, tetapi memasuki triwulan II 2026 pemerintah justru memilih menenangkan gelombang itu. Mulai Rabu (1/4/2026), tarif listrik PLN untuk periode April sampai Juni 2026 dipastikan tidak berubah, termasuk untuk golongan rumah tangga dengan daya 900 VA hingga 2.200 VA yang paling luas dipakai masyarakat.

Keputusan tersebut diambil pemerintah setelah menimbang kondisi ekonomi warga serta kebutuhan menjaga kestabilan beban pengeluaran rumah tangga. Penetapan itu berlaku untuk pelanggan prabayar maupun pascabayar, karena keduanya menggunakan acuan tarif per kilowatt hour (kWh) yang sama.

Perbedaannya hanya terletak pada mekanisme pembayaran: pelanggan token membayar lebih dulu sebelum listrik dipakai, sedangkan pelanggan pascabayar melunasi pemakaian pada bulan berikutnya. Dengan kebijakan ini, masyarakat tidak menghadapi kenaikan biaya listrik selama April, Mei, dan Juni 2026.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Tri Winarno, menegaskan bahwa pemerintah sengaja mempertahankan tarif untuk meredam kekhawatiran publik di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian kalangan.

“Masyarakat tidak perlu cemas, karena pemerintah telah menetapkan tarif listrik periode triwulan II tahun 2026 tetap,” kata Tri dalam siaran pers Kementerian ESDM RI tertanggal 17 Maret 2026.

Baca Juga:
  • Presiden Prabowo Pastikan BHR Ojol 2025, Besaran Ditentukan Aplikator
  • BPK Selamatkan Uang Negara Rp 13,66 Triliun pada Semester I 2024
  • OJK Kaji Merger XL dan Smartfren, Proses Rampung 2025
  • Libur Panjang Usai, Kursi Kereta Api Nyaris Terisi Penuh

Pernyataan itu menjadi penanda bahwa kebijakan energi pada triwulan ini tidak semata mengikuti rumus penyesuaian tarif, melainkan juga mempertimbangkan aspek sosial. Pemerintah menilai kestabilan tarif listrik masih penting untuk menjaga ruang konsumsi masyarakat, terutama di tengah kebutuhan pokok lain yang juga sensitif terhadap perubahan harga.

Berdasarkan evaluasi parameter ekonomi makro periode November 2025 hingga Januari 2026, sebenarnya terdapat tekanan yang secara hitungan berpotensi mendorong kenaikan tarif.

Parameter tersebut meliputi kurs rupiah sebesar Rp16.743,46 per dolar AS, Indonesian Crude Price sebesar 62,78 dolar AS per barel, inflasi 0,22 persen, serta Harga Batubara Acuan 70 dolar AS per ton yang mengikuti kebijakan domestic market obligation atau DMO batu bara. Meski indikator-indikator itu membuka ruang penyesuaian, pemerintah memilih menahan tarif agar tidak menambah tekanan bagi pelanggan.

Untuk pelanggan rumah tangga non-subsidi, tarif yang tetap berlaku ialah Rp1.352 per kWh untuk daya 900 VA. Sementara itu, rumah tangga 1.300 VA dan 2.200 VA tetap dikenai Rp1.444,70 per kWh.

Adapun pelanggan 3.500 VA sampai 5.500 VA serta 6.600 VA ke atas masih membayar Rp1.699,53 per kWh. Pada kelompok bisnis dan pemerintah, tarif B-2/TR 6.600 VA sampai 200 kVA dipatok Rp1.444,70 per kWh, sedangkan P-1/TR untuk kantor pemerintah dan P-3/TR untuk penerangan jalan umum masing-masing tetap di Rp1.699,53 per kWh.

Artikel Terkait:
  • Dolar AS Melemah, Momentum Tepat Akumulasi Emas Global
  • Diskon Tarif Tol Diberlakukan di 12 Ruas pada Libur Tahun Baru Hijriah
  • Jokowi Lepas Tangan Soal Kenaikan PPN 12 Persen
  • VISTA Research Center Resmi Terdaftar BRIN

Di sisi lain, kelompok pelanggan subsidi juga tidak mengalami perubahan. Tarif untuk daya 450 VA tetap sebesar Rp415 per kWh, sedangkan pelanggan 900 VA bersubsidi masih membayar Rp605 per kWh. Keputusan ini menjadi penting karena kelompok bersubsidi merupakan lapisan masyarakat yang paling rentan terhadap gejolak harga kebutuhan dasar.

Stabilnya tarif listrik memberi kepastian bagi rumah tangga dalam menyusun pengeluaran bulanan, sekaligus membantu pelaku usaha kecil menjaga biaya operasional. Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi sejumlah indikator energi, keputusan menahan tarif bisa dibaca sebagai upaya pemerintah menjaga ritme konsumsi domestik agar tidak tersendat.

Dengan demikian, memasuki triwulan II 2026, listrik tidak menjadi kejutan baru bagi dompet masyarakat. Pemerintah memilih menempatkan stabilitas sebagai prioritas, sehingga beban pelanggan PLN, baik subsidi maupun non-subsidi, tetap terkendali hingga Juni 2026.

Jangan Lewatkan:
  • Shopee Ungguli TikTok Shop dalam Video Pendek Produk
  • MUI Dorong Penerapan Ekonomi Syariah untuk Atasi Kesenjangan
  • Ekspor Indonesia Naik 6,65 Persen, Sawit Jadi Penopang Utama
  • UMP 2026 Segera Diumumkan, Kenaikannya Tak Seperti Harapan

Ekonomi Rumah Tangga Kementerian ESDM Listrik April 2026 PLN Tarif Listrik PLN
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleKasus Video Desa Picu Evaluasi Hukum Kreatif
Next Article Amsal Sitepu Bebas, Kasus Video Desa Karo Gugur

Informasi lainnya

BBM Nonsubsidi Meroket, Dex Tembus Rekor Baru

18 April 2026

Emas Antam Melemah, Sinyal Beli atau Jebakan Pasar?

13 April 2026

Koperasi Desa Jadi Game Changer Ekonomi Syariah

13 April 2026

Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?

11 April 2026

Ambisi Tol Terpanjang RI Tersendat Minim Pendanaan

11 April 2026

Harga Plastik Naik Tajam, Pedagang Kopi Tertekan

11 April 2026
Paling Sering Dibaca

Rasa Malu Perempuan: Mahkota Kehormatan dan Kemuliaan

Islami Lina Marlina

Tegakkan Keadilan, Umar bin Abdul Aziz Wafat Karena Diracun

Islami Alfi Salamah

Provokasi di Balik Aksi Jalanan

Editorial Udex Mundzir

Pers Dibelenggu, Demokrasi Tercekik

Editorial Udex Mundzir

Rencanakan Liburan: Jadwal Cuti Bersama Desember 2023

Travel Alfi Salamah
Berita Lainnya
Pendidikan
Alfi Salamah21 April 2026

Empat Tim Mahasiswa UT dari Pesantren Khalifa Lolos Pendanaan Riset

Ledakan Ikan Sapu-sapu, Jakarta Cari Cara Ampuh

Alumni SMAN 1 Cisayong Lolos Seleksi Program Pendanaan Penelitian Mahasiswa Universitas Terbuka 2026

Mengapa Banyak Orang Sakit di 10 Hari Terakhir Ramadan?

Sosok Pembina Jurnalis Kaltim Sukri Tutup Usia

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi