Close Menu
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kenapa Kita Sering Lelah Padahal Tidur Sudah Cukup?

Tahun Ajaran Baru 2026, MPLS Ramah Jadi Wajah Baru Sekolah

Mau Berhasil ? Inilah Morning Routine Orang Sukses

Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp
Kamis, 9 Juli 2026
  • Advertorial
  • Rilis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram WhatsApp YouTube
Onews.idOnews.id
  • Beranda
  • News
    • Nasional
    • Daerah
    • Figur
    • Info Haji
    • Rilis Berita
  • Politik
  • Ekonomi
  • Saintek
  • Artikel
WhatsApp Channel
Onews.idOnews.id

Laba Freeport Rp67 T, Setoran Negara Dinilai Janggal

Pakar UGM menilai pembagian keuntungan Freeport 2024 sarat kejanggalan dan merugikan negara.
Lisda LisdiawatiLisda Lisdiawati28 Desember 2025 Ekonomi
Laba Freeport Rp67 T, Setoran Negara Dinilai Janggal
Warga menuntut penutupan PT Freeport Indonesia (.inet)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

Mimika – “Gunung emas tak selalu berarti kesejahteraan,” begitulah ironi yang mengemuka dari Papua Tengah. Di balik kilau tambang raksasa, laporan laba PT Freeport Indonesia tahun 2024 memantik perdebatan tajam.

Perusahaan tambang emas dan tembaga itu membukukan keuntungan sekitar Rp67 triliun, namun setoran ke pemerintah pusat dan daerah disebut hanya berkisar Rp7 triliun, angka yang dinilai tak sebanding dengan kepemilikan saham Indonesia yang mencapai 51 persen.

Data tersebut memicu sorotan para ekonom. Siapa yang diuntungkan, apa yang dibagi, kapan dan bagaimana mekanisme pembagian dilakukan, serta mengapa selisihnya begitu besar, menjadi pertanyaan publik.

Sorotan menguat karena pemerintah Indonesia secara resmi memegang saham mayoritas di PT Freeport Indonesia, yang beroperasi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dengan kontrak dan skema bagi hasil yang seharusnya berpihak pada kepentingan nasional dan daerah penghasil.

“Jika benar laba sebesar itu hanya menghasilkan setoran sekitar Rp7 triliun untuk negara, maka ada yang tidak beres dalam tata kelola pembagian keuntungan,” ujar Fahmy Radhi, pakar ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada, saat dihubungi di Jakarta pada Sabtu (27/12/2025).

Ia menilai, sebagai pemegang saham mayoritas, Indonesia semestinya memperoleh porsi dividen yang jauh lebih besar.

Baca Juga:
  • Kelas Menengah Tergerus, Indef Warning Risiko Sosial Baru
  • Zulhas Mendag Larang TikTok Shop Jualan Revisi PMPT 50/2020
  • Belanja Pemerintah Kuartal I Turun, Efisiensi Jadi Sorotan
  • BNI Perkuat Sistem Keamanan Siber Dukung Ekonomi Digital

Menurutnya, perbedaan mencolok antara laba bersih perusahaan dan setoran ke negara membuka ruang dugaan manipulasi atau setidaknya ketimpangan struktur pengendalian perusahaan.

Fahmy juga mendorong pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau ulang posisi Freeport sebagai pemegang saham pengendali.

Ia menilai langkah tegas diperlukan agar kepentingan negara tidak terus tergerus dalam pengelolaan sumber daya alam strategis.

Sorotan serupa datang dari ekonom Pergerakan Kedaulatan Rakyat, Gede Sandra. Ia mencatat bahwa dari total laba Rp67 triliun, bagian pemerintah pusat dan daerah hanya sekitar Rp7,73 triliun atau kurang dari 12 persen.

Angka tersebut, menurutnya, jauh dari harapan logis kepemilikan 51 persen saham. “Idealnya, negara bisa memperoleh setidaknya separuh laba, atau sekitar Rp34 triliun,” ujarnya.

Artikel Terkait:
  • ULN Indonesia Capai Rp7.389 Triliun pada Januari
  • Surplus Perdagangan Indonesia Anjlok, Imbas Tarif Impor AS
  • Rosan Roeslani Tegaskan Danantara Dorong Ekonomi Inklusif
  • Prabowo Resmikan Industri Baterai Listrik Terintegrasi Nasional

Gede menambahkan, jika penerimaan negara mendekati angka tersebut, sebagian besar dana bisa diarahkan untuk mempercepat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah yang selama ini berada di sekitar wilayah tambang, termasuk Kabupaten Mimika dan kabupaten lain di provinsi tersebut.

Pihak Freeport sendiri menyatakan bahwa perusahaan telah menjalankan kewajiban secara transparan dan akuntabel.

Manajemen menyebut setoran tersebut merupakan bagian dari keuntungan bersih yang dibagikan sesuai ketentuan, di luar pajak, royalti, dividen, dan pungutan lain yang secara total diklaim mencapai puluhan triliun rupiah sepanjang 2024.

Meski demikian, polemik ini menunjukkan bahwa persoalan bukan semata soal angka, melainkan rasa keadilan. Ketika kekayaan alam dikeruk dari tanah Papua, harapan publik adalah manfaat terbesar kembali ke rakyat, bukan hanya tercatat dalam laporan keuangan.

Di tengah perdebatan yang terus bergulir, satu hal mengemuka: tuntutan agar pengelolaan tambang Freeport lebih berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat Papua kian sulit diabaikan.

Jangan Lewatkan:
  • BEI Targetkan Tambahan 10 Ribu Investor Syariah di 2025
  • Transaksi Global Tanpa Dolar, Mimpi atau Keniscayaan?
  • Danantara Diapresiasi Haji Isam, Disebut Mesin Ekonomi Baru
  • AHY Upayakan Penurunan Harga Tiket Pesawat Saat Lebaran 2025

Bagi Hasil SDA Ekonomi Tambang Papua Freeport Indonesia Saham Negara UGM
Share. Facebook Pinterest LinkedIn WhatsApp Telegram Email
Previous ArticleIbnu Al‑Haytham: Sang Bapak Optik Dunia
Next Article QRIS dan Tunai, Ketika Teknologi Tak Selalu Memudahkan Semua

Informasi lainnya

Dapur Warga Bakal Berubah? Pemerintah Siapkan Gas Pengganti LPG

7 Mei 2026

Ekonomi RI Tembus 5,61 Persen pada Awal 2026

6 Mei 2026

Tagihan Listrik April Melonjak, PLN Tegaskan Tarif Tetap

5 Mei 2026

Sertifikasi Halal 2026 Kian Ketat, UMKM Harus Siap Total

26 April 2026

Uji Coba Sukses, QRIS Indonesia-Tiongkok Rilis Akhir April 2026

25 April 2026

Tarif Listrik April 2026 Tetap, Daya Beli Dijaga

22 April 2026
Paling Sering Dibaca

8 Manfaat Berhenti Konsumsi Gula bagi Kesehatan

Daily Tips Assyifa

Satpam BCA: Garda Depan Pelayanan Perbankan

Bisnis Assyifa

Keindahan Desa Shirakawa-go yang Menawan

Travel Alfi Salamah

5 Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan, Cek Sebelum Berobat

Daily Tips Assyifa

Ilmu Bukan Sekadar Mesin Industri

Editorial Udex Mundzir
Berita Lainnya
Hukum
Lisda Lisdiawati30 Juni 2026

Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun dalam Kasus Chromebook

Tradisi Poligami Raja-Raja Arab Saudi dalam Mempersatukan Negara

Venezuela Diguncang Dua Gempa dalam 39 Detik, Korban Berjatuhan

Kenapa Ikan Sapu-Sapu Disebut Invasif? Ini Faktanya

Modus Janji Cinta Diancam Penjara dalam KUHP Baru

  • Facebook 920K
  • Twitter
  • Instagram
  • YouTube
Mic Wireless Untuk Masjid Produk Dapur Terlaris Mic Wireless Untuk Masjid
“Landing
© 2021 - 2026 Onews.id by Dexpert, Inc.
PT Opsi Nota Ideal
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik
  • Kontak

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

boscuan303 boscuan303 rtp boscuan303 slot mpo slot gacor https://kkyt.edu.my/hubungi-kami/ https://kkyt.edu.my/faq/ https://kkyt.edu.my/peta-laman/ mpo slot https://mk-gracia.ru/kompaniya/ boscuan303 boscuan303 boscuan303 boscuan303 slot resmi