Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Syarikat Islam Bersiap Ubah Struktur dan Sistem Organisasi

Sudah Kerja Keras, Mengapa Sukses Belum Juga Datang?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Senin, 19 Oktober 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Prabowo Diminta Fokus Genjot Daya Beli untuk Target Pertumbuhan 8%

SilvaSilva18 November 2024 Ekonomi
Prabowo Kejar Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8%
Prabowo Kejar Pertumbuhan Ekonomi Tembus 8% (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Jakarta – Ambisi besar mengejar pertumbuhan ekonomi 8% dalam lima tahun menjadi tantangan bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah merosotnya daya beli masyarakat, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mendesak agar pemerintah lebih fokus pada penguatan daya beli masyarakat sebagai langkah utama.

Ekonom Indef, Eko Listiyanto, menyatakan pentingnya kebijakan untuk meningkatkan daya beli dalam 100 hari pertama pemerintahan. Menurut Eko, tanpa kebijakan yang signifikan, target pertumbuhan ekonomi 8% akan sulit tercapai.

“Kalau dalam 100 hari pertama pemerintahan Pak Prabowo ini tidak bisa membangkitkan daya beli, kita harus melupakan pertumbuhan ekonomi 8%,” tegas Eko dalam diskusi publik Indef pada Senin (18/11/2024).

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa konsumsi rumah tangga, yang merupakan penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), hanya tumbuh 4,93% pada kuartal III 2024, sedikit lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 4,95%. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang melambat ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk segera bertindak.

Baca Juga:
  • Bantuan Subsidi Upah Pekerja dan Guru Honorer Cair Juni
  • Tupperware Tutup Operasi di Indonesia Setelah 33 Tahun
  • Banggar: Prabowo Tak Bisa Serta Merta Turunkan PPN
  • Paser Gelar Gerakan Pangan Murah: Stabilkan Harga dan Pasokan

“Konsumsi rumah tangga ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2024. Jadi ini benar-benar alarm sebetulnya,” ungkap Eko.

Ia menambahkan bahwa konsumsi masyarakat adalah komponen utama yang menopang perekonomian nasional.

Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, turut menyoroti peran konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sebesar 53,08% terhadap PDB pada kuartal III 2024. Namun, pertumbuhannya melambat menjadi 4,91%, dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu yang mencapai 5,05%.

“Kendati masih menunjukkan tingkat konsumsi yang terjaga, laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga cenderung lebih rendah,” jelas Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/11/2024).

Artikel Terkait:
  • The Fed Tahan Suku Bunga, Pasar Global Stabil Meski Investasi Melemah
  • Aset Orang Kaya Mengalir ke Luar Negeri, Cermin Krisis Kepercayaan Nasional
  • AS Kritik Sertifikasi Halal Indonesia: Dinilai Mahal dan Tak Transparan
  • Lewat Diaspora Loan, BNI Dorong UKM Indonesia Go Global

Pihaknya juga menyebut bahwa kelompok konsumsi yang mengalami perlambatan berasal dari pengeluaran pada sektor pakaian, alas kaki, jasa perawatan, perumahan, kelengkapan rumah tangga, kesehatan, dan pendidikan.

Untuk mencapai target pertumbuhan 8%, pemerintah dihadapkan pada tantangan untuk membangkitkan sektor konsumsi dalam negeri. Konsumsi masyarakat yang melambat ini dinilai sebagai sinyal bagi pemerintah untuk segera memperkuat kebijakan ekonomi yang berorientasi pada peningkatan daya beli.

“Kita harus bisa memanfaatkan 100 hari pertama ini untuk memperkuat daya beli, kalau tidak, susah untuk bisa optimis dengan ambisi pertumbuhan ekonomi 8%,” ujar Eko.

Menurut Eko, stagnasi pada angka pertumbuhan ekonomi sekitar 5% perlu segera diatasi dengan kebijakan yang berdampak nyata pada daya beli masyarakat.

Jangan Lewatkan:
  • Hasil Audit: eFishery Diduga Manipulasi Laporan Keuangan
  • Tak Ada Uang, Anggaran IKN Diblokir Semua
  • DPR: Coretax Harusnya Permudah Pajak, Bukan Bikin Ribet
  • Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali
Daya Beli Ekonomi RI Konsumsi Rumah Tangga PDB Prabowo Subianto
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleDP3A Kutim Siap Implementasikan Aplikasi Srikandi untuk Efisiensi Pelayanan
Next Article Jembatan Ring Road II Sangatta Segera Beroperasi, Warga Bersyukur

Informasi lainnya

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

1 Oktober 2026

Bazar Murah Bandung, Berapa Warga Bisa Berhemat?

14 September 2026

Emas Antam Naik Rp46 Ribu, Tembus Rp2,71 Juta

5 September 2026

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026
Paling Sering Dibaca

Izzuddin Al-Qassam, Ulama yang Menggerakkan Perlawanan

Profil Alfi Salamah

Kamu Menjadi Korban Penipuan Online? Begini Cara Melapornya

Bisnis Assyifa

Rencanakan Liburan: Jadwal Cuti Bersama Desember 2023

Travel Alfi Salamah

Keberangkatan Haji Diberkahi: Doa Khusus dari Rumah

Islami Alfi Salamah

Ketika Pramuka Belajar Korupsi

Perspektif Udex Mundzir
Berita Lainnya
Lingkungan
Alfi Salamah21 Agustus 2026

Karhutla Kalimantan, Benarkah Ada yang Sengaja Membakar?

Asap Karhutla Menggila, Udara Kalimantan Berbahaya!

Jika Gibran Didiskualifikasi, Siapa Pengganti Wapres?

Martha Tilaar Wafat, Wariskan Kecantikan Nusantara

Jejak Pemilik PT IWIP dan Keterkaitannya dengan IMIP Morowali

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Buku Anak Islami Murah
“Landing

☪   JADWAL SALAT

Mendeteksi lokasi...

Memuat tanggal...

⌖  Menyiapkan lokasi
Memuat jadwal salat...
SALAT BERIKUTNYA —
Menunggu jadwal...
Metode Kemenag RI

© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi