Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Minggu, 18 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Penghapusan Kuota Impor: Antara Efisiensi dan Ancaman bagi Petani

Langkah Presiden Prabowo Subianto menghapus kuota impor menuai pro dan kontra, antara efisiensi perdagangan dan perlindungan industri lokal.
ErickaEricka13 April 2025 Ekonomi
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono,
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penghapusan kuota impor, terutama untuk komoditas yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Kebijakan ini bertujuan menyederhanakan rantai distribusi dan mencegah praktik monopoli.

Namun, langkah ini memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap industri dalam negeri, khususnya petani dan pelaku UMKM.

Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menegaskan bahwa penghapusan kuota impor tidak berarti membuka keran impor secara bebas.

“Bukan berarti kemudian impor besar-besaran, semua diimpor, bukan! Tetap harus melindungi produksi dalam negeri,” ujarnya.

Baca Juga:
  • Cek Fakta: China Kuasai Ekonomi RI, Benarkah?
  • Industri Hotel Tertekan, Okupansi Merosot dan PHK Mengancam
  • Diskon 70% untuk 6 Bahan Pokok Selama Nataru
  • Cara Aman Membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Tanpa Pungutan Liar

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengingatkan bahwa penghapusan kuota impor tanpa sistem pengendalian yang kuat sangat berisiko.

“Jangan sampai niat membuka akses pasar justru menjadi jalan bagi produk asing membanjiri pasar domestik, mematikan produksi rakyat,” katanya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mendukung penghapusan kuota impor karena dinilai tidak efisien dan hanya memperumit perdagangan. Ia menyarankan penggantian kuota dengan tarif impor yang lebih adil dan terbuka.

Artikel Terkait:
  • Pengenaan Pajak Ekspor Komoditas Nikel Masih Dibahas
  • Pengusaha Sambut Lega PPN 12% Hanya Berlaku untuk Barang Mewah
  • Bapanas Catat Kenaikan Harga Telur dan Cabai, Beras dan Minyak Turun
  • Harga Emas Antam Naik, Per Gram Sentuh Rp1,535 Juta

Namun, pengamat ekonomi dari INDEF, Andry Satrio Nugroho, memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa berujung pada banjir barang impor di tengah industri domestik yang belum pulih.

“Kalau sekarang kita malah lepas rem, gelombang barang murah ini bisa jadi tsunami bagi industri lokal,” ungkapnya.

Kebijakan penghapusan kuota impor ini menjadi langkah reformasi signifikan dalam sistem perdagangan Indonesia. Namun, keberhasilannya akan bergantung pada implementasi yang hati-hati dan pengawasan yang ketat, serta kemampuan pemerintah untuk menyeimbangkan kepentingan konsumen dan produsen dalam negeri.

Jangan Lewatkan:
  • KPPU Ungkap Tagihan Rafaksi Minyak Goreng Rp 1,1 Triliun
  • Indonesia Butuh Rp 13 Ribu T untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
  • Singapura Hentikan Ekspor Babi dari Batam karena Flu Babi Afrika
  • DPR Sahkan Revisi UU BUMN, Atur Danantara dan Privatisasi
Kebijakan Ekonomi Kuota Impor Petani Prabowo Subianto UMKM
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleBimtek Petugas Haji 2025 Dimulai, Kemenag Fokus Tingkatkan Kualitas Layanan
Next Article Ciamis Larang Siswa SD dan SMP Bawa Motor ke Sekolah

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

24.200 Hektare Sawah Bandung Menuju LP2B

14 September 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Suka Membaca? Ini Tips Efektif untuk Menambah Pengetahuan

Perspektif Alfi Salamah

Hukum yang Dikebut, Rakyat yang Terjebak

Editorial Udex Mundzir

Tren Paylater Melonjak, Saatnya Melek Finansial

Bisnis Ericka

Mengapa Orang Kaya Rajin Berdonasi?

Bisnis Udex Mundzir

Unwanted Leader

Refleksi Syamril Al-Bugisyi
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi